KALIMAT Tauhid atau Laa ilaaha illaLlah memiliki kekuatan begitu dahsyat di sisi Allah. Sayangnya, tak semua kita tahu.
Di Akhirat kelak, ada seorang dari umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang merasa putus asa di hadapan pengadilan Allah.
Dosanya begitu banyak. Catatan amal yang dihadapkan malaikat kepadanya berisikan keburukan semua. Sejauh mata memandang, semuanya tentang keburukan.
“Apakah engkau merasa dizalimi? Apakah malaikat-Ku melakukan kesalahan dalam pencatatan?” tanya Allah subhanahu wata’ala.
Orang itu menjawab, “Tidak, Ya Allah!”
Ia merasa begitu pasrah dengan hukuman yang akan dijatuhkan.
Allah berfirman lagi, “Apakah ada amal baik yang pernah kau lakukan?”
“Rasanya tidak, Ya Allah!” ucapnya pasrah.
Allah subhanahu wata’ala memperlihatkan sebuah catatan kecil dari malaikat. Orang itu pernah mengucapkan kalimat syahadatain: Laa ilaaha illaLlah wa anna Muhammadan ‘abduhu warasuuluh.
Mungkin, itulah kalimat yang pernah ia ucapkan ketika masuk Islam.
Orang itu berkomentar, “Apalah arti catatan amal sekecil itu dibandingkan dengan catatan keburukanku yang begitu banyak, Ya Allah.”
Dua catatan itu pun ditimbang. Satu sisi berisikan catatan keburukan yang begitu banyak. Satu sisi lain berisikan catatan kecil tentang ucapan syahadatain.
Ia pun terperangah ketika timbangan catatan yang dianggapnya kecil itu lebih berat dari semua catatan keburukanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan beratnya ucapan Asma Allah subhanahu wata’ala.
(Disarikan dari hadis yang disampaikan Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, dan diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah)
**
Jangan pernah buruk sangka dengan Rahmat Allah subhanahu wata’ala. Karena Rahmat-Nya melampaui segala sesuatu.
Bersyukurlah dengan apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita, meskipun kita anggap kecil. Dan bersabarlah dengan apa yang Allah ujikan kepada kita, meskipun kita anggap besar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang akhir ucapannya ‘Laa ilaaha illaLlah, maka ia masuk surga.” Lazimkan ucapan ini di setiap celah kesibukan kita. [Mh]


