• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 25 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 5, Hanya kepada Allah Kita Memohon Pertolongan

10/01/2022
in Quran Hadis
Tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 5, Hanya kepada Allah Kita Memohon Pertolongan

Foto: Pexels/Miriam Espacio

183
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Tafsir surat Al-Fatihah ayat 5 menjelaskan bahwa hanya kepada Allah kita menyembah dan memohon pertolongan. Ibadah-ibadah yang kita lakukan serta pengharapan hendaknya hanya dihadapkan pada Allah semata.

Baca Juga: Tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 4, Pemilik Hari Pembalasan

Tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 5

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: Ayat 5)

Dikutip dari channel telegram TAFSIR AL-QUR’AN, di dalam ayat-ayat sebelumnya disebutkan empat macam dari sifat-sifat Allah, yaitu Pendidik seluruh alam, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Yang menguasai hari pembalasan.

Sifat-sifat yang disebutkan itu adalah sifat-sifat kesempurnaan yang hanya Allah saja yang mempunyainya. Sebab itu pada ayat ini Allah mengajarkan kepada hamba-Nya bahwa Allah sajalah yang patut disembah.

Selain itu, kepada-Nya sajalah seharusnya manusia memohon pertolongan, dan bahwa hamba-Nya haruslah mengikrarkan yang demikian itu.

Iyyaka (hanya kepada Engkau). Iyyaka adalah dhamir untuk orang kedua dalam kedudukan mansub karena menjadi maf’ul bih (obyek). Dalam tata bahasa Arab maf’ul bih harus sesudah fi’il dan fa’il.

Jika mendahulukan yang seharusnya diucapkan kemudian dalam Balagah menunjukkan qasr, yaitu pembatasan yang bisa diartikan “hanya”. Jadi arti ayat ini “Hanya kepada Engkau saja kami menyembah, dan hanya kepada Engkau saja kami mohon pertolongan”.

Iyyaka dalam ayat ini diulang dua kali, gunanya untuk menegaskan bahwa ibadah dan isti’anah (meminta pertolongan) itu masing-masing khusus dihadapkan kepada Allah serta untuk dapat mencapai kelezatan munajat (berbicara) dengan Allah.

Karena bagi seorang hamba Allah yang menyembah dengan segenap jiwa dan raganya tak ada yang lebih nikmat dan lezat perasaannya daripada bermunajat dengan Allah.

Baik juga diketahui bahwa dengan memakai iyyaka itu berarti menghadapkan pembicaraan kepada Allah, dengan maksud mengingat Allah seakan-akan kita berada di hadapan-Nya.

Kemudian, kepada-Nya juga diarahkan pembicaraan dengan khusyuk dan tawaduk. Seakan-akan kita berkata, “Ya Allah, dzat yang wajibul wujud, Yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, Yang menjaga dan memelihara seluruh alam, Yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dengan berlipat ganda, Yang berkuasa di hari pembalasan, Engkau sajalah yang kami sembah, dan kepada Engkau sajalah kami minta pertolongan, karena hanya Engkau yang berhak disembah, dan hanya Engkau yang dapat menolong kami.”

Baca Juga: Tafsir Surat Al-Fatihah Ayat 3

Lebih Khusyuk dalam Menyembah Allah

Dengan cara seperti itu orang akan lebih khusyuk dalam menyembah Allah dan lebih tergambar kepadanya kebesaran yang disembahnya itu.

Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah dengan sabdanya.

“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari ‘Umar bin al-Khatthab).

Karena surah al-Fatihah mengandung ayat munajat (berbicara) dengan Allah menurut cara yang telah diterangkan maka hal itu merupakan rahasia diwajibkan membacanya pada tiap-tiap rakaat dalam salat, karena jiwanya ialah munajat, dengan menghadapkan diri dan memusatkan ingatan kepada Allah.

Na’budu pada ayat ini didahulukan menyebutkannya daripada nasta’inu, karena menyembah Allah adalah suatu kewajiban manusia terhadap Tuhan-nya.

Namun, pertolongan dari Allah kepada hamba-Nya adalah hak hamba itu. Maka, Allah mengajar hamba-Nya agar menunaikan kewajibannya lebih dahulu, sebelum ia menuntut haknya.

Melihat kata-kata na’budu dan nasta’inu (kami menyembah, kami minta tolong), bukan a’budu dan asta’inu (saya menyembah dan saya minta tolong) adalah untuk memperlihatkan kelemahan manusia, tidak selayaknya manusia mengemukakan dirinya seorang saja dalam menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah.

Seakan-akan penunaian kewajiban beribadah dan permohonan pertolongan kepada Allah itu belum lagi sempurna, kecuali kalau dikerjakan bersama-sama. [Cms]

Tags: Tafsir Surat Al-Fatihah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Efek Negatif Screen Time bagi Tumbuh Kembang Balita (Bag.4)

Next Post

Beasiswa S1 dari WMI, Dapat 1500 Dolar Setiap Tahunnya

Next Post
Beasiswa S1 dari WMI, Dapat 1500 Dolar Setiap Tahunnya

Beasiswa S1 dari WMI, Dapat 1500 Dolar Setiap Tahunnya

Usir Rasa Malas dengan Kaizen, Prinsip Satu Menit Orang Jepang

Usir Rasa Malas dengan Kaizen, Prinsip Satu Menit Orang Jepang

Menghidupkan Legenda Uhud

Menghidupkan Legenda Uhud

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8102 shares
    Share 3241 Tweet 2026
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3599 shares
    Share 1440 Tweet 900
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Perusahaan di Cikarang Wajibkan Karyawannya Shalat Berjamaah

    197 shares
    Share 79 Tweet 49
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Tips Membedakan Kerupuk Kulit Babi dan Kulit Sapi

    794 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11221 shares
    Share 4488 Tweet 2805
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5051 shares
    Share 2020 Tweet 1263
  • Tata cara Mandi Wajib atau Mandi Besar dalam Islam

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Beda Silaturahmi dengan Ziarah dan Keutamaan Mengunjungi Orang Saleh

    200 shares
    Share 80 Tweet 50
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga