• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Bawa Pulang ‘Sampah’

15/02/2024
in Nasihat
‘Yin Yang’ Mitos-mitos Rakyat

Ilustrasi, foto: pinterest.es

78
SHARES
599
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JANGAN pernah membawa pulang ‘sampah’. Biarkan rumah selalu bersih: fisik maupun batin.

Sudah menjadi kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat jika pulang dari jihad tidak langsung ke rumah. Nabi dan para sahabat ‘bersih-bersih’ dahulu di masjid.

Mereka biasanya bersih-bersih badan dan pakaian, berzikir, shalat, dan juga istirahat sejenak. Biasanya momen kumpul itu juga dimanfaatkan orang-orang munafik untuk minta pemakluman Nabi karena tidak bisa ikut berjihad.

Setelah semua urusan rampung, barulah mereka pulang ke rumah. Dan mungkin juga mereka pulang ke rumah dengan membawa ghanimah dari Nabi.

Cara ini efektif membersihkan fisik dan jiwa para sahabat untuk melepas semua ‘sampah’ agar tidak ikut masuk ke rumah. Sampah apa saja?

Tentu banyak. Misalnya, ‘sampah’ kemarahan, rasa sakit, kecewa atau dendam, mungkin juga rasa takut, stress, dan lainnya.

Jadi, ketika mereka kembali ke rumah, ketika berjumpa dengan istri dan anak-anak; segala ‘sampah’ itu sudah bersih. Setidaknya tidak mengotori suasana bahagia itu.

Saat ini, begitu banyak aktivitas kita di luar yang menyisakan ‘sampah’. Mulai dari aktivitas di kantor, di pasar, di tempat kerja, di tempat pergaulan, dan lainnya.

‘Sampah’nya beragam. Ada ‘sampah’ kemarahan, ‘sampah’ buruk sangka, ‘sampah’ stress, ‘sampah’ dendam, dan lainnya.

Ketika ‘sampah-sampah’ itu ikut masuk ke rumah, maka otomatis rumah akan terimbas kotorannya. Yang jadi korban bukan hanya pada suasana kasih sayangnya, tapi juga orang-orang yang sepatutnya tidak ikut ‘kecipratan’ kotoran sampah itu.

Rasanya memang tidak perlu harus mampir dahulu ke masjid. Tapi, harus ada latihan bahwa ‘sampah-sampah’ itu sudah ditinggal saat dalam perjalanan.

Sebelum tiba di rumah, bangunan suasana lain dalam hati bahwa yang akan dijumpai adalah cinta: rasa kasih dan sayang, rindu, dan berbagi kebahagiaan bukan berbagi beban.

Jika memang ada rezeki lebih, bisa mampir ke toko untuk membeli oleh-oleh sekadarnya. Cara ini juga efektif membangun suasana baru dalam hati agar yang pertama kali dijumpai di rumah adalah senyum bahagia.

Ucapkan salam dengan tulus. Dan tanyakan hal-hal yang dialami anggota keluarga di rumah. Bukan mengajak bicara hal-hal yang tidak mereka alami.

Ketika kita tiba di rumah, jadikan sosok kita sebagai yang paling ditunggu dan diharapkan. Bukan sosok yang biasa saja: ada tidaknya tidak mempengaruhi apa-apa.

Sekali lagi, tanyakan apa yang dialami anggota keluarga, bukan terlebih dahulu menceritakan yang kita tidak nyaman dalam perjalanan, yang mengesalkan di luar sana, dan lainnya.

Semai cinta di rumah kita. Seperti ungkapan bijak yang kita sudah pahami: baiti jannati. Rumahku surgaku. [Mh]

 

 

 

Tags: Jangan Bawa Pulang ‘Sampah’
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah Inspiratif Belarmino, Mantan Buruh Pabrik yang Hijrah Jadi Petani dan Sukses Sekolahkan Anak Hingga Sarjana

Next Post

Tidak Gagap dan Tidak Canggung Menjadi Ibu Rumah Tangga

Next Post
Tidak Gagap dan Tidak Canggung Menjadi Ibu Rumah Tangga

Tidak Gagap dan Tidak Canggung Menjadi Ibu Rumah Tangga

BAZNAS Ajak Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Terdampak Bencana di Indonesia

BAZNAS Ajak Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Terdampak Bencana di Indonesia

Seorang Ibu dari 2 Anak Ini Dibunuh oleh Ayahnya, Kemensos Beri Perlindungan

Seorang Ibu dari 2 Anak Ini Dibunuh oleh Ayahnya, Kemensos Beri Perlindungan

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8240 shares
    Share 3296 Tweet 2060
  • Menghina Allah dalam Hati

    454 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3692 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3302 shares
    Share 1321 Tweet 826
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11266 shares
    Share 4506 Tweet 2817
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2060 shares
    Share 824 Tweet 515
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4548 shares
    Share 1819 Tweet 1137
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga