• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 18 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Berdagang dengan Anak

07/03/2021
in Oase
Tanda-tanda Datangnya Kiamat, Manakah yang Lebih Dulu dan Berikutnya

Foto: Pixabay

76
SHARES
582
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com-Masih terbayang betapa tidak berdayanya saya menghadapi keempat anak saya 6 tahun yang lalu, yang berakhir dengan

“Kalau saya meninggal nanti, mereka bisa apa..”

Sebutkan saja, dengan tipikal ibu tidak mau repot seperti saya (saat itu) saya lebih memilih menyuapi ketiga anak saya ketika makan tiba dibanding dengan membiarkan mereka makan sendiri, padahal saat itu Kakak berumur 8 tahun, Abang 1 berumur 6 tahun, Abang 2 berumur 3 tahun (Adik bayi baru 4 bulan) dengan alasan malas merapihkan sisa makanan yang ditinggalkan jika mereka makan sendiri, hal lainnya bisa dibayangkan saja hingga saya berpikir demikian.

Sejak saat itu, saya bertekad untuk mengubah pola asdik (asuh didik). Tidak mudah memang, tapi perlu, agar pertanyaan saya bisa ada jawabannya.

Perubahan dimulai dengan belajar kecewa. Bagaimana mereka dapat melewati rasa kecewa dengan aman, meski tidak hanya terbatas dengan rasa kecewa saja, tapi rasa gembira maupun suka cita juga perlu dilewati dengan aman.

Aman itu mencakup 3 hal, tidak menyakiti orang lain, tidak merusak barang, dan tidak menyakiti diri sendiri.

Setelah belajar kecewa kemudian dilanjutkan berdagang dengan anak lewat usaha vs upah.

Usaha vs upah, kita mau pilih yang mana. Mau anak belajar tentang usaha atau upah. Semuanya tergantung kita sebagai ortu mau bagaimana anak kita nantinya. Anak bermental usaha atau bermental upah. Kita yang memutuskan.

Awalnya saya ‘nggak ngerti’ apa yang saya bilang bisa berakibat apa nantinya.

“Kak, tolong beliin sabun, ntar Ummi kasih seribu..” atau

“Bang, kalau mau ikut Ummi, beresin dulu mainannya..”

Bagi saya kalimat-kalimat di atas, tidak ada artinya. Sama semuanya, saya senang, anak senang, masalah selesai

Tapi, setelah mengubah cara asdik pada anak-anak, ternyata kedua pernyataan di atas memiliki arti berbeda. Jadi,

Usaha = kita sebut dulu barang yang mau didapatkan (anak), baru sebut syarat/harga yang harus dibayar, tujuannya untuk menanamkan konsep berusaha/berjuang.

Upah = kita sebut dulu yang perlu dilakukan/harga, baru apa yang bisa didapatkan/bayarannya.

Sudah bingungnya? Selamaaat yaaa

Merujuk kalimat pernyataan di atas, si Kakak itu pakainya format upah sedangkan si Abang menggunakan format usaha. Kelihatannya hal sepele yaaa, cuma sebagai ortu yang ingin anaknya punya mental usaha, saya mulai mengubah pernyataan-pernyataan saya pada mereka.

‘gampang’nyaaa, apa yang anak pengen dibolehiiiin aja semuaaa..”boleh..tapi…” “boleh..setelah..” “boleh..ini/itu dulu..” kalau maunya mereka ‘murah’ yaaah kita ‘murahin’ syaratnya, kalau maunya mereka ‘mahal’ yaaa kita ‘mahalin’ syaratnya.

“boleh nonton youtube malem, tapi jam 5 sore sudah rapi (mandi dan ashar)”

“boleh main di luar, setelah makan dihabiskan.”

Mudah? Kata siapa?! Belibet iyaa, tiba-tiba lupa ‘rumus’, mengulangi pernyataan sebagai format usaha lagi. Akibatnya, saya dicap “ummi sekarang banyak persyaratannya. aaaaahhhh…” “ummi, koq gitu sik sekarang…” “aaaah, malessss sama ummi…”  menjadi fasbel(fasilitas belajar) anak memang tidak mudah, jiwa tega musti sering diasah, nggak itu aja, kuping juga musti kebal komentar

Tapi, ada harga ada rupa dunk yaaa. Kalau dulu anak-anak bilang “..aku dapat apa..” kalau dimintain ‘tolong’ tapi sekarang sudah mulai “..aku usaha apa, Mi” untuk dapetin apa yang mereka mau..yaaaay !!

Dan sekarang 6 tahun berlalu, anak-anak sudah terbiasa dengan “aku harus apa” untuk mendapatkan keinginannya. Yang terpenting, saya sudah tidak galau lagi dengan pertanyaan saya saat itu.

 

 

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perjuangan Guru PAUD dengan Sajuta

Next Post

Sejumlah Tokoh Hadiri Penutupan Acara Jogja Halal Fest 2018

Next Post

Sejumlah Tokoh Hadiri Penutupan Acara Jogja Halal Fest 2018

Karena Lahan Terbatas, Warga Terpaksa Bangun Tenda Pengungsian Berdampingan dengan Kuburan

Perjuangkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal, Ledia Hanifa Raih MES Award

  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    245 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8677 shares
    Share 3471 Tweet 2169
  • LPDP Tawarkan 4 Beasiswa S3 di Luar Negeri dengan Skema Co-Funding

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11467 shares
    Share 4587 Tweet 2867
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4439 shares
    Share 1776 Tweet 1110
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    255 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga