• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Cerdas Itu Tak Cuma di Otak (3)

30/09/2023
in Pendidikan
Cerdas Itu Tak Cuma di Otak (3)

Ilustrasi, foto: christiantelegraph.com

76
SHARES
582
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Yang Dilakukan Pendidik untuk Meraih Banyak Kecerdasan

SIAPA pun butuh pendidik. Karena orang belajar bukan sekadar pada materi yang diajarkan. Tapi juga pada sosok keteladanan yang mengajar.

Porsi Belajar yang Seimbang

Sebagian kita mungkin terjebak pada prestasi klise bahwa pintar itu pada hafalan, logika dan nalar. Hal ini harus segera dikikis. Bahwa, yang harus dipelajari juga hal lain yang terkesan sepele, yaitu, emosional, sosial, dan spiritual.

Mungkin saja para pendidik terkungkung pada kurikulum, target-target semester, dan lainnya. Tapi, tidak berarti bahwa tidak ada celah untuk memuatkan tiga sisi materi di atas untuk diselami anak didik.

Berikan ruang pada anak didik untuk mengekspresikan apa yang tersimpan dalam emosi pribadinya. Dan hal ini butuh tata ruang belajar yang berbeda dari biasanya. Karena cara ini membutuhkan partisipasi yang lebih besar. Bukan didominasi suara pendidik.

Jika itu dilakukan di luar kelas, mungkin akan lebih menarik dan mengena. Terlebih jika ada semacam pentas drama yang membedah sisi emosi, kasus sosial, dan lainnya.

Dari situlah, anak didik akan berada seperti di sebuah drone yang memetakkan karakter, emosi, tingkat sosial umumnya mereka. Latih mereka untuk belajar mengelelola emosi.

Berikan Ruang Belajar Kelompok

Goal dari belajar kelompok bukan sekadar pada capaian kognitif. Tapi pada sisi lain seperti merangsang kecerdasan sosial mereka.

Ajarkan mereka bagaimana berdiskusi, agar mereka mampu mencari solusi dalam kerja bersama. Kikis habis sifat individualis yang mungkin ada dengan memahamkan bahwa semua orang punya kekurangan. Dan obatnya ada pada kelebihan orang lain.

Kecerdasan sosial juga memuat porsi tentang tingkat empati yang memadai. Hal itu terlihat dari bagaimana sebuah diskusi mengambil keputusan akhir yang bisa win win solution.

Jadikan Pendidikan Agama sebagai Pengait

Sebagian kita mungkin juga terjebak bahwa pendidikan agama itu tentang fikih: tentang shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya. Padahal, hal ini hanya sebagian kecil dari cakupan Islam yang begitu luas.

Dasar dari agama adalah aqidah atau keyakinan. Memahamkan aqidah tidak melulu dengan menerima tanpa syarat. Tapi, dengan mengajak mereka bernalar seperti Al-Qur’an mengajak umat manusia bernalar tentang siapa Allah subhanahu wata’ala.

Baru setelah itu, ajarkan mereka tujuan kenapa shalat, dan ibadah lain, kenapa harus jujur, kenapa tak boleh culas, kenapa harus saling mencintai dan bersaudara.

Selama ini, misalnya, anak didik hanya memahami bahwa shalat itu wajib. Menutup aurat itu harus. Dan berdosa jika meninggalkan shalat dan membuka aurat. Tapi, mereka tidak paham kenapa itu diwajibkan. Dan ketidakpahaman inilah yang sebenarnya yang prinsipil.

Ajaran Islam jauh melampaui uraian kecerdasan yang disampaikan ilmu dari Barat. Bahwa, kecerdasan bukan melulu tentang keuntungan materi yang akan didapat. Tapi pendidikan adalah kesolehan anak didik itu sendiri.

Lihatlah output yang dihasilkan dari pendidikan generasi sahabat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Outputnya, prestasi gemilang di semua bidang.

Keteladanan yang Utama

Efektif tidaknya sebuah pendidikan adalah apa yang diperoleh anak didik. Jika hasil pendidikan sebatas apa yang ditulis di atas kertas, maka hal itu masih jauh dari memadai. Efektifnya pendidikan adalah ketika ilmu tertulis di hati para anak didik.

Mentransfer ilmu ke hati anak didik tidak semudah memahamkan mereka tentang teori, nalar, dan logika. Tapi menghidupkan ilmu pada diri seorang pendidik.

Dari situlah ilmu-ilmu Islam menyebar begitu pesat di banyak tempat. Rahasianya, bukan pada penyampaian materi yang memadai. Tapi pada keteladanan di masing-masing pendidik.

Hal ini tidak berarti bahwa pendidik adalah sosok yang serba sempurna. Tapi setidaknya, anak didik melihat energi ilmu dari sosok para pendidik. Antara lain, kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, dan kasih sayang.

Semua sifat baik itu adalah pantulan dari energi ilmu yang dimiliki seseorang. Meski masih jauh dari sempurna, tapi setidaknya nyala energi itu masih menjadi energi penarik anak didik untuk semangat dan bergairah belajar. [Mh]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Cerdas Itu Tak Cuma di Otak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cerdas Itu Tak Cuma di Otak (2)

Next Post

Tidak Berani Mengatakan Anakku Hebat

Next Post
Alhamdulillah, Kakak Mengambil Alih Mengajarkan Adiknya

Tidak Berani Mengatakan Anakku Hebat

brand perawatan

Kahf, Brand No. 1 Sunscreen Pria di Indonesia, Menghadirkan Triple+ Protection Sunscreen Moisturizer dan Invisible Matte Sunscreen Stick, Diformulasikan dengan Nature Charged Technology

Mengapa Yahudi Disebut Berwatak Kera

Mengapa Yahudi Disebut Berwatak Kera

  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    196 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4377 shares
    Share 1751 Tweet 1094
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8540 shares
    Share 3416 Tweet 2135
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11382 shares
    Share 4553 Tweet 2846
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3217 shares
    Share 1287 Tweet 804
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga