• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 26 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Subai’ah Al Aslamiyah Perempuan Tangguh yang Menjadi Rujukan Umat

05/10/2026
in Kisah
Subai'ah Al Aslamiyah Perempuan Tangguh yang Menjadi Rujukan Umat

Sumber: Pixabay

68
SHARES
520
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SUBAI’AH al-Aslamiyah radhiyallahu ‘anha, seorang perempuan dari Bani Aslam yang kisahnya berkaitan erat dengan keteguhan hati dan kehati-hatian dalam mencari hukum agama.

Subai’ah dikenal dengan nama Subai’ah binti al-Harits al-Aslamiyah. Ia merupakan istri Sa’ad bin Khaulah, seorang sahabat Rasulullah yang disebut sebagai salah satu orang yang pernah mengikuti Perang Badar. Sa’ad kemudian wafat ketika berada di Makkah dalam rangkaian Haji Wada. Saat suaminya meninggal, Subai’ah sedang dalam keadaan mengandung.

Baca Juga: Khulaisah dan Kisah Pembebasan Salman Al Farisi

Subai’ah Al Aslamiyah Perempuan Tangguh yang Menjadi Rujukan Umat

Tidak lama setelah suaminya wafat, Subai’ah melahirkan. Setelah selesai menjalani masa nifas, ia mulai bersiap menghadapi kehidupan berikutnya. Dalam riwayat disebutkan bahwa ia berhias ketika ada orang yang datang meminangnya. Keputusan tersebut kemudian dipersoalkan oleh Abu al-Sanabil bin Ba’kak. Menurut pendapatnya, Subai’ah masih harus menunggu hingga empat bulan sepuluh hari sebagaimana masa idah perempuan yang ditinggal wafat suaminya.

Subai’ah tidak memilih untuk berdebat panjang. Ia justru mengambil langkah yang menunjukkan kehati-hatian dalam urusan agama. Setelah mendengar perkataan tersebut, ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta penjelasan secara langsung.

Kepada Rasulullah, Subai’ah menceritakan keadaannya. Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa masa idahnya telah selesai setelah melahirkan dan beliau memberikan izin kepadanya untuk menikah apabila ia menghendakinya. Kisah tersebut diriwayatkan dalam Sahih Muslim dan juga memiliki riwayat dalam Sahih Bukhari.

Dari sinilah kisah Subai’ah menjadi penting. Ia bukan sekadar cerita tentang seorang perempuan yang kehilangan suami kemudian menikah kembali. Sikapnya dalam menghadapi persoalan justru memberikan teladan tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap ketika mendapatkan informasi agama yang berbeda.

Subai’ah tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan perkataan seseorang, meskipun orang tersebut menyampaikannya dengan keyakinan. Ia memilih bertanya kepada Rasulullah sebagai sumber rujukan. Sikap ini menunjukkan pentingnya memastikan kebenaran sebuah perkara sebelum mengambil keputusan, terlebih jika berkaitan dengan hukum agama.

Kisahnya juga mengajarkan bahwa seorang perempuan memiliki hak untuk memahami persoalan yang menyangkut kehidupannya. Subai’ah tidak pasif menghadapi keadaan. Ia bertanya, mencari kepastian dan menyampaikan persoalannya secara langsung.

Riwayat tentang Subai’ah kemudian menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai masa idah perempuan hamil yang ditinggal wafat suaminya. Dalam hadis tersebut, Rasulullah memberikan penjelasan bahwa setelah melahirkan, Subai’ah telah selesai masa idahnya. Riwayat serupa juga disebut melalui Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Teladan Subai’ah al-Aslamiyah terasa relevan hingga sekarang. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja mendengar banyak pendapat tentang agama. Namun, tidak semuanya harus langsung dipercaya atau dijadikan pegangan. Ada saatnya kita perlu kembali kepada sumber yang terpercaya dan bertanya kepada orang yang memiliki ilmu.

Subai’ah menunjukkan bahwa keteguhan bukan selalu berarti keras mempertahankan pendapat. Terkadang, keteguhan justru terlihat dari keberanian mengatakan bahwa kita belum tahu dan memilih mencari jawaban yang benar. Itulah salah satu pelajaran berharga dari kehidupan seorang shahabiyah yang namanya tercatat dalam hadis Rasulullah. [DW]

Tags: Subai'ah Al Aslamiyah Perempuan Tangguh yang Menjadi Rujukan Umat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ide Styling Kemeja Putih untuk Perempuan

Next Post

Mahar Bidadari

Next Post
Mahar Bidadari

Mahar Bidadari

Tren Pakaian Oversize Masih Banyak Digunakan Hingga Saat ini

Tren Pakaian Oversize Masih Banyak Digunakan Hingga Saat ini

Hati-hati Mengatakan Masyarakat telah Rusak

Hati-hati Mengatakan Masyarakat telah Rusak

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9607 shares
    Share 3843 Tweet 2402
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1401 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2559 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • MUI Rilis Fatwa Ibadah Puasa dan Idul Fitri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2490 shares
    Share 996 Tweet 623
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Alaska Tawarkan Turis Vaksin Covid-19 Mulai 1 Juni

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Anis Byarwati Kunjungi Dua Titik Pengungsian di Jakarta Timur

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga