• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 9 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar Menjaga Rahasia

17/06/2026
in Nasihat
Orang Biasa yang Istimewa di Sisi Allah

Ilustrasi, foto: stock.adobe.com

69
SHARES
532
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RAHASIA itu amanah. Ia harus dijaga, meskipun dengan mengorbankan nyawa.

Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman radhiyallahu ‘anhu. Ayahnya seorang sahabat Nabi dan berasal dari Mekah. Sementara ibunya asli Madinah.

Satu hal yang paling menonjol dari Huzaifah adalah kekuatan dalam menjaga rahasia. Tidak heran jika ia mendapatkan gelar sebagai pemegang rahasia Rasul.

Suatu kali ketika Madinah dikepung gabungan pasukan musuh atau yang biasa disebut Perang Khandaq, keadaan kaum muslimin sangat memprihatinkan. Cuaca begitu buruk, angin bertiup kencang, dan makanan nyaris tak ada.

Rasulullah shalat, setelah selesai menghadap ke arah para sahabat. Beliau shallallahu ‘aliahi wasallam menanyakan siapa di antara para sahabat yang bisa menyusup dan mengetahui apa yang akan musuh lakukan.

Tapi, tak seorang pun yang mau. Semua berada dalam keadaan lemas: fisik dan mental karena kelaparan dan ketakutan yang luar biasa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat lagi dan melakukan hal yang sama. Tapi, lagi-lagi tak seorang pun sahabat yang berani. Hal itu hingga tiga kali dilakukan Nabi.

Akhirnya, Rasulullah memanggil Huzaifah. Rasulullah memberikan tugas langsung. Dengan catatan: tidak boleh melakukan apa pun tanpa seizin Rasulullah. Artinya, tugas ini menjadi hubungan khusus antara Huzaifah dengan Rasulullah, tanpa diketahui orang lain.

Singkat kata, Huzaifah berhasil menyusup ke pasukan musuh. Ia berada dalam tenda musuh. Saat itu, ia menyaksikan kalau tenda-tenda sudah berantakan ditiup angin kencang.

Segala perabot makan yang mereka bawa pun sudah berantakan. Begitu pun dengan lampu-lampu. Mereka nyaris tak mengetahui orang di sebelahnya.

Huzaifah melihat Abu Sufyan tak jauh dari posisinya. Abu Sufyan berteriak, “Periksa orang di sebelah kalian, tanyakan namanya!”

Sontak, Huzaifah langsung memegang tangan orang di sebelahnya dan menanyakan siapa namanya. Orang itu pun menjawab. Karena Huzaifah menanyakan terlebih dahulu, ia tidak ditanyakan oleh siapa pun.

Abu Sufyan pun mengatakan kepada pasukannya untuk kembali ke Mekah. “Unta dan kuda-kuda kita banyak yang mati. Segala persiapan kita pun sudah berantakan. Silakan kalian pulang, aku pun akan pulang juga!”

Tak lama setelah itu, Abu Sufyan mengambil untanya. Ia menaiki unta itu dan kemudian pergi meninggalkan pasukannya.

Saat itu, Huzaifah teringat dengan pesan Nabi untuk tidak melakukan apa pun tanpa seizin Nabi. Andaikan hal itu tidak ia hiraukan, maka ia sudah sangat ingin memanah Abu Sufyan yang jaraknya sangat dekat.

Huzaifah juga pernah ditanya secara khusus oleh Nabi tentang nama-nama orang munafik di Madinah. Huzaifah pun menyebutkan. Jumlahnya ada 1.500 orang.

Dari situlah, Umar bin Khaththab selalu berpatokan pada kehadiran Huzaifah ketika ingin menyalatkan jenazah orang Madinah. Kalau Huzaifah tak hadir, maka Umar pun urung ikut menyalatkan.

Huzaifah wafat jauh setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia wafat 40 hari setelah wafatnya Khalifah Usman bin Affan.

**

Begitu banyak rahasia yang tersimpan dalam memori kita. Ada rahasia tentang diri kita, keluarga, sahabat, dan mungkin juga rahasia penting yang menyangkut organisasi, perusahaan, atau negara.

Belajarlah untuk selalu amanah. Pegang kuat rahasia itu agar tetap aman.

Jangan pernah bocorkan kepada siapa pun, meskipun terhadap orang terdekat kita. Dan jangan sekali-kali menunjukkan bahwa kita banyak tahu tentang apa pun. Karena hal itu sama sekali bukan menunjukkan keunggulan, justru kehinaan.

Lebih baik dianggap orang bahwa kita tak tahu banyak hal dan kita selamat dalam amanah. Daripada, orang memuji-muji kita tahu banyak hal sementara di sisi Allah kita khianat. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Belajar Menjaga Rahasia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

Next Post

Inilah 10 Keadaan Ketika Malaikat Mendoakanmu

Next Post
Inilah 10 Keadaan Ketika Malaikat Mendoakanmu

Inilah 10 Keadaan Ketika Malaikat Mendoakanmu

Umatku

Membaca Basmalah Dikeraskan atau Dipelankan sebelum Al Fatihah saat Shalat

Naik Turun Tangga Bermanfaat untuk Tubuh

Naik Turun Tangga Bermanfaat untuk Tubuh

  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9278 shares
    Share 3711 Tweet 2320
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11742 shares
    Share 4697 Tweet 2936
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4200 shares
    Share 1680 Tweet 1050
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2465 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2555 shares
    Share 1022 Tweet 639
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • BMKG Lakukan Paper Test untuk Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga