ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 19 November 2019 | 22 Rabiul Awwal 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
OASE

Anak Perempuan dan Orangtuanya

30 December 2017 07:21:46
Kisah, anak perempuan. Mutiara wahiddin,
Ilustrasi (Tumblr)

ChanelMuslim.com - Hampir setiap akhir pekan saya ke rumah orang tua. Saya sudah memutuskan tidak ada akhir pekan terbaik kecuali jalan-jalan ke rumah orang tua saya. Setiap kali ada kesempatan jalan-jalan di waktu lain pun pasti saya akan memilih ke rumah orang tua saya.

Walau kadang hanya sebentar, datang sore dan pulang malam harinya, sering juga saya menginap bersama suami dan anak-anak kami. Saya sangat tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk bertemu orang tua saya.

Entahlah..

Setiap kali saya datang ke rumah orang tua saya, saya merasa betapa banyak waktu yang telah berlalu sementara saya belum cukup banyak berbakti kepada orang tua saya. Betapa banyak kesempatan yang tidak saya manfaatkan untuk berbakti kepada orang tua saya ketika saya mampu melakukannya, terutama dulu sebelum saya menikah. Kini setelah menikah saya sudah sibuk mengurus suami dan anak-anak. Karena itulah saat saya datang ke rumah orang tua saya maka saya merasa inilah kesempatan saya untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada, meluangkan waktu untuk mereka.

Kalau kata ibu saya sudah tua itu senangnya bercerita, tapi siapa yang mau mendengar kalau tidak ada siapa-siapa. Karena itu, setiap saya datang, saya berusaha untuk ngobrol dengan ibu saya.

Saya senang mendengar ibu saya bercerita. Saya suka memandang ibu saya saat bercerita. Memperhatikan kerutan di wajahnya, terkadang terucap dalam hati saya "Dari mana saja saya, kenapa saya tidak tahu kapan kerutan itu mulai muncul kali pertama.."

Entahlah, saya merasa telah kehilangan banyak waktu bersama ibu saya. Untuk sekolah, kuliah, nge-kos, menikah, hijrah bersama suami dan kini mengurus anak-anak. Apalagi ayah saya, entah kapan saya pernah dekat dengan ayah saya seperti saya dekat dengan ibu saya. Mungkin begitu lah seorang ayah. Saya tidak pernah tahu pendapatnya tentang saya. Tapi saya tahu ayah saya senang kalau sudah ketemu cucu-cucunya, anak-anak saya.

Kadang ayah memanggil anak saya dengan nama saya. Kata Ibu, "Ayah kau suka teringat kau masih kecil dulu, makanya selalu salah panggil. Manggil cucu malah pakai nama kau." Masya Allah, ternyata kecilnya saya masih ada dalam ingatan ayah saya.

Hufth... pikiran saya pun melambung ke masa lalu ketika saya masih kecil. Orang tua saya tentu bahagia sekali ketika saya baru lahir, dengan kasih sayang mereka merawat saya, menjaga saya, membesarkan saya, mendidik saya sejak bayi hingga dewasa. Tentu lah tak terlewat hari-hari mereka tanpa mendoakan saya. Sungguh rasanya doa mereka lah yang menjadikan saya menjadi seperti sekarang ini. Alhamdulillah, bi idznillah.

Entah bagaimana mereka menghadapi semuanya ketika saya akhirnya menikah, melepaskan saya untuk berkeluarga sementara saya "hanya" seorang anak perempuan. Namun doa mereka juga mungkin yang menjadikan saya menikah dengan seorang suami yang sangat pengertian yang tidak segan mengantarkan saya ke rumah orang tua agar saya dapat menyenangkan hati mereka, berbakti kepada orang tua walau saya sudah berkeluarga.

Alhamdulillah suami pun selalu berusaha meluangkan waktu untuk orangtuanya, mengajak saya bersama anak-anak saya ke rumah orang tuanya untuk menyenangkan hati mereka, membantu mereka sesuai kemampuannya. Suami saya sangat memahami betapa berharganya waktu seorang anak bersama orangtuanya di masa tua sehingga ia tak segan untuk rutin ke rumah orang tuanya dan juga mengantarkan saya untuk bertemu orang tua saya. Masya Allah.

Hufth, pikiran saya pun melambung ke masa depan, membayangkan bagaimana anak-anak perempuan saya nanti menikah dan berkeluarga. Akankah suami-suami mereka mengantarkan mereka ke rumah saya..

Saya hanya bisa berdoa semoga anak-anak perempuan saya mendapatkan suami yang shalih. Semoga mereka mau mengantarkan anak-anak perempuan saya apabila anak-anak saya ingin pulang ke rumah saya.

Akankah di antara friendlist saya adalah calon besan saya? Hanya Allah yang tahu. Semoga saja para calon besan saya sudah membaca tulisan saya ini sebelum menikahkan anaknya dengan anak saya sehingga mereka dapat menasihati anaknya ketika sudah berkeluarga dengan anak saya untuk tidak segan mengunjungi saya.

Semoga Allah mudahkan segala urusan.

Umm Sumayyah

Ibu 4 Anak Perempuan



Penulis : Juwietha Fajar Hari
Bergabung di Oase ChanelMuslim.com sejak 01 January 2015

Tanggung jawab isi konten tulisan member oase diluar tanggung jawab redaksi

Anda bisa mengirimkan tulisan untuk rubrik oase di halaman ini atau silakan melakukan registrasi untuk anda yang belum terdaftar disini.
 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
Bantu Pengungsi Gempa Maluku bersama Chanel Muslim
 
TOPIK :
kisah
anak perempuan. mutiara wahiddin
 
BERITA LAINNYA
 
 
OASE
17 October 2017 05:54:37

Siapakah Saya?

 
OASE
02 February 2018 01:22:56

Dari Sejarah Hingga Berjamaah Hapus Tato

 
 
OASE
25 September 2017 11:08:58

Apakah Akhirnya Kita Seperti Burung Beo Itu

 
OASE
11 October 2017 10:02:03

Pede Menjadi Remaja Muslim

indonesia dermawan, act, aksi cepat tanggap, cmm peduli
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284