• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Berdagang dengan Anak

07/03/2021
in Oase
Tanda-tanda Datangnya Kiamat, Manakah yang Lebih Dulu dan Berikutnya

Foto: Pixabay

74
SHARES
571
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com-Masih terbayang betapa tidak berdayanya saya menghadapi keempat anak saya 6 tahun yang lalu, yang berakhir dengan

“Kalau saya meninggal nanti, mereka bisa apa..”

Sebutkan saja, dengan tipikal ibu tidak mau repot seperti saya (saat itu) saya lebih memilih menyuapi ketiga anak saya ketika makan tiba dibanding dengan membiarkan mereka makan sendiri, padahal saat itu Kakak berumur 8 tahun, Abang 1 berumur 6 tahun, Abang 2 berumur 3 tahun (Adik bayi baru 4 bulan) dengan alasan malas merapihkan sisa makanan yang ditinggalkan jika mereka makan sendiri, hal lainnya bisa dibayangkan saja hingga saya berpikir demikian.

Sejak saat itu, saya bertekad untuk mengubah pola asdik (asuh didik). Tidak mudah memang, tapi perlu, agar pertanyaan saya bisa ada jawabannya.

Perubahan dimulai dengan belajar kecewa. Bagaimana mereka dapat melewati rasa kecewa dengan aman, meski tidak hanya terbatas dengan rasa kecewa saja, tapi rasa gembira maupun suka cita juga perlu dilewati dengan aman.

Aman itu mencakup 3 hal, tidak menyakiti orang lain, tidak merusak barang, dan tidak menyakiti diri sendiri.

Setelah belajar kecewa kemudian dilanjutkan berdagang dengan anak lewat usaha vs upah.

Usaha vs upah, kita mau pilih yang mana. Mau anak belajar tentang usaha atau upah. Semuanya tergantung kita sebagai ortu mau bagaimana anak kita nantinya. Anak bermental usaha atau bermental upah. Kita yang memutuskan.

Awalnya saya ‘nggak ngerti’ apa yang saya bilang bisa berakibat apa nantinya.

“Kak, tolong beliin sabun, ntar Ummi kasih seribu..” atau

“Bang, kalau mau ikut Ummi, beresin dulu mainannya..”

Bagi saya kalimat-kalimat di atas, tidak ada artinya. Sama semuanya, saya senang, anak senang, masalah selesai

Tapi, setelah mengubah cara asdik pada anak-anak, ternyata kedua pernyataan di atas memiliki arti berbeda. Jadi,

Usaha = kita sebut dulu barang yang mau didapatkan (anak), baru sebut syarat/harga yang harus dibayar, tujuannya untuk menanamkan konsep berusaha/berjuang.

Upah = kita sebut dulu yang perlu dilakukan/harga, baru apa yang bisa didapatkan/bayarannya.

Sudah bingungnya? Selamaaat yaaa

Merujuk kalimat pernyataan di atas, si Kakak itu pakainya format upah sedangkan si Abang menggunakan format usaha. Kelihatannya hal sepele yaaa, cuma sebagai ortu yang ingin anaknya punya mental usaha, saya mulai mengubah pernyataan-pernyataan saya pada mereka.

‘gampang’nyaaa, apa yang anak pengen dibolehiiiin aja semuaaa..”boleh..tapi…” “boleh..setelah..” “boleh..ini/itu dulu..” kalau maunya mereka ‘murah’ yaaah kita ‘murahin’ syaratnya, kalau maunya mereka ‘mahal’ yaaa kita ‘mahalin’ syaratnya.

“boleh nonton youtube malem, tapi jam 5 sore sudah rapi (mandi dan ashar)”

“boleh main di luar, setelah makan dihabiskan.”

Mudah? Kata siapa?! Belibet iyaa, tiba-tiba lupa ‘rumus’, mengulangi pernyataan sebagai format usaha lagi. Akibatnya, saya dicap “ummi sekarang banyak persyaratannya. aaaaahhhh…” “ummi, koq gitu sik sekarang…” “aaaah, malessss sama ummi…”  menjadi fasbel(fasilitas belajar) anak memang tidak mudah, jiwa tega musti sering diasah, nggak itu aja, kuping juga musti kebal komentar

Tapi, ada harga ada rupa dunk yaaa. Kalau dulu anak-anak bilang “..aku dapat apa..” kalau dimintain ‘tolong’ tapi sekarang sudah mulai “..aku usaha apa, Mi” untuk dapetin apa yang mereka mau..yaaaay !!

Dan sekarang 6 tahun berlalu, anak-anak sudah terbiasa dengan “aku harus apa” untuk mendapatkan keinginannya. Yang terpenting, saya sudah tidak galau lagi dengan pertanyaan saya saat itu.

 

 

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perjuangan Guru PAUD dengan Sajuta

Next Post

Sejumlah Tokoh Hadiri Penutupan Acara Jogja Halal Fest 2018

Next Post

Sejumlah Tokoh Hadiri Penutupan Acara Jogja Halal Fest 2018

Karena Lahan Terbatas, Warga Terpaksa Bangun Tenda Pengungsian Berdampingan dengan Kuburan

Perjuangkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal, Ledia Hanifa Raih MES Award

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1902 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga