• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Mengetahui Vaksin Covid-19 dalam Proses Produksinya

06/12/2021
in Berita
Mengetahui Vaksin Covid-19 dalam Proses Produksinya

Mengetahui Vaksin Covid-19 dalam Proses Produksinya

87
SHARES
673
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Pihak Komisi Fatwa MUI yaitu KH. Miftahul Huda selaku Sekretaris Komisi Fatwa menyampaikan standar produk obat-obatan dan vaksin Covid-19 dalam proses produksinya dalam webinar yang diadakan oleh Halal Corner dengan tema “Vaksin Haram, Daruratkah?” pada Ahad, (05/12/2021).

Karena hal ini membuat dillema bagi umat muslim dalam menentukan pilihan apalagi ditambah dengan ketetapan dari pemerintah bahwa masyarakat hanya boleh menggunakan fasilitas umum jika sudah dilakukan Vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

“Yang perlu diperhatikan adalah tidak (intifa’) dengan Babi dan turunannya. tidak menggunakan bahan najis, tidak menggunakan bahan dari tubuh manusia, tidak membahayakan, dan tidak disalahgunakan,” ujar KH. Miftahul Huda.

Baca Juga : Saudi Batasi Izin Umrah Bagi yang Terima Dua Dosis Vaksin COVID-19

Mengetahui Vaksin Covid-19 dalam Proses Produksinya

Sinovac (Suci dan Halal)

KH. Miftahul Huda menjelaskan bahwa vaksin sinovac dalam proses produksinya tidak memanfaatkan (intifa’) babi bahan yang tercemar babi dan turunannya, dan tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz’minal insan).

Dalam prosesnya vaksin Sinovac bersentuhan dengan barang najis mutawassithah, sehingga dihukumi mutanajjis, tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar’i (tathhir syar’i).

Dia menegaskan fasilitas produksi yang digunakan yang suci dan hanya digunakan untuk produks vaksin covid-19 dan peralatan dan pensucian dalam proses produksi vaksin di PT. Bio Farma (Persero) dipandang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar’i (tathhir syar’i).

Zifivaxtm (Suci dan Halal)

Vaksin Zidivaxtm tidak memanfaatkan (intifa’) babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya, tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia (juz’ minal insan).

“Vaksin Zidivaxtm memanfaatkan sel ovarium hamster China, di mana hewan tersebut sudah ditetapkan fatwa kehalalan dan kebolehan pemanfaatan selnya untuk bahan obat dan vaksin. Menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19,” kata alumni Program Pra Kuliah Syariah di LIPIA.

Sinopharm (Haram dan Boleh Digunakan)

Dia mengatakan dalam proses pembuatan vaksin ini terdapat penggunaan bahan turunan babi pada dua tahap yaitu: Tahap penyiapan Working Vero Cell sebagai inang virus digunakan trypsin (2158591) berasal dari perusahaan Gibco Germany dan France. Dari dokumen pendukung bahan, diperoleh informasi bahwa tripsin tersebut bersumber dari Porcine (babi).

Tahap produksi master virus seed (bibit virus) digunakan tripsin (1881101) dari Life Technology, USA. Dari dokumen pendukung bahan, diperoleh informasi bahwa tripsin tersebut bersumber dari Porcine (babi).

Baca Juga : Ribuan Warga Australia Demo Menolak Vaksinasi COVID-19

AstraZeneca, Sinopharm, & Pfizer (Haram dan boleh Digunakan)

KH. Miftahul Huda selaku Sekretaris Komisi Fatwa MUI menyatakan MUI menetapkan kebolehan penggunaan Vaksin Covid-19 produk AstraZeneca dengan pertimbangan sebagai berikut:

a. Ada kondisi kebutuhan yang mendesak (hajah syar’iyyah);

b. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya (resiko fatal) jika tidak
segera dilakukan vaksinasi Covid-19;

c. Ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19
guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity);

d. Ada jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah; dan

e. Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia.

Acara webinar yang diadakan pada tanggal 5 Desember 2021 ini diharapkan menjawab kebimbangan umat Muslim dalam memilih vaksin covid19. [wmh]

 

 

Tags: Mengetahui Vaksin Covid-19 dalam Proses Produksinya
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Vaksin Haram, Daruratkah? Ini Penjelasan MUI

Next Post

RQV Indonesia Salurkan Bantuan Wakaf Quran di Daerah Kepulauan, Aceh Singkil

Next Post
RQV Indonesia Salurkan Bantuan Wakaf Quran di Daerah Kepulauan, Aceh Singkil

RQV Indonesia Salurkan Bantuan Wakaf Quran di Daerah Kepulauan, Aceh Singkil

Intip 8 Brand Fashion Lintas Negara di Fashion Show Together(E) International Virtual Modest Fashion Summit

Intip 8 Koleksi Brand Fashion Lintas Negara di Fashion Show Together(E) International Virtual Modest Fashion Summit

Resep Kue Talam Ubi Kuning Lembut dan Legit

Resep Kue Talam Ubi Kuning Lembut dan Legit

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8856 shares
    Share 3542 Tweet 2214
  • Inilah Para Pemain Muslim Tim Swiss di Piala Eropa 2020

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11570 shares
    Share 4628 Tweet 2893
  • Kisah Teladan Tsabit bin Dahdah yang Menukar Hartanya dengan Surga

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2266 shares
    Share 906 Tweet 567
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1432 shares
    Share 573 Tweet 358
  • ParagonCorp Bersama Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta Resmikan Revitalisasi Halte Swadarma yang Lebih Inklusif

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3457 shares
    Share 1383 Tweet 864
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga