• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Cinta Terakhirnya Lebih Menenangkan

10/03/2026
in Nasihat
Cinta Tak Serumit yang Dibayangkan

Ilustrasi, foto: Wallpaper Cave

68
SHARES
521
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CINTA itu bukan tentang fisik dan kedudukan. Tapi tentang hati dan ketenangan.

Ada kisah lain dalam peristiwa penaklukan Khaibar, tahun ketujuh hijriyah. Sebuah kisah yang tak ada hubungannya dengan perang. Tapi, tentang cinta.

Ketika Khaibar ditaklukan, ada seorang wanita yang menjadi perhatian sebagian sahabat. Ia adalah putri kepala suku Banu Nadhir: Huyay bin Akhthab yang tewas. Juga seorang istri dari petinggi Yahudi Khaibar bernama Kinanah bin Abi Rabi yang juga sudah tewas terbunuh dalam perang. Ia bernama Shafiyah binti Huyay radhiyallahu ‘anha.

Semula Rasulullah sudah mengizinkan seorang sahabat untuk mengambilnya. Tapi, ada sahabat-sahabat lain yang menjelaskan sosok tentang Shafiyah itu.

Sepertinya, Rasulullah khawatir kalau sebagian sahabat merasa tidak adil tentang keputusannya itu. Karena itu, Nabi pun membatalkan persetujuannya. Dan beliau putuskan bahwa Shafiyah akan menjadi istrinya.

Nabi membebaskan Shafiyah. Nabi pun menanyakan kepada Shafiyah apakah ingin tetap beragama Yahudi dan menetap di Khaibar, atau menjadi muslimah dan dinikahkan oleh Nabi. Ternyata, Shafiyah memilih yang kedua.

Di sebuah tempat antara Khaibar dan Madinah, Nabi menyelenggarakan walimahan sederhana pernikahannya dengan Shafiyah. Para sahabat yang hadir disediakan air putih dan kurma.

Nabi pun melangsungkan malam pengantin barunya di sebuah tenda, sebelum perjalanan pulang menuju Madinah. Seorang sahabat bernama Abu Yusuf Al-Anshari bergadang semalaman di dekat tenda Nabi itu. Ia khawatir kalau Shafiyah akan membalas dendam atas kematian ayah dan mantan suaminya.

Ketika itu, Nabi mendapati bekas memar di sebagian wajah Shafiyah. Kenapa? Tanya Nabi.

Shafiyah menceritakan kalau itu bekas tamparan mantan suaminya. Hal itu terjadi setelah Shafiyah menceritakan tentang mimpinya.

Ia menceritakan kalau bermimpi melihat rembulan di Madinah. Begitu terang. Dan tiba-tiba rembulan itu masuk ke rumahnya dan berada di pangkuannya. Hal itulah yang menjadikannya diperlakukan buruk oleh mantan suaminya.

Tentang ayahnya, Shafiyah pernah mendengar pembicaraan antara ayahnya dengan pamannya. Keduanya menceritakan tentang kedatangan Rasul terakhir di Madinah.

Namun ketika Rasulullah tiba di Madinah, ayah dan paman Shafiyah tidak mau masuk Islam.

Di sepanjang perjalanan yang berboncengan dengan Rasulullah dalam satu unta, Shafiyah juga menceritakan tentang sikap awalnya terhadap Nabi.

“Dahulu aku sangat membencimu. Tapi kini, aku mendapatimu jauh lebih baik dari ayah dan mantan suamiku,” ucapnya.

Setibanya di Madinah, istri-istri Rasulullah tampak geger. Mereka mulai merasa cemburu dengan kehadiran Shafiyah. Bayangkan, Rasulullah pernah menyediakan kedua pahanya untuk diinjak Shafiyah agar bisa menunggangi unta.

Kasak-kusuk pun menyeruak. Shafiyah menerima kabar ada yang mengatakan kalau dirinya hanya anak Yahudi. Sementara Aisyah dan Hafshah adalah anak dari dua sahabat dekat Nabi. Ada juga yang anak dari paman Nabi.

Hal itu ia sampaikan kepada Nabi. Nabi mengatakan, “Bukankah engkau keturunan dari Nabi Harun dan punya paman Nabi Musa. Kakek dan pamanmu Nabi, dan kini suamimu juga seorang Nabi.” Shafiyah tersenyum dengan jawaban itu.

Ketika Nabi sakit parah dan akhirnya wafat, Shafiyah begitu prihatin dengan keadaan Nabi. Ia pun sempat berujar, “Sekiranya aku saja yang mengalami semua itu!”

Shafiyah Allah anugerahkan umur panjang. Ia masih hidup ketika Nabi, Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali wafat. Ia wafat di masa Khalifah Muawiyah. Shafiyah dimakamkan di Madinah.

**

Islam tidak anti keturunan Yahudi. Tidak juga anti mereka yang beragama Yahudi. Yang dibenci Islam adalah kejahatan dan perilaku buruk Yahudi yang terus terjadi berulang, dari generasi ke generasi.

Dan, dari mana pun datangnya cinta, ketika itu sudah larut dalam naungan iman dan Islam, akan memberikan keberkahan yang sama. Mencintai karena Allah, dan membenci juga karena Allah. [Mh]

 

Tags: Cinta Terakhirnya Lebih MenenangkanShafiyah binti Huyay
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tinggal Bersama Mertua atau Ngontrak Rumah?

Next Post

Perempuan Quraisy yang paling Bahagia

Next Post
Perempuan quraisy paling bahagia

Perempuan Quraisy yang paling Bahagia

Sejarah Turki Utsmani yang Mulai Ditinggalkan

Pentingnya Tafaqquh Fiddin

Jus Wortel, Anggur, Tomat dan Apel Dapat Menjaga Kesehatan Kandungan

Jus Wortel, Anggur, Tomat dan Apel Dapat Menjaga Kesehatan Kandungan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8381 shares
    Share 3352 Tweet 2095
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4299 shares
    Share 1720 Tweet 1075
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3782 shares
    Share 1513 Tweet 946
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    435 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • BSI dan BAZNAS Luncurkan Layanan Pembayaran Kurban dan DAM Digital untuk Dukung Ekonomi Desa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • BAZNAS dan BSI Perkuat Kolaborasi Layanan Kurban dan DAM Berbasis Digital

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Gaza Story Night: Diskusi Hangat tentang Realitas di Palestina

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Istana Nurul Iman Brunei Tercatat Terbesar di Dunia, Luasnya hingga 200.000 Meter Persegi

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga