• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Kenali Gejala Depresi agar Tak Terjadi Lagi Ibu Menghilangkan Nyawa Anaknya

05/03/2026
in Parenting, Unggulan
Tolong, Ibuku Tidak Mencintai Aku

Tolong, Ibuku Tidak Mencintai Aku (foto: pixabay)

107
SHARES
822
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KENALI gejala depresi agar tak terjadi lagi ibu menghilangkan nyawa anaknya di negeri ini. Miris ya, Sahabat Muslim, ketika mendengar berita seorang ibu yang tega menyakiti ketiga anaknya.

Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana Hifizah Nur, S.Psi., M.Ed. mengatakan bahwa menurut penelitian, dari 96 kasus pembunuhan anak di Jepang, saat seorang ibu membunuh anaknya, mungkin dipengaruhi oleh banyak faktor dan dihadapkan pada berbagai masalah berdasarkan tahap perkembangan anak.

Kasus pembunuhan anak dikategorikan menjadi 4 macam:

1- Ibu yang membunuh anak saat masih dalam kandungan (neotasida)
2- Ibu yang membunuh bayi sebelum usia 1 tahun

3- Ibu yang membunuh anak prasekoah
4- Ibu yang membunuh anak sekolah atau yang sudah remaja

Hifizah Nur atau akrab disapa Fifi lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam kasus Neonatisida (membunuh bayi yang masih di dalam kandungan), kasus lebih tinggi terjadi pada ibu yang tidak menikah ketimbang yang menikah.

“Kasus neonatisida disebabkan karena beberapa hal, misalnya pada ibu yang tidak menikah secara signifikan lebih tinggi dari yang menikah,” jelasnya kepada ChanelMuslim, Selasa (5/4/2022).

Selain itu, ada pula faktor kesulitan keuangan, adanya penyakit mental, dan pengakuan tidak menginginkan anak haram.

Sementara itu, untuk kelompok kedua, ibu yang membunuh bayi sebelum usia satu tahun, gangguan mental sering terjadi, khususnya, depresi pascamelahirkan adalah penyebab utama pembunuhan bayi.

“Untuk dua kelompok kasus yang melibatkan seorang anak yang berusia lebih dari satu tahun, lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor tidak langsung seperti masalah kesehatan anak atau perselisihan perkawinan yang parah,” tambah Fifi yang juga Ketua Hikari Parenting School itu.

Masalah-masalah tersebut kemudian dapat menyebabkan gangguan mental reaktif di antara ibu-ibu ini.

“Risiko terjadi kekerasan yang fatal atau penelantaran lebih tinggi untuk anak-anak prasekolah yang cacat,” katanya.

Baca Juga: Kenali Stres dan Coping Stress yang Tepat agar Terhindar dari Depresi

Kenali Gejala Depresi agar Tak Terjadi Lagi Ibu Menghilangkan Nyawa Anaknya

Selanjutnya, mengenai depresi pasca melahirkan, Fifi menjelaskan hal itu bisa terjadi pada 6 minggu pertama saat melahirkan.

Gejalanya ditandai dengan emosi negatif yang tidak kunjung berhenti, sulit berkonsentrasi, sulit untuk fokus dan kesulitan melakukan sesuatu yang sebelumnya biasa dilakukan.

“Kalau dari kisah penyintas depresi pasca melahirkan, pada minggu awal, mereka merasa senang melihat dan mengurus bayi, lalu setelah 2/3 pekan merasa biasa saja, tidak terlalu antusias lagi, baru setelah itu merasa sebagai ibu yang tidak baik, tidak berguna,” ungkapnya.

Gejala-gejala depresi lain yang bisa terjadi misalnya rasa sedih yang terus menerus, negative thinking, pikiran yang autopilot, bekerja terus tanpa bisa dikontrol oleh sang ibu.

“Kalau tidak cepat ditangani akan muncul gejala psikosis (hilang kontak dengan kenyataan, mengalami delusi atau halusinasi),” jelasnya.

Ia melanjutkan, jika dalam 3 bulan seorang ibu mengalami hal tersebut, ia harus dibawa ke psikiater.

“Kalau 3 bulan sudah mengalami ini, harus sudah ke psikiater, dan harus dibantu obat untuk mengontrol kerja otak yang over,” sarannya.

Pasalnya, jika tidak segera ditangani, depresi yang dialami akan semakin parah.

“Kalau makin parah, harus mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Depresi bisa terjadi karena faktor internal dan eksternal. Misalnya genetik dan banyak faktor stressor lain yang tidak sanggup ditahan oleh sang ibu.

“Jadi memang support system untuk ibu yang memiliki anak itu sangat penting. Seorang suami yang harus atau wajib membuat sang istri selalu bahagia, minimal menghargai dan memuji kerja kerasnya mengurus rumah
atau menyediakan asisten untuk membantu tugas-tugas istri,” lanjut Fifi.

Jika seorang suami tidak dapat memberikan dukungan secara langsung, pastikan seorang ibu mendapat support system dari keluarga besar, teman, dan lingkungan sekitarnya.

“Kalau tidak bisa, berarti support system dari keluarga besar, teman dan masyarakat sekitarnya yang perlu sering-sering memperhatikan kondisi ibu yang baru melahirkan atau ibu yang punya banyak anak balita,” kata penulis e-book Belajar dari Alam itu.

Terkait kasus ibu menggorok 3 anak di Brebes, Jawa Tengah, Fifi menanggapi bahwa kemungkinan besar, depresi sang ibu merupakan akumulasi bertahun-tahun.

“Kalau dari kasus pembunuhan yang bikin geger itu, anak-anaknya sudah cukup besar ya, jadi mungkin tekanan yang terjadi pada ibu sudah lama sekali terjadinya, dan tidak ada orang yang sadar (aware) dengan keanehan perilaku sang ibu,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia tetap menyarankan agar sang ibu dapat diperiksa secara mendalam, baik lewat psikiater atau psikolog klinis.[ind]

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketika Ayah Ada, tapi Perannya Tiada

Next Post

Resep Kue Bolu Penuh Kenangan

Next Post
Resep Kue Bolu Penuh Kenangan

Resep Kue Bolu Penuh Kenangan

5 Prinsip Dasar Menjaga Lisan

5 Prinsip Dasar Menjaga Lisan

Ustaz Farid Nu'man Imbau Dai Seperti Dokter Spesialis yang Menentramkan

Ustaz Farid Nu'man Imbau Dai Seperti Dokter Spesialis yang Menentramkan

  • Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh dan Dinkes Aceh Tamiang Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Pascabencana

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1942 shares
    Share 777 Tweet 486
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9173 shares
    Share 3669 Tweet 2293
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11711 shares
    Share 4684 Tweet 2928
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    719 shares
    Share 288 Tweet 180
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1232 shares
    Share 493 Tweet 308
  • Heboh Duit Palsu Grade A

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga