• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Berdagang dengan Anak

07/03/2021
in Oase
Tanda-tanda Datangnya Kiamat, Manakah yang Lebih Dulu dan Berikutnya

Foto: Pixabay

76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com-Masih terbayang betapa tidak berdayanya saya menghadapi keempat anak saya 6 tahun yang lalu, yang berakhir dengan

“Kalau saya meninggal nanti, mereka bisa apa..”

Sebutkan saja, dengan tipikal ibu tidak mau repot seperti saya (saat itu) saya lebih memilih menyuapi ketiga anak saya ketika makan tiba dibanding dengan membiarkan mereka makan sendiri, padahal saat itu Kakak berumur 8 tahun, Abang 1 berumur 6 tahun, Abang 2 berumur 3 tahun (Adik bayi baru 4 bulan) dengan alasan malas merapihkan sisa makanan yang ditinggalkan jika mereka makan sendiri, hal lainnya bisa dibayangkan saja hingga saya berpikir demikian.

Sejak saat itu, saya bertekad untuk mengubah pola asdik (asuh didik). Tidak mudah memang, tapi perlu, agar pertanyaan saya bisa ada jawabannya.

Perubahan dimulai dengan belajar kecewa. Bagaimana mereka dapat melewati rasa kecewa dengan aman, meski tidak hanya terbatas dengan rasa kecewa saja, tapi rasa gembira maupun suka cita juga perlu dilewati dengan aman.

Aman itu mencakup 3 hal, tidak menyakiti orang lain, tidak merusak barang, dan tidak menyakiti diri sendiri.

Setelah belajar kecewa kemudian dilanjutkan berdagang dengan anak lewat usaha vs upah.

Usaha vs upah, kita mau pilih yang mana. Mau anak belajar tentang usaha atau upah. Semuanya tergantung kita sebagai ortu mau bagaimana anak kita nantinya. Anak bermental usaha atau bermental upah. Kita yang memutuskan.

Awalnya saya ‘nggak ngerti’ apa yang saya bilang bisa berakibat apa nantinya.

“Kak, tolong beliin sabun, ntar Ummi kasih seribu..” atau

“Bang, kalau mau ikut Ummi, beresin dulu mainannya..”

Bagi saya kalimat-kalimat di atas, tidak ada artinya. Sama semuanya, saya senang, anak senang, masalah selesai

Tapi, setelah mengubah cara asdik pada anak-anak, ternyata kedua pernyataan di atas memiliki arti berbeda. Jadi,

Usaha = kita sebut dulu barang yang mau didapatkan (anak), baru sebut syarat/harga yang harus dibayar, tujuannya untuk menanamkan konsep berusaha/berjuang.

Upah = kita sebut dulu yang perlu dilakukan/harga, baru apa yang bisa didapatkan/bayarannya.

Sudah bingungnya? Selamaaat yaaa

Merujuk kalimat pernyataan di atas, si Kakak itu pakainya format upah sedangkan si Abang menggunakan format usaha. Kelihatannya hal sepele yaaa, cuma sebagai ortu yang ingin anaknya punya mental usaha, saya mulai mengubah pernyataan-pernyataan saya pada mereka.

‘gampang’nyaaa, apa yang anak pengen dibolehiiiin aja semuaaa..”boleh..tapi…” “boleh..setelah..” “boleh..ini/itu dulu..” kalau maunya mereka ‘murah’ yaaah kita ‘murahin’ syaratnya, kalau maunya mereka ‘mahal’ yaaa kita ‘mahalin’ syaratnya.

“boleh nonton youtube malem, tapi jam 5 sore sudah rapi (mandi dan ashar)”

“boleh main di luar, setelah makan dihabiskan.”

Mudah? Kata siapa?! Belibet iyaa, tiba-tiba lupa ‘rumus’, mengulangi pernyataan sebagai format usaha lagi. Akibatnya, saya dicap “ummi sekarang banyak persyaratannya. aaaaahhhh…” “ummi, koq gitu sik sekarang…” “aaaah, malessss sama ummi…”  menjadi fasbel(fasilitas belajar) anak memang tidak mudah, jiwa tega musti sering diasah, nggak itu aja, kuping juga musti kebal komentar

Tapi, ada harga ada rupa dunk yaaa. Kalau dulu anak-anak bilang “..aku dapat apa..” kalau dimintain ‘tolong’ tapi sekarang sudah mulai “..aku usaha apa, Mi” untuk dapetin apa yang mereka mau..yaaaay !!

Dan sekarang 6 tahun berlalu, anak-anak sudah terbiasa dengan “aku harus apa” untuk mendapatkan keinginannya. Yang terpenting, saya sudah tidak galau lagi dengan pertanyaan saya saat itu.

 

 

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perjuangan Guru PAUD dengan Sajuta

Next Post

Sejumlah Tokoh Hadiri Penutupan Acara Jogja Halal Fest 2018

Next Post

Sejumlah Tokoh Hadiri Penutupan Acara Jogja Halal Fest 2018

Karena Lahan Terbatas, Warga Terpaksa Bangun Tenda Pengungsian Berdampingan dengan Kuburan

Perjuangkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal, Ledia Hanifa Raih MES Award

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8995 shares
    Share 3598 Tweet 2249
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4715 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11642 shares
    Share 4657 Tweet 2911
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4064 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3512 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5210 shares
    Share 2084 Tweet 1303
  • Wahdah Islamiyah dan Paragon Satukan Semangat Keteladanan dan Kebermanfaatan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga