• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 26 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Cinta Sejati Harus Suci

16/10/2025
in Nasihat
Hati-hati saat Jatuh Cinta

Ilustrasi, foto: wallpaperacces.com

74
SHARES
573
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

CINTA dan jodoh saling berkait. Tapi, dahulukan jodoh agar cinta bisa tumbuh suci dan lestari.

Ada kisah menarik antara Buya Hamka dan istrinya, Siti Raham, rahimahumullah. Keduanya diikat dalam perjodohan oleh ayah mereka.

Namun begitu, perjodohan itu tentu bukan asal perjodohan. Karena ayah Buya Hamka: Abdul Karim Amarullah merupakan ulama dan pejuang Islam Sumatera Barat. Di situlah keberkahan perjodohannya.

Sebenarnya, Buya Hamka mengakui bahwa bukan tidak ada gadis lain sebelum ia dijodohkan. Ada, bahkan lebih dari satu: ada Kulsum, Maryam, dan seorang anak Syaikh di Mekah. Tapi, ia lebih memilih perjodohan dari ayahnya.

Pada 5 April 1929, Buya Hamka menikah dengan Siti Raham. Usia Buya Hamka 21 tahun, sementara Siti Raham 15 tahun.

Keduanya pun mengarungi bahtera rumah tangga dengan penuh tawakal. Ombak dan badai seperti tak kenal henti ‘menghantam’ bahtera itu. Mulai dari problem ekonomi, fitnah, hingga intrik politik. Namun, semuanya berhasil dilalui dengan husnul khatimah.

Pernah suatu waktu, sedemikian beratnya beban ekonomi saat itu, mereka harus shalat bergantian karena hanya memiliki satu kain sarung.

Profesi Buya Hamka saat itu memang terasa minim. Ia hanya sebagai penulis yang honornya tidak seberapa. Belakangan, Buya Hamka berkembang sebagai mubalig dan juga politisi di Partai Masyumi.

Justru, problematika itulah yang menganugerahkannya begitu banyak keberkahan. Dari pernikahan itu, Buya Hamka dan Siti Raham dianugerahi Allah 14 anak. Sepuluh di antaranya hidup hingga besar, dua meninggal saat masih kecil, dan dua lagi wafat saat dalam kandungan atau keguguran.

Siti Raham begitu sabar menemani suaminya, mengurus semua anak-anaknya. Suatu kali, saat diundang umat di Makasar bersama Buya Hamka, panitia meminta Siti Raham untuk berpidato. Ia agak bingung mau bicara apa. Hal ini karena ia memang belum pernah tampil di depan orang banyak.

“Saya tak pandai berpidato. Kesibukan saya mengurus juru pidato. Begitulah yang bisa saya sampaikan,” begitu kira-kira ucapan Siti Raham begitu sederhana tapi sangat mengena.

Karena ucapan ini, Buya Hamka saat itu juga tampak terharu dan menangis.

Dua puluh tahun setelah pernikahan itu, suatu kali, ayahnya bercanda dengan Buya Hamka, “Ramuan atau jimat apa dari istrimu yang membuatmu tak ingin punya istri lagi?”

Buya Hamka tersenyum. Ia pun menimpali, “Bukan ramuan atau jimat, tapi karena keberkahan dari perjodohan ayah.”

Seperti sudah menjadi hal biasa, ketika hantaman ujian ekonomi melanda keduanya, Siti Raham biasa menjual sedikit harta yang ia punya untuk makan biaya pendidikan anak-anaknya. Ia pernah menjual kalung, gelang, bahkan sejumlah kain yang saat itu sangat berharga.

Pernah Buya Hamka ingin menjual sarung bugisnya. Tapi dilarang oleh Siti Raham: “Biarlah kain saya saja yang dijual, kain Angku Haji harus tetap selalu ada, agar umat tak melihat kita miskin.”

Tak ada yang memisahkan keduanya untuk selamanya, kecuali ajal. Pada tanggal 1 Januari 1972, Siti Raham meninggal dunia.

Sebelum meninggal, ia menanyakan sesuatu ke suaminya: “Apakah kita akan bertemu lagi di surga?”

Buya Hamka menjawab, “Mungkin!” Langsung Siti Raham balik tanya, “Kenapa begitu?”

Buya Hamka menenangkan. Ia mengatakan, “Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang istri yang wafat dalam ridha suaminya, maka ia akan masur surga. Sementara suaminya, belum tentu. Bergantung apakah ia akan tetap istiqamah atau tidak hingga akhir hayatnya.”

“Semoga Angku Haji tetap istiqamah!” ucap Siti Raham yang diaminkan Buya Hamka. Sembilan tahun kemudian, 24 Juli 1981, Allah memanggil Buya Hamka untuk selamanya.

**

Indahnya cinta dalam perjodohan yang penuh berkah. Ada ridha kedua orang tua, ada doa tulus sanak kerabat, dan tentu saja: ridha Allah subhanahu wata’ala.

Jangan dahulukan cinta sejati sebelum perjodohan suci. Jodohan dahulu baru cinta-cintaan. Karena datangnya kebahagiaan seiring sejalan dengan ketaatan agama. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Buya Hamka dan Siti RahamCinta Sejati Harus Suci
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui Terapi Jus untuk Menopause

Next Post

Surat Al-Kautsar Ayat 1-3, Allah telah Memberikan Nikmat yang Banyak

Next Post
Surat Al-Kautsar ayat 1-3

Surat Al-Kautsar Ayat 1-3, Allah telah Memberikan Nikmat yang Banyak

King Salman Gate akan Jadi Kawasan Multifungsi di Jantung Kota Mekkah

King Salman Gate akan Jadi Kawasan Multifungsi di Jantung Kota Mekkah

Penampilan Putri Ariani Bawakan Cover Lagu Golden di Ajang Formula 1 Singapore Grand Prix 2025

Penampilan Putri Ariani Bawakan Cover Lagu Golden di Ajang Formula 1 Singapore Grand Prix 2025

  • Nama potongan rambut pria agar tidak qaza

    5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1951 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9181 shares
    Share 3672 Tweet 2295
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    724 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Kisah Hasan bin Tsabit Dibayar Mahal untuk Menjelekkan Rasulullah, Tapi ini yang Terjadi

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1235 shares
    Share 494 Tweet 309
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11713 shares
    Share 4685 Tweet 2928
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1363 shares
    Share 545 Tweet 341
  • Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    379 shares
    Share 152 Tweet 95
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga