• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 20 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Usir Rasa Malas dengan Kaizen, Prinsip Satu Menit Orang Jepang

10/01/2022
in Khazanah
Usir Rasa Malas dengan Kaizen, Prinsip Satu Menit Orang Jepang

Foto: Pexels/Black Ice

111
SHARES
850
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Sahabat Muslim, pernahkah kamu mencoba usir rasa malas dengan prinsip satu menit orang Jepang? Prinsip tersebut kita kenal dengan nama Kaizen. Arti dari Kaizen adalah perubahan atau perbaikan berkesinambungan yang dilakukan untuk menuju ke arah lebih baik.

Baca Juga: Gerhana Matahari Membuat Antartika Gelap dalam Beberapa Menit

Usir Rasa Malas dengan Kaizen, Prinsip Satu Menit Orang Jepang

Dari prinsip ini, kita bisa tahu bahwa rasa malas ternyata bisa perlahan-lahan kita atasi hanya dengan melakukan kegiatan selama satu menit, loh.

Mengapa satu menit ini efektif buat ngatasin kemalasan? Karena, tubuh dan pikiran kita bisa menerima semua itu.

Maksudnya, ketika kita mengetahui bahwa kegiatan yang kita lakukan hanya satu menit, maka kita bisa membayangkan serta merasakan bahwa hal yang akan kita lakukan adalah sesuatu yang sebentar dan mudah.

Kita akan berpikir, “Ah, satu menit itu sebentar. Tidak ada salahnya untuk saya lakukan.”

Contoh, hari ini kita bertekad ingin olahraga selama satu menit. Bandingkan dengan hari ini kita ingin olahraga selama satu jam.

Contoh mana yang membuat kita nyaman membayangkannya? Tentunya, contoh yang hanya satu menit.

Kita berpikir bahwa berolahraga selama satu menit tidak ada salahnya dan tidak memberatkan.

Sementara kalu olahraganya selama satu jam, wah betapa melelahkannya melakukan itu.

Inilah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait mengapa rencana atau tekad kita untuk produktif tidak pernah berhasil.

Baca Juga: Tips agar Produktif dalam Menulis

Kita Belum Terbiasa

Misal, hari ini kita bertekad untuk melakukan kegiatan positif pada keesokan harinya.

“Besok, saya harus olahraga 30 menit, baca buku 30 menit, dan belajar 45 menit.”

Namun, saat tiba keesokan hari, ternyata tidak ada satu pun kegiatan di atas yang terlaksana.

Alasan kita tidak bisa melakukannya adalah karena kita belum terbiasa dengan kegiatan-kegiatan seperti itu. Hal tersebut justru diperparah lagi dengan target yang langsung kita pasang tinggi-tinggi.

Oleh sebab itu, prinsip Kaizen sangat penting untuk kita miliki agar kita bisa membangun kebiasaan yang baik terlebih dahulu.

Hari ini mungkin satu menit, besok satu menit, lusa satu menit, dan seterusnya. Namun, seiring berjalannya waktu, tanpa disadari tubuh kita sudah terbiasa melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif.

Kita menjadi tidak keberatan lagi dalam melakukannya karena sudah terbiasa.

Jadi, kesimpulannya adalah prinsip kaizen penting kita miliki untuk mulai membangun kebiasaan pada awalnya.

Nantinya, lama kelamaan kita bisa menambah targetnya. Dari satu menit, jadi lima menit, sepuluh menit, dan seterusnya.

Oleh sebab itu, jangan remehkan efek satu menit ini, ya. Semua memang berawal dari kebiasaan kecil terlebih dahulu. Setelah itu, ketika kita mulai terbiasa dan nyaman, dengan sendirinya, pasti akan membuat kita memperpanjang waktu untuk melakukan kegiatan positif. Kita pun bisa terbebas dari rasa malas. [Cms]

Tags: KaizenPrinsip satu menit
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Beasiswa S1 dari WMI, Dapat 1500 Dolar Setiap Tahunnya

Next Post

Menghidupkan Legenda Uhud

Next Post
Menghidupkan Legenda Uhud

Menghidupkan Legenda Uhud

8 Cara Pengobatan Kanker Paru

8 Cara Pengobatan Kanker Paru

Rumor Mesut Ozil Main di Klub Milik Raffi Ahmad Trending di Twitter

Rumor Mesut Ozil Main di Klub Milik Raffi Ahmad Trending di Twitter

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1732 shares
    Share 693 Tweet 433
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1665 shares
    Share 666 Tweet 416
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3510 shares
    Share 1404 Tweet 878
  • Lebih Enak Mana: Kloter Awal atau Kloter Akhir

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    623 shares
    Share 249 Tweet 156
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3233 shares
    Share 1293 Tweet 808
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5305 shares
    Share 2122 Tweet 1326
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7984 shares
    Share 3194 Tweet 1996
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5003 shares
    Share 2001 Tweet 1251
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga