• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 25 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Tetap Berjuang meski Cacat

04/10/2026
in Nasihat
Rasulullah dan Sahabat pun Harus Kerja Keras

Ilustrasi, foto: freepik.com

68
SHARES
523
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CACAT tidak menjadi alasan untuk malas berjuang. Setidaknya, disesuaikan dengan kemampuan.

Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat Nabi yang cacat. Ia bernama Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu. Matanya buta sejak kecil.

Kebutaan menjadikan hatinya begitu sangat peka. Ia tergolong sahabat Nabi yang pertama masuk Islam. Selain itu, Abdullah juga mengenal dekat Nabi sejak kecil. Ia masih sepupu dengan istri Nabi: Sayyidah Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha.

Kedudukannya di sisi Allah begitu mulia. Bahkan, kisahnya ingin belajar Islam dengan Nabi menjadi sebab turunnya Surah Abasa.

Tergolong yang Pertama Hijrah ke Madinah

Abdullah bin Ummi Maktum tergolong sahabat yang pertama hijrah ke Madinah. Meski ada keterbatasan fisik, semangatnya menunaikan perintah Allah untuk berhijrah tetap tinggi. Ia tercatat sebagai sahabat Nabi yang masuk dalam rombongan kedua setelah Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu.

Di Madinah, ia mengambil peran sangat penting untuk membantu Mush’ab bin Umair. Ia menjadi guru Al-Qur’an untuk warga Madinah yang baru mengenal Islam.

Selain sebagai guru Al-Qur’an, beliau juga menjadi muazin selain Bilal. Terutama dalam mengumandangkan azan Subuh.

Menjadi Pejabat Pengganti Rasulullah

Selain sebagai guru Al-Qur’an, Abdullah juga kerap diamanahkan Nabi sebagai pejabat pengganti. Yaitu, ketika Rasulullah dan para sahabat berangkat jihad.

Di antara jihad yang menjadikan Abdullah sebagai pejabat pengganti Nabi di Madinah adalah Perang Uhud, Khandak, Penaklukan Bani Nadhir, dan Perjanjian Hudaibiyah.

Selain sebagai pejabat pengganti, Abdullah bin Ummi Maktum juga sebagai imam shalat di Masjid Nabawi, menggantikan posisi Rasulullah.

Bersikeras untuk Ikut Jihad

Abdullah bin Ummi Maktum sebenarnya ingin sekali ikut dalam barisan jihad. Di masa Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, keinginan itu akhirnya tak tertahankan. Ia bersikeras untuk ikut dalam barisan jihad Al-Qadishiyah. Jihad itu merupakan upaya penaklukan wilayah Persia.

Di bawah komando Saad bin Abi Waqash, Abdullah bin Maktum akhirnya bisa merasakan suasana berjihad. Ia mengenakan baju besi. Dan di peperangan itulah, Abdullah bin Ummi Maktum syahid.

Inilah rupanya yang selama ini ia idam-idamkan. Meski buta, ia ingin mati dalam jihad fi sabilillah. Dan Allah subhanahu wata’ala mengabulkan keinginannya.

**

Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya. Tapi, tidak semua hamba Allah merasa dirinya tak sanggup.

Dorongan iman dan semangat jihad, bahkan orang yang dimaklumi tak sanggup pun bisa bangkit dan melupakan kekurangan fisiknya.

Yang terbatas itu fisiknya. Tapi, jiwa dan semangatnya tetap menyala melampaui mereka yang normal.

Semoga ini menjadi cerminan kita bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk tetap berdakwah dan berjihad. [Mh]

 

Tags: Tetap Berjuang meski Cacat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Beberapa Cara Mengenakan Pelembab Wajah dengan Tepat

Next Post

Sahlah binti Suhail dan Kisah Teladannya untuk Para Muslimah

Next Post

Sahlah binti Suhail dan Kisah Teladannya untuk Para Muslimah

Begini Cara agar Mata Tidak Perih Saat Mengupas Bawang

Begini Cara agar Mata Tidak Perih Saat Mengupas Bawang

Nilai Sebuah Momentum

Nilai Sebuah Momentum

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9603 shares
    Share 3841 Tweet 2401
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1398 shares
    Share 559 Tweet 350
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2557 shares
    Share 1023 Tweet 639
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2488 shares
    Share 995 Tweet 622
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga