TIDAK semua perjuangan dalam menyebarkan agama dilakukan dengan mengangkat senjata atau berdiri di medan perang. Ada pula perjuangan yang dilakukan melalui keberanian memberikan tempat perlindungan dan membuka jalan bagi orang lain untuk belajar tentang Islam. Salah satu sosok yang memberikan teladan tersebut adalah Arqam bin Abi al-Arqam RA.
Namanya mungkin tidak sepopuler Abu Bakar Ash-Shiddiq atau Umar bin Khattab. Namun kontribusinya dalam sejarah awal Islam sangat besar. Rumah miliknya menjadi tempat berkumpulnya Rasulullah SAW bersama para sahabat ketika dakwah Islam masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Dari kisahnya kita dapat belajar tentang keberanian dan keikhlasan serta pentingnya mendukung perjuangan dalam kebaikan.
Baca Juga: Benarkah Stevia Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh?
Kisah Teladan Arqam bin Abi al-Arqam Sahabat Rasulullah yang Mewakafkan Rumahnya untuk Dakwah Islam
Mengenal Sosok Arqam bin Abi al-Arqam
Arqam bin Abi al-Arqam dikenal dengan nama Abu Abdillah. Ia berasal dari Bani Makhzum yang merupakan salah satu kabilah Quraisy di Makkah. Ia termasuk golongan orang yang lebih dahulu memeluk Islam ketika Rasulullah SAW mulai menyampaikan risalah kenabian.
Sebagian sumber sejarah menyebutkan bahwa Arqam termasuk orang ketujuh yang memeluk Islam. Namun terdapat pula riwayat lain yang menyebutkan urutan berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa ia merupakan bagian dari generasi pertama kaum Muslimin yang berjuang bersama Rasulullah SAW pada masa awal dakwah.
Keputusan Arqam memeluk Islam bukan perkara sederhana. Saat itu kaum Quraisy masih kuat mempertahankan tradisi penyembahan berhala. Orang-orang yang mengikuti ajaran Rasulullah SAW berisiko mendapatkan tekanan dan ancaman dari masyarakat sekitar.
Rumah Arqam Menjadi Pusat Dakwah Islam
Salah satu kisah paling terkenal dari Arqam adalah kesediaannya menyediakan rumah sebagai tempat berkumpulnya kaum Muslimin. Rumah tersebut berada di kawasan Bukit Shafa di Makkah dan kemudian dikenal dengan nama Darul Arqam atau Dar al-Arqam.
Pada masa awal kenabian dakwah Islam menghadapi berbagai tantangan. Rasulullah SAW dan para sahabat membutuhkan tempat yang aman untuk berkumpul serta mempelajari ajaran Islam. Rumah Arqam kemudian menjadi tempat penting untuk kegiatan tersebut.
Di sana Rasulullah SAW membimbing para sahabat dalam memahami tauhid dan ajaran Al-Qur’an. Mereka juga mendapatkan penguatan keimanan agar mampu menghadapi tekanan dari kaum Quraisy.
Darul Arqam bukan sekadar tempat berkumpul. Rumah tersebut menjadi pusat pembinaan generasi Muslim pertama. Para sahabat belajar tentang keimanan dan memperkuat persaudaraan sebelum menyebarkan Islam secara lebih terbuka.
Keberanian Arqam menyediakan rumahnya menunjukkan bahwa ia memahami pentingnya memiliki tempat yang aman bagi perkembangan dakwah. Ia tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri tetapi juga memberikan dukungan nyata kepada Rasulullah SAW dan para sahabat.
Menjadi Saksi Perkembangan Islam pada Masa Awal
Darul Arqam memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Di tempat tersebut para sahabat dapat bertemu dan menerima bimbingan secara langsung dari Nabi.
Salah satu peristiwa yang sering dikaitkan dengan masa penggunaan Darul Arqam adalah masuk Islamnya Umar bin Khattab RA. Setelah memeluk Islam Umar dikenal sebagai sosok yang berani dan memiliki pengaruh besar. Kehadirannya turut memperkuat posisi kaum Muslimin di Makkah.
Meski demikian tidak tepat jika seluruh perkembangan dakwah pada masa itu hanya dikaitkan dengan satu rumah atau satu tokoh. Arqam merupakan salah satu sahabat yang memberikan dukungan penting dalam perjuangan bersama Rasulullah SAW.
Tetap Berjuang Setelah Hijrah
Peran Arqam tidak berhenti ketika kaum Muslimin meninggalkan Makkah. Ia juga ikut berhijrah ke Madinah dan tercatat mengikuti Perang Badar serta sejumlah peperangan lainnya bersama Rasulullah SAW.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dukungannya terhadap Islam bukan hanya dilakukan dengan menyediakan rumah. Ia juga turut mengambil bagian dalam perjuangan umat sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Arqam wafat sekitar tahun 55 Hijriah pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abi Sufyan. Namanya tetap dikenang karena rumah yang pernah disediakannya menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Islam.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pelajaran Teladan dari Arqam bin Abi al-Arqam
Ada beberapa pelajaran berharga yang dapat diambil dari kisah Arqam. Pertama adalah keberanian mendukung kebenaran. Ia bersedia memberikan tempat bagi dakwah meskipun situasi saat itu penuh ancaman.
Kedua adalah keikhlasan dalam berkontribusi. Arqam membuktikan bahwa perjuangan tidak harus selalu dilakukan dengan kemampuan yang sama. Setiap orang dapat mengambil peran melalui apa yang dimiliki.
Ketiga adalah pentingnya menyediakan ruang untuk belajar. Darul Arqam menjadi gambaran bahwa pendidikan dan pembinaan keimanan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat.
Keempat adalah konsistensi dalam perjuangan. Arqam tidak berhenti mendukung Islam setelah masa dakwah sembunyi-sembunyi berakhir. Ia tetap menyertai Rasulullah SAW dalam perjalanan dakwah hingga masa berikutnya.
Kisah Arqam bin Abi al-Arqam mengajarkan bahwa kebaikan besar dapat berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan niat tulus. Rumah yang ia sediakan menjadi saksi tumbuhnya generasi awal umat Islam. Semoga keteladanan tersebut menginspirasi kita untuk ikut mendukung dakwah dan menyediakan manfaat bagi orang lain melalui kemampuan yang dimiliki. [DW]



