SEDERHANA itu pilihan, bukan terpaksa. Itulah ketika seseorang memahami arti hidup yang sebenarnya.
Di antara wanita sekitar Rasulullah yang sangat luar biasa adalah Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau wafat di usia sekitar 68 tahun, pada tahun 58 hijriah.
Sepeninggal Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam, banyak hal yang digeluti Sayyidah Aisyah. Mulai dari tarbiyah dan dakwah, menjelaskan tentang hadis kepada para sahabat, terjun ke dunia politik, bahkan jihad.
Dalam hal ilmu hadis, Sayyidah Aisyah kerap menjadi rujukan. Seorang sahabat senior bernama Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, kalau kami butuh penjelasan tentang sebuah hadis, maka kami merujuk kepada Sayyidah Aisyah. Dan masalah pun terjawab.
Sayyidah Aisyah pernah meluruskan para fuqaha masa generasi kedua para sahabat. Saat itu, mereka mengharamkan shalat di depan wanita yang sedang tidur. Pendapat ini langsung diluruskan Sayyidah Aisyah. Menurutnya, Nabi pernah shalat menghadap ke dirinya yang sedang tidur.
Sayyidah Aisyah sendiri tergolong empat besar sahabat yang meriwayatkan hadis Nabi. Yang pertama Abu Hurairah, kedua Abdullah bin Umar, ketiga Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhum; dan yang keempat Sayyidah Aisyah.
Jumlah hadis yang beliau riwayatkan sebanyak 2.210 hadis. Imam Bukhari dan Imam Muslim mengambil sumber hadis di antaranya dari Sayyidah Aisyah.
Meskipun tergolong orang terdekat Nabi, beliau tetap hidup sederhana. Beliau pernah dihadiahi uang oleh Khalifah Muawiyah sebesar 100 ribu dirham. Kira-kira setara dengan 10 miliar rupiah. Namun, seluruh uang itu beliau sedekahkan hingga tak bersisa.
Menjelang Wafat
Putri Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dari ibu Ummu Rumman radhiyallahu ‘anhum ini mengalami sakit berbulan-bulan sebelum wafat.
Saat sakit, Sayyidina Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjenguk beliau. Sahabat yang juga keponakan Nabi ini memuji keutamaan Sayyidah Aisyah. Tapi, beliau menolaknya dan tetap merendah.
Sebelum wafat, Sayyidah Aisyah menyampaikan wasiat. Antara lain, ia minta dimakamkan ndi malam hari, dan tidak dimakamkan di kamarnya bersama dengan makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia meminta dimakamkan di pemakaman umum bersama dengan istri-istri Nabi yang lain.
Satu-satunya istri Nabi yang dinikahkan saat gadis ini wafat pada malam 17 Ramadan 58 hijriah. Shalat jenazahnya diimami oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dimakamkan oleh para keponakannya: Abdullah bin Zubair, Urwah bin Zubair, Qasim bin Muhammad, dan lainnya.
**
Sederhana itu bukan sekadar tentang penampilan dan kepemilikan aset. Melainkan juga tentang sikap rendah hati dari posisi tinggi yang dinilai banyak orang.
Hidup sederhana juga sebagai pilihan, sebuah ketetapan sikap yang didasari prinsip hidup. Bukan karena keterpaksaan, atau tidak ada pilihan lain.
Belajarlah hidup sederhana meski dalam keadaan kaya. Belajarlah selalu sederhana di dunia karena ingin hidup kaya di akhirat kelak. [Mh]


