• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 10 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Tugas Berat Ulama Itu Mendidik Keluarga

05/01/2025
in Nasihat
Antara Tetap Tunggal atau Menerima Pasangan Baru

Ilustrasi, foto: aljumuah.com

84
SHARES
647
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ULAMA mendidik umat itu tugas berat dan mulia. Tapi, tugas mendidik keluarga sendiri jauh lebih berat lagi.

Ada sebuah kisah menarik tentang seorang ulama ternama di Mesir pada tahun 900-an hijriyah. Beliau adalah Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, seorang pakar ilmu hadis, fikih, dan tasawuf.

Beliau menimba ilmu Islam sejak masih belia. Sudah hafal Al-Qur’an di usia sebelum 10 tahun. Beliau belajar Islam dari para ulama di Mesir, Mekah, dan tempat-tempat lain yang menjadi pusat ilmu Islam.

Tidak heran jika pada usia 20 tahun, para gurunya sudah mengizinkan ulama yang masa kecilnya yatim piatu ini untuk berfatwa. Ia kerap melakukan rihlah ilmiyah atau pengembaraan untuk mengejar ilmu-ilmu Islam di belahan dunia.

Di masa puncaknya, Imam Al-Haitami diamanahkan sebagai hakim agung di Mesir. Jika ia sudah berfatwa, maka tidak ada ulama lain yang akan menyelisihi pendapatnya.

Ada yang menarik dari sisi lain kehidupan beliau. Yaitu, tentang istri Imam Al-Haitami. Memang kisah ini tidak disebutkan kapan terjadinya: apakah di awal pernikahan, pertengahan, atau di masa tuanya.

Ada semacam kesenjangan gaya hidup antara Al-Haitami dengan istrinya. Al-Haitami sudah mandarah daging hidup dalam kesederhanaan, sementara istrinya ingin lebih dari itu.

“Aku ingin mandi di kolam air panas,” ucap istri beliau. Kolam air panas itu khusus untuk wanita dan biasanya dikunjungi oleh mereka yang berpenghasilan menengah ke atas.

Imam Al-Haitami tidak menyangkal keinginan istrinya itu. Masalahnya, ia harus menabung agar bisa membayar uang masuk di pemandian itu. Dan itu perlu beberapa hari.

Setelah uang terkumpul, Al-Haitami mengajak istrinya menuju pemandian. Istrinya senang luar biasa.

Tapi, saat tiba di lokasi, keduanya tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga. “Kenapa?” tanya Al-Haitami.

Penjaga itu menjelaskan kalau pemandian air panas itu sedang disewa oleh istri seorang tokoh. Pemandian saat itu hanya untuk ‘tamu undangan’.

“Silakan Anda datang esok hari,” ucap sang penjaga.

Tentu saja istri Al-Haitami kecewa. Sudah susah menabung, datang dari lokasi yang jauh; eh disuruh balik lagi karena tempat dicarter oleh orang lain.

Saat itulah, terucap kalimat sang istri yang menyentak Al-Haitami. Kira-kira, “Ilmu yang banyak tapi tidak bisa mendatangkan uang yang banyak, gimana?”

Al-Haitami terkejut. Ia pun ingin memberikan pelajaran khusus kepada istrinya. Ia menjelaskan bahwa hidup sederhana itu bukan nasib yang ia terima, tapi merupakan pilihan hidupnya.

Untuk membuktikan itu, Al-Haitami mengajak istrinya ke sebuah sumur. Ia menimba sumur itu dengan sebuah ember. Istrinya menunggu yang dilakukan suaminya itu.

Ternyata, bukan air yang dari menimba di sumur itu. Melainkan, uang dinar emas. Penuh seember.

“Apa cukup?” tanya Al-Haitami. Istrinya langsung menjawab, “Belum!”

Al-Haitami menimba lagi. Satu ember dinar emas didapatkan lagi. Ia bertanya lagi ke istrinya, “Apa cukup?”

Istrinya menjawab, “Belum!” Hingga, di timbaan yang ketiga baru dirasa cukup oleh sang istri.

Al-Haitami pun mengatakan, “Baiklah, sekarang kamu bisa memilih. Pilih semua dinar emas ini dan kita akan berpisah untuk selamanya. Atau, kamu memilih tetap bersamaku, dan semua dinar emas ini kumasukkan lagi ke sumur.”

“Ya sudah, balikkan saja satu ember dan kita tetap bersama,” ucap istrinya.

“Tidak bisa!” tegas Al-Haitami.

“Balikkan saja dua ember dan kita tetap bersama,” ucap istrinya lagi.

“Tidak bisa!” ucap Al-Haitami lagi.

“Baiklah, sisakan satu dinar saja untuk kita manfaatkan hari ini dan kita tetap bersama,” ucap istrinya lagi.

“Tidak bisa!” suara Al-Haitami tak bisa ditawar lagi.

Dengan izin Allah, istri Al-Haitami tersadar. Ia lebih memilih tetap bersama Al-Haitami dan melepas semua keinginan duniawinya.

**

Kadang, mendakwahi keluarga sendiri jauh lebih berat dibandingkan mendakwahi orang lain. Tapi di situlah kuncinya: jika mendakwahi keluarga sendiri saja tidak becus, bagaimana mungkin bisa sukses mendakwahi orang lain.

Butuh keikhlasan, ketegasan, dan kesabaran; agar sambil menyelam bisa tetap minum air, sambil mendakwahi orang lain juga tetap sukses membereskan keluarga sendiri. [Mh]

Tags: Tugas Berat Ulama Itu Mendidik Keluarga
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Reuni Versi Kondangan

Next Post

Mulai Hari Ini, Pemerintah Jalankan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah

Next Post
Mulai Hari Ini, Pemerintah Jalankan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah

Mulai Hari Ini, Pemerintah Jalankan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah

Bolehkah Orang tua Pilih Kasih

Nak, Jagalah Allah

Es Krim Warisan Peradaban Islam

Es Krim Warisan Peradaban Islam

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    198 shares
    Share 79 Tweet 50
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Jangan Terbawa Arus

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    206 shares
    Share 82 Tweet 52
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Resep Singkong Keju Goreng

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7815 shares
    Share 3126 Tweet 1954
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    535 shares
    Share 214 Tweet 134
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga