DI BALIK kisah peperangan pada masa Rasulullah, ada banyak nama perempuan yang jarang disebut. Mereka bukan tampil sebagai prajurit yang mengangkat senjata, tetapi hadir dengan peran yang tidak kalah penting. Ada yang membawa air, menyiapkan kebutuhan pasukan, merawat orang sakit, hingga mengobati mereka yang terluka. Salah satu nama yang tercatat dalam sejarah adalah Laila Al-Ghifariyah radhiyallahu ‘anha.
Laila Al-Ghifariyah dikenal sebagai seorang shahabiyah yang turut mendampingi Rasulullah dalam sejumlah perjalanan perang. Perannya terutama berkaitan dengan perawatan para sahabat yang mengalami luka dan sakit. Dalam riwayat yang dinukil oleh Imam Ath-Thabrani, Laila menyampaikan bahwa dirinya keluar bersama Rasulullah dan bertugas mengobati orang-orang yang terluka.
Keterangan tersebut juga dicatat dalam kitab-kitab biografi sahabat seperti Al-Isti’ab, Usud Al-Ghabah dan Al-Isabah. Dalam catatan tersebut, Laila disebut biasa ikut dalam berbagai ekspedisi bersama Rasulullah, merawat orang-orang yang terluka dan menjaga mereka yang sakit.
Baca Juga: Khaulah binti Azwar Al Kindi Shahabiyah Tangguh Melawan Musuh di Medan Perang
Laila Al Ghifariyah Sahabiyah yang Merawat Para Pejuang
Peran seperti ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan pada masa Rasulullah tidak selalu berada dalam bentuk yang sama. Ketika terjadi peperangan, kebutuhan pasukan bukan hanya berkaitan dengan pertahanan. Orang yang terluka membutuhkan pertolongan, sementara mereka yang sakit membutuhkan perhatian.
Laila mengambil bagian dalam kebutuhan tersebut.
Bayangkan berada di tengah suasana peperangan dan harus berhadapan dengan orang-orang yang terluka. Dibutuhkan keberanian, ketenangan, sekaligus kepedulian untuk mendekati mereka dan memberikan pertolongan. Laila memilih hadir ketika orang lain sedang berada dalam kondisi lemah.
Dari kisahnya, kita bisa melihat bahwa keberanian tidak selalu identik dengan mengangkat senjata. Merawat orang yang terluka juga membutuhkan keberanian. Menolong seseorang yang sedang kesakitan membutuhkan keteguhan hati. Bahkan pekerjaan yang terlihat sederhana dapat menjadi amal yang besar ketika dilakukan dengan niat yang baik.
Menariknya, Laila juga dikenal sebagai salah satu perawi yang memiliki hubungan periwayatan dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha. Dalam sumber-sumber biografi sahabat, disebutkan bahwa di antara orang yang meriwayatkan darinya adalah Musa bin Al-Qasim.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ada pula riwayat lain yang mengaitkan Laila dengan sebuah peristiwa ketika ia bertemu Aisyah. Namun, riwayat tersebut memiliki persoalan dalam sanad sehingga tidak semua bagiannya dapat diperlakukan sebagai kisah yang kuat. Karena itu, bagian yang paling aman untuk ditekankan dari sosok Laila adalah perannya dalam merawat orang yang terluka dan sakit.
Kisah Laila Al-Ghifariyah mungkin tidak sepanjang kisah para shahabiyah yang lebih terkenal. Namanya bahkan bisa saja baru kita dengar ketika membaca kitab-kitab sejarah sahabat. Namun, justru dari kisah singkatnya terdapat pelajaran yang sederhana.
Tidak semua kontribusi harus terlihat besar. Ada orang yang berada di depan, ada yang bekerja di belakang. Ada yang dikenal karena keberaniannya di medan perang, ada pula yang dikenang karena tangannya membantu orang-orang yang terluka.
Laila Al-Ghifariyah menunjukkan bahwa kepedulian juga membutuhkan keberanian. Ia memilih menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu sesama dan mengambil bagian dalam perjuangan umat pada masanya. [DW]





