• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 5 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Wisuda Penerus Tahta

28/06/2024
in Khazanah, Unggulan
Daftar Kampus Tujuan Beasiswa LPDP 2024 untuk Penyandang Disabilitas

(foto: WVLT)

87
SHARES
666
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

WISUDA penerus tahta. “Li yashadū khutbah Mu’taz, saksikanlah khutbah Mu’taz”. Pengumuman itu disebarluaskan ke seluruh penjuru negeri.

Para pengawal kerajaan membacakannya di pusat-pusat keramaian sebagai undangan untuk masyarakat luas. Para ahli ilmu berbondong-bondong hadir.

Lapangan di depan istana Khalifah di kota Samarra terlihat penuh sesak oleh lautan manusia. Semua ingin mendengarkan orasi ilmiah sang putra Khalifah.

Setelah memuji Allah dan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, pangeran yang kelak dikenal sebagai Khalifah Al-Mu’tazz (252-255 H atau 866-869 M) mulai menyampaikan khutbah intelektualnya.

Sang Ayah, Khalifah Al-Mutawakkil (232-247 H atau 847-861 M), mendengarkan dengan seksama sambil sesekali menganggukkan kepala dan tersenyum bangga.

Begitu khutbah selesai, Khalifah berdiri dari singgasana dan memberikan tepukan bangga ke pundak putranya.

Dipanggilnya Muhammad bin Imran, guru putranya, untuk mendekat. Diucapkannya terima kasih karena telah berhasil mendidik putranya, sambil meminta pengawal menyerahkan guci emas yang ada di dekatnya.

Guci itu tampak berkilauan dan sangat berat. Ternyata di dalamnya berisi tak kurang 5.000 keping dinar emas, yang nilainya setara dengan Rp20 miliyar saat ini.

“Kalau engkau masih membutuhkan yang lainnya, katakan padaku wahai Guru,” pesannya.

Khalifah lalu meminta para pengawal untuk mengeluarkan guci-guci perak lainnya yang berisi uang emas dan perak untuk disebar ke tengah kerumunan hadirin. Jumlahnya sangat banyak sehingga semua kebagian.

Makanan dan minuman dihidangkan. Siapa saja boleh menikmatinya. Penduduk negeri hari itu gembira atas wisudanya Sang Penerus Tahta.

Kisah itu ditulis secara rinci oleh Imam Ibnu Asakir dalam kitabnya “Tarikh Dimasyq”.

Baca Juga: Jakarta Islamic School Gelar Wisuda TK Bernuansa Frozen

Wisuda Penerus Tahta

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Penulis buku Journey to the Light Uttiek M. Panji Astuti mengulas tentang wisuda pada zaman khalifah. Barangkali, apa yang dilakukan Khalifah agak tak masuk akal bagi kita hari ini.

Namun, ungkapan kebahagiaan dengan cara memuliakan guru di hari “wisuda” anaknya, juga dilakukan para ulama.

Seperti Imam Abu Hanifah saat anaknya yang bernama Hamad menyelesaikan pelajarannya. Bahkan ada yang menyebutkan itu adalah kelulusannya mutqin membaca Al Fatihah.

Imam Abu Hanifah merasa sangat berterima kasih pada guru putranya itu dan memberinya hadiah 500 dirham.

MasyaAllah!

Wisuda adalah pengakuan atas proses pencapaian seorang murid yang dibuktikan dengan penyampaian makalah ilmiah ilmu yang telah dikuasainya di hadapan para penguji.

Tanpa penyampaian orasi ilmiah, sejatinya tak ada wisuda, karena wisuda bukan sekadar seremoni belaka. Paham ya?[ind]

Tags: uttiek m panji astutiwisuda pada zaman khalifahwisuda penerus tahta
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Atta Halilintar Baru Saja Menyelesaikan Pendidikan SMA

Next Post

Berlaku Adil dalam Kebencian

Next Post
Jangan Simpan Sampahnya

Berlaku Adil dalam Kebencian

Perjalanan Bang Hafiz, Anak Santri Menuju Kampus Luar Negeri

Perjalanan Bang Hafiz, Anak Santri Menuju Kampus Luar Negeri

Islam Bukan Agama Baru di Negeri Skandinavia

Warisan Diberikan ke Anjing Peliharaan, Miris, Islam Punya Aturan Sendiri tentang Hak Waris

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8798 shares
    Share 3519 Tweet 2200
  • Kapan Sebaiknya Waktu yang Ideal untuk Olahraga Renang? Ini Penjelasannya

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3964 shares
    Share 1586 Tweet 991
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11539 shares
    Share 4616 Tweet 2885
  • Cara Mengukur Kaki untuk Sepatu yang Benar

    193 shares
    Share 77 Tweet 48
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2260 shares
    Share 904 Tweet 565
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5177 shares
    Share 2071 Tweet 1294
  • Jangan Sampai Lupa Hal-Hal Penting Ini Sebelum ke Jakarta Fair

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga