MEMASUKI usia 8 bulan, waktu makan bayi biasanya mulai terasa lebih seru. Bukan hanya karena mereka semakin mengenal rasa makanan, tetapi juga mulai tertarik mengambil makanan sendiri dengan tangan. Kadang makanan malah lebih banyak diremas daripada dimakan. Meski begitu, proses tersebut merupakan bagian dari belajar makan.
Menurut World Health Organization (WHO), pada usia sekitar 8 bulan sebagian besar bayi sudah dapat mulai mengonsumsi finger food. Tekstur dan bentuk makanan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan bayi agar mudah digenggam, dilumatkan di mulut dan ditelan.
Baca Juga: Vitamin D Bisa Memperlambat Proses Penuaan Biologis pada Manusia
5 Ide Finger Food untuk Bayi 8 Bulan yang Praktis dan Bergizi
Bagi orang tua yang sedang kehabisan ide, berikut beberapa kreasi finger food yang bisa dicoba.
1.Stik Ubi Kukus
Ubi jalar dapat menjadi pilihan sederhana untuk finger food. Kupas ubi, cuci bersih, kemudian kukus sampai benar-benar empuk. Setelah dingin, potong memanjang sehingga mudah digenggam oleh tangan mungil bayi.
Rasa manis alami dari ubi biasanya membuat makanan ini cukup mudah diterima. Ubi juga mengandung karbohidrat dan berbagai zat gizi yang dapat menjadi bagian dari menu MPASI yang beragam.
2.Brokoli Kukus
Brokoli tidak harus selalu dicampurkan ke dalam bubur. Untuk bayi yang mulai belajar makan sendiri, brokoli dapat dikukus sampai teksturnya sangat lunak. Pilih bagian kuntumnya dan sisakan sedikit batang agar bayi lebih mudah memegangnya.
Pastikan brokoli cukup lembut sehingga dapat dihancurkan dengan mudah menggunakan tekanan jari. Sayuran seperti brokoli dan kembang kol juga termasuk contoh finger food yang direkomendasikan NHS.
3. Pisang Potong
Tidak perlu memasak untuk membuat finger food yang satu ini. Pilih pisang yang sudah matang dan lembut, lalu potong memanjang dengan ukuran yang mudah digenggam.
Pisang bisa diberikan langsung atau dipadukan dengan bahan lain seperti yogurt tawar tanpa gula. Teksturnya yang lunak membuat pisang cukup praktis untuk bayi yang baru belajar mengambil makanan sendiri.
4. Telur Dadar Lembut
Telur bisa diolah menjadi finger food yang menarik dengan membuat telur dadar tipis. Masak hingga matang sempurna, kemudian potong memanjang seperti stik.
Telur merupakan salah satu sumber protein yang dapat diperkenalkan dalam menu MPASI. CDC juga memasukkan telur sebagai salah satu kelompok makanan yang dapat diperkenalkan sejak bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping.
5. Alpukat Potong
Alpukat matang memiliki tekstur lembut dan mudah dilumatkan. Potong alpukat menjadi bentuk memanjang agar bayi dapat menggenggamnya. Jika terlalu licin, bagian luarnya bisa sedikit ditaburi bubuk makanan bayi atau dicampur dengan bahan lain yang sesuai.
Selain memperkenalkan tekstur baru, memberikan kesempatan bayi mengambil makanan sendiri juga membantu melatih koordinasi tangan dan mata serta keterampilan motorik halus.
Hal yang tidak kalah penting adalah keamanan. Bayi sebaiknya makan dalam posisi duduk tegak dan selalu berada dalam pengawasan orang dewasa. Hindari makanan keras, bulat, kecil, lengket atau sulit dikunyah seperti kacang utuh, potongan wortel mentah, anggur utuh dan potongan daging yang besar karena dapat meningkatkan risiko tersedak.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Finger food bukan sekadar membuat bayi makan sendiri. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan beragam rasa dan tekstur. Tidak perlu memaksa jika bayi belum tertarik. Berikan secara perlahan sambil memperhatikan tanda lapar dan kenyang agar pengalaman makan tetap menyenangkan. [DW]





