• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Pelihara Setan di Hati Kita

22/04/2024
in Nasihat
Pesan di Balik Mitos

Ilustrasi, foto: selebrities.id

106
SHARES
818
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HATI itu wadah yang bisa menampung apa saja. Termasuk makhluk jahat yang disebut setan.

Kelak di Hari Akhir, Iblis si raja setan diberikan kesempatan berpidato. Iblis mengatakan, jangan salahkan aku karena kalian ingkar. Salahkan diri kalian sendiri karena mau ‘berteman’ dengan setan.

Iblis dan setan memang sudah jelas salah. Sudah jelas jahat. Pertanyannya, kenapa kita bisa berteman dengan mereka?

Kitalah tuan terhadap hati kita sendiri. Seperti wadah, kita sendirilah yang rela menampung yang disukai. Dengan kerelaan kita menampung asma Allah dalam hati kita. Dan dengan kerelaan pula, kita menampung setan dalam hati kita.

Setan memang datang dengan tipu daya. Ketika dia belum dapat tempat di hati, dia akan menggoda. Dia memposisikan diri sebagai teman.

Ketika kita ‘welcome’ dengan kehadiran setan di hati, kita sebenarnya sedang ‘memelihara’ setan. Kita memberinya tempat tinggal. Kita menyediakan makan. Kita menemaninya dengan perilaku yang dia suka. Bahkan, kita juga memanjakannya.

Setan tahu benar bahwa simbiosis mutualisme antara dia dengan mangsanya ada di nafsu. Seolah nafsu menjadi tunggangan ideal untuk bisa mengendalikan mangsanya.

Awalnya sebagai teman. Tapi pada akhirnya setan akan menjadi tuan dari mangsanya. Dia yang akan menjadi pengendali.

Persis seperti seseorang yang memelihara anak serigala. Ketika kecil begitu lucu dan menggemaskan. Tapi ketika besar, dia memangsa tuannya. Bahkan, setan lebih jahat dari itu. Karena setan mengajak mangsanya untuk melawan Allah subhanahu wata’ala.

Hal ini Allah firmankan dalam Surah Al-Baqarah ayat 169: “Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui.”

Jadi, setan bukan hanya memotivasi kita untuk korupsi, untuk berzina, untuk membunuh, untuk zalim kepada yang lemah, untuk durhaka pada ayah bunda, untuk berkhianat pada saudara seiman; tapi juga membangkang Allah subhanahu wata’ala.

Kalau Allah mengajarkan hablum minalla dan hablum minannas, setan sebaliknya: jahat kepada manusia dan melawan Allah.

Ada sedikit catatan, setan tidak memaksa. Setan tidak mengancam. Setan tidak juga membunuh kita jika melawannya. Setan hanya memberikan ‘inspirasi’: kehadiran tanpa wujud.

Sekali lagi, kitalah yang mempersilakan setan mengendalikan hati kita. Kuncinya satu: jangan manjakan nafsu. Jika kendaraannya dikekang, setan tak bisa berbuat banyak.

Pertanyaannya kembali ke kita: apakah kita ingin berteman atau memusuhi setan? Lakukan apa yang tidak disukai nafsu, maka setan akan tersiksa. Tapi jika ingin memeliharanya, silakan manjakan nafsu sesuka yang diinginkan. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Jangan Pelihara Setan di Hati Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tiga Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Next Post

Mengenal Cloud Kitchen, Bisnis Model Dapur Bersama

Next Post
Utang Pemerintah Jadi Beban Berat Negara

Mengenal Cloud Kitchen, Bisnis Model Dapur Bersama

Resensi Buku Hidup Tenang di Kejar-Kejar Rezeki, Karya Zainal Abidin

Resensi Buku Hidup Tenang Dikejar-Kejar Rezeki, Karya Zainal Abidin

Menyikapi Ajaran Marxisme

Hari Buku Sedunia 2024, Komunitas Ayo Less Waste Ajak Tingkatkan Literasi

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8552 shares
    Share 3421 Tweet 2138
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11390 shares
    Share 4556 Tweet 2848
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3848 shares
    Share 1539 Tweet 962
  • Rakerwil Salimah Jakarta Konkretkan Kesolidan untuk Program Berdampak

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Makna 4 Sumpah Allah Pada Surah At-Tiin

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga