• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 9 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Anak Perempuan dan Orangtuanya

30/12/2017
in Oase
73
SHARES
561
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Hampir setiap akhir pekan saya ke rumah orang tua. Saya sudah memutuskan tidak ada akhir pekan terbaik kecuali jalan-jalan ke rumah orang tua saya. Setiap kali ada kesempatan jalan-jalan di waktu lain pun pasti saya akan memilih ke rumah orang tua saya.

Walau kadang hanya sebentar, datang sore dan pulang malam harinya, sering juga saya menginap bersama suami dan anak-anak kami. Saya sangat tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk bertemu orang tua saya.

Entahlah..
Setiap kali saya datang ke rumah orang tua saya, saya merasa betapa banyak waktu yang telah berlalu sementara saya belum cukup banyak berbakti kepada orang tua saya. Betapa banyak kesempatan yang tidak saya manfaatkan untuk berbakti kepada orang tua saya ketika saya mampu melakukannya, terutama dulu sebelum saya menikah. Kini setelah menikah saya sudah sibuk mengurus suami dan anak-anak. Karena itulah saat saya datang ke rumah orang tua saya maka saya merasa inilah kesempatan saya untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada, meluangkan waktu untuk mereka.

Kalau kata ibu saya sudah tua itu senangnya bercerita, tapi siapa yang mau mendengar kalau tidak ada siapa-siapa. Karena itu, setiap saya datang, saya berusaha untuk ngobrol dengan ibu saya.

Saya senang mendengar ibu saya bercerita. Saya suka memandang ibu saya saat bercerita. Memperhatikan kerutan di wajahnya, terkadang terucap dalam hati saya “Dari mana saja saya, kenapa saya tidak tahu kapan kerutan itu mulai muncul kali pertama..”

Entahlah, saya merasa telah kehilangan banyak waktu bersama ibu saya. Untuk sekolah, kuliah, nge-kos, menikah, hijrah bersama suami dan kini mengurus anak-anak. Apalagi ayah saya, entah kapan saya pernah dekat dengan ayah saya seperti saya dekat dengan ibu saya. Mungkin begitu lah seorang ayah. Saya tidak pernah tahu pendapatnya tentang saya. Tapi saya tahu ayah saya senang kalau sudah ketemu cucu-cucunya, anak-anak saya.

Kadang ayah memanggil anak saya dengan nama saya. Kata Ibu, “Ayah kau suka teringat kau masih kecil dulu, makanya selalu salah panggil. Manggil cucu malah pakai nama kau.” Masya Allah, ternyata kecilnya saya masih ada dalam ingatan ayah saya.

Hufth… pikiran saya pun melambung ke masa lalu ketika saya masih kecil. Orang tua saya tentu bahagia sekali ketika saya baru lahir, dengan kasih sayang mereka merawat saya, menjaga saya, membesarkan saya, mendidik saya sejak bayi hingga dewasa. Tentu lah tak terlewat hari-hari mereka tanpa mendoakan saya. Sungguh rasanya doa mereka lah yang menjadikan saya menjadi seperti sekarang ini. Alhamdulillah, bi idznillah.

Entah bagaimana mereka menghadapi semuanya ketika saya akhirnya menikah, melepaskan saya untuk berkeluarga sementara saya “hanya” seorang anak perempuan. Namun doa mereka juga mungkin yang menjadikan saya menikah dengan seorang suami yang sangat pengertian yang tidak segan mengantarkan saya ke rumah orang tua agar saya dapat menyenangkan hati mereka, berbakti kepada orang tua walau saya sudah berkeluarga.

Alhamdulillah suami pun selalu berusaha meluangkan waktu untuk orangtuanya, mengajak saya bersama anak-anak saya ke rumah orang tuanya untuk menyenangkan hati mereka, membantu mereka sesuai kemampuannya. Suami saya sangat memahami betapa berharganya waktu seorang anak bersama orangtuanya di masa tua sehingga ia tak segan untuk rutin ke rumah orang tuanya dan juga mengantarkan saya untuk bertemu orang tua saya. Masya Allah.

Hufth, pikiran saya pun melambung ke masa depan, membayangkan bagaimana anak-anak perempuan saya nanti menikah dan berkeluarga. Akankah suami-suami mereka mengantarkan mereka ke rumah saya..

Saya hanya bisa berdoa semoga anak-anak perempuan saya mendapatkan suami yang shalih. Semoga mereka mau mengantarkan anak-anak perempuan saya apabila anak-anak saya ingin pulang ke rumah saya.

Akankah di antara friendlist saya adalah calon besan saya? Hanya Allah yang tahu. Semoga saja para calon besan saya sudah membaca tulisan saya ini sebelum menikahkan anaknya dengan anak saya sehingga mereka dapat menasihati anaknya ketika sudah berkeluarga dengan anak saya untuk tidak segan mengunjungi saya.

Semoga Allah mudahkan segala urusan.

Umm Sumayyah
Ibu 4 Anak Perempuan

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Singgasana Gym, Tempat Fitness Khusus Muslimah di Makassar

Next Post

Resep Sayur Bayam Tumis Wortel

Next Post

Resep Sayur Bayam Tumis Wortel

Subhanallah, 3 Bayi Kembar Lahir di Palestina, Namanya Sangat Unik

Ketika Jurnalis Mencuit di Sosial Media

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9278 shares
    Share 3711 Tweet 2320
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4200 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2555 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11742 shares
    Share 4697 Tweet 2936
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • BMKG Lakukan Paper Test untuk Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Refleksi Bumi yang Berguncang: Ketika Empat Gunung Meletus Bersamaan dan Pesan di Baliknya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga