KEMATIAN adalah perjalanan yang pasti akan dilalui setiap manusia. Sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan, setinggi apa pun jabatan yang diraih, dan sepopuler apa pun seseorang di dunia, semuanya tidak akan dibawa ketika ajal menjemput. Ada satu bekal yang akan tetap menyertai manusia setelah meninggalkan kehidupan dunia, yaitu amal perbuatannya.
Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah menyampaikan sebuah nasihat yang bermakna, bahwa siapa pun yang memasuki kubur tanpa membawa bekal, seakan-akan mengarungi lautan tanpa kapal. Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju akhirat membutuhkan persiapan. Tanpa bekal yang cukup, manusia akan menghadapi perjalanan panjang dengan penuh kesulitan.
Baca Juga: Tak Hanya Sekadar Menyegarkan Ini Manfaat Air Nabeez Kurma bagi Kesehatan
Sebaik-baik Bekal Sebelum Memasuki Alam Kubur
Bekal tersebut bukan berupa kekayaan atau kemewahan dunia, melainkan ketakwaan kepada Allah SWT dan amal saleh yang dilakukan selama hidup.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 197, yang artinya, “Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Ayat ini mengajarkan pentingnya mempersiapkan diri sebelum melakukan perjalanan. Jika perjalanan haji saja membutuhkan persiapan, terlebih perjalanan menuju akhirat yang jauh lebih panjang. Oleh karena itu, setiap kesempatan hidup seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, membantu sesama, dan menjauhi perbuatan yang dilarang Allah.
Harta dan jabatan yang dimiliki pun hendaknya menjadi sarana untuk berbuat kebaikan. Kekayaan dapat digunakan untuk bersedekah, membantu orang yang membutuhkan, dan mendukung kegiatan yang bermanfaat. Jabatan dapat dimanfaatkan untuk menegakkan keadilan serta memberikan kemudahan bagi orang lain. Dengan demikian, nikmat dunia tidak sekadar menjadi kebanggaan, tetapi juga jalan untuk mengumpulkan pahala.
Kubur merupakan persinggahan pertama dalam perjalanan akhirat. Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa keselamatan di alam kubur menjadi perkara penting, sebab perjalanan setelahnya akan lebih mudah bagi orang yang selamat, sedangkan bagi yang tidak selamat, perjalanan berikutnya akan semakin berat.
Karena itu, Allah SWT mengingatkan orang-orang beriman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 agar memperhatikan apa yang telah dipersiapkan untuk hari esok. Ayat tersebut mengajak setiap manusia melakukan introspeksi dan mengevaluasi amalnya sebelum kesempatan hidup berakhir.
Ketika seseorang meninggal dunia, keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya tetap menyertainya. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Rumah megah, kendaraan mewah, serta popularitas tidak dapat menggantikan amal saleh yang telah dilakukan.
Maka, jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat kita lupa mempersiapkan akhirat. Perbanyaklah istigfar, jaga salat, tunaikan hak orang lain, bersedekah, dan lakukan kebaikan dengan ikhlas. Kita tidak pernah tahu kapan waktu terakhir akan tiba.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri, mengaruniakan akhir hidup yang baik, serta menjadikan ketakwaan dan amal saleh sebagai bekal terbaik ketika memasuki alam kubur. [DW]





