• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 18 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Keistimewaan Hari Asyura

10/07/2024
in Syariah, Unggulan
Nilai Sebuah Momentum

Nilai Sebuah Momentum (foto: pixabay)

110
SHARES
845
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEISTIMEWAAN Hari ‘Asyura. ‘Asyura artinya sekitar sepuluh, dari kata ‘Asyar (sepuluh), yaitu tanggal 9, 10, 11 Muharram. Berikut ini keistimewaannya.

Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan sebagai berikut.

Hari diselamatkannya Nabi Musa ‘Alaihissalam dan Bani Israel dari kejaran Fir’aun dan tentaranya

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, katanya:

قدم النبي صلى الله عليه وسلم المدينة فرأى اليهود تصوم عاشوراء.
فقال: ” ما هذا؟ ” قالوا: يوم صالح، نجى الله فيه موسى وبني السرائيل من عدوهم، فصامه موسى فقال صلى الله عليه وسلم: ” أنا أحق بموسى منكم ” فصامه، وأمر بصيامه

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa ‘Asyura. Beliau bertanya: “Apa ini?” mereka menjawab: “Ini hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israel dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa.”

Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Saya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.” Maka, beliau pun berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa (‘Asyura).” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Baca Juga: Puasa Asyura Terbaik

Hari dianjurkannya berpuasa

Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Dan berpuasa ‘Asyura, sesungguhnya saya berharap kepada Allah bahwa dihapuskannya dosa setahun sebelumnya.” (HR. Abu Daud  No. 2425, Ibnu Majah No. 1738. Shahih.   Shahihul Jami’ No. 3806)

Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah –setelah merangkum semua dalil yang ada tentang puasa ‘Asyura:

وعلى هذا فصيام عاشوراء على ثلاث مراتب : أدناها أن يصام وحده ، وفوقه أن يصام التاسع معه ، وفوقه أن يصام التاسع والحادي عشر والله أعلم .

Oleh karena itu, puasa ‘Asyura terdiri atas tiga tingkatan:

1. Paling rendah yakni berpuasa sehari saja (tanggal 10).

2. Puasa hari ke-9 dan ke-10.

3.  Paling tinggi   puasa hari ke-9, 10, dan ke-11. Wallahu a’lam”

(Fathul Bari, 6/280. Lihat juga Fiqhus Sunnah, 1/450)

Secara umum, shaum di bulan Muharram adalah shaum terbaik, berdasarkan hadis dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

“Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah pada bulannya Allah yaitu puasa pada bulan Muharam.” (HR. Muslim No. 1163)

Dulu, puasa Asyura merupakan rutinitas Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahkan sebagian ulama mengatakan dulu shaum Asyura adalah wajib,

seperti pendapat Imam Abu Hanifah, walau pernyataan ini tidak dibenarkan ulama lainnya.

Namun, ketika turun ayat tentang Shaum Ramadhan (2 Hijriyah), shaum Asyura menjadi sunnah atau pilihan saja. Hal itu berdasarkan beberapa riwayat, di antaranya:

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَيَحُثُّنَا عَلَيْهِ وَيَتَعَاهَدُنَا عِنْدَهُ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ لَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا وَلَمْ يَتَعَاهَدْنَا عِنْدَهُ

Dari Jabir bin Samurah Radhiallahu ‘Anhu telah berkata:

“Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk berpuasa di hari ‘Asyura` dan beliau selalu menganjurkan untuk selalu melakukannya, maka ketika puasa Ramadhan diwajibkan, beliau tidak lagi memerintahkan kami, dan tidak pula melarang kami dan tidak pula memperhatikan apakah kami berpuasa atau tidak.” (HR. Muslim no. 1908)

Imam Al ‘Aini berkata:

اتفق العلماء على أن صوم عاشوراء الآن سنة وليس بواجب واختلفوا في حكمه أول الإسلام

Para ulama sepakat bahwa sekarang puasa Asyura adalah sunnah, bukan kewajiban, tapi mereka berbeda pendapat tentang hukumnya pada masa awal Islam.

(Dikutip Imam ‘Ubaidullah Ar Rahmani Al Mubarkafuri, Mir’ah Al Mafatih, 7/97)

Bersambung…

Demikian. Wallahu a’lam.[ind]

Tags: Keistimewaan Hari Asyura
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kitalah yang Ditanya, Bukan Allah (3)

Next Post

Membedakan Tahun Berdasarkan Peristiwa Besar yang Terjadi Pada Tahun Tersebut

Next Post
Membedakan Tahun Berdasarkan Peristiwa Besar yang Terjadi Pada Tahun Tersebut

Membedakan Tahun Berdasarkan Peristiwa Besar yang Terjadi Pada Tahun Tersebut

Fashion Designer Najua Yanti Tengah Mempersiapkan Koleksi Baru untuk JMFW 2024

Fashion Designer Najua Yanti Tengah Mempersiapkan Koleksi Baru untuk JMFW 2024

Kejutan-kejutan Suami Istri (2)

Heboh BKKBN tentang Satu Keluarga Harus Punya Satu Anak Perempuan

  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • LPDP Tawarkan 4 Beasiswa S3 di Luar Negeri dengan Skema Co-Funding

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8677 shares
    Share 3471 Tweet 2169
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11467 shares
    Share 4587 Tweet 2867
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4439 shares
    Share 1776 Tweet 1110
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    255 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga