DALAM hidup, ada kalanya seseorang merasa harus berlari secepat mungkin untuk mengejar apa yang diinginkannya. Ada yang mengejar pekerjaan impian, jodoh, rezeki, atau kesempatan yang dianggap hanya datang sekali. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang dihantui rasa takut kehilangan sesuatu yang belum tentu menjadi miliknya. Padahal, Islam mengajarkan bahwa setiap manusia telah memiliki takdir yang ditetapkan Allah sejak jauh sebelum ia dilahirkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan sebuah prinsip yang sangat menenangkan hati. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa seandainya seluruh manusia berkumpul untuk memberikan manfaat kepada seseorang, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan. Begitu pula jika seluruh manusia berkumpul untuk mencelakakan seseorang, mereka tidak akan mampu melakukannya kecuali dengan apa yang sudah Allah tetapkan baginya.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Takdirmu Akan Menemuimu di Manapun Kamu Berada
Pesan ini mengingatkan bahwa hidup bukan sekadar tentang seberapa keras kita mengejar sesuatu, tetapi juga tentang seberapa besar kita percaya kepada ketentuan Allah. Apa yang menjadi bagian kita tidak akan tertukar dengan orang lain. Sebaliknya, apa yang memang bukan rezeki kita, sekuat apa pun kita memaksakan diri, tidak akan pernah benar-benar menjadi milik kita.
Keyakinan terhadap takdir bukan berarti membuat seseorang pasif atau berhenti berusaha. Justru Islam memerintahkan umatnya untuk bekerja, belajar, berikhtiar, dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Namun setelah semua usaha dilakukan, hati diajarkan untuk berserah diri kepada Allah. Di situlah letak ketenangan yang sering kali sulit ditemukan ketika seseorang hanya mengandalkan kemampuannya sendiri.
Sering kali kegelisahan muncul karena kita terlalu sibuk membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain. Melihat teman sudah sukses, menikah lebih dulu, atau memiliki kehidupan yang tampak lebih baik dapat membuat hati dipenuhi rasa iri dan cemas. Padahal setiap orang memiliki garis waktu yang berbeda. Allah mengetahui kapan waktu terbaik untuk memberikan sesuatu kepada hamba-Nya.
Tidak sedikit orang yang baru menyadari hikmah sebuah penundaan setelah bertahun-tahun berlalu. Pekerjaan yang sempat gagal ternyata mengantarkannya pada kesempatan yang lebih baik. Hubungan yang tidak berlanjut justru menyelamatkannya dari pasangan yang tidak tepat. Semua itu menunjukkan bahwa Allah melihat apa yang tidak mampu dilihat oleh manusia.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ketika kita meyakini bahwa takdir akan menemukan pemiliknya, hati menjadi lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Kita tidak mudah putus asa ketika gagal, tidak berlebihan ketika berhasil, dan tidak larut dalam kekhawatiran terhadap masa depan. Sebab kita percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik Pengatur segala urusan.
Maka, teruslah melangkah dengan ikhtiar terbaik, perbanyak doa, dan jaga hubungan dengan Allah. Jangan habiskan tenaga untuk mengkhawatirkan sesuatu yang masih berada di luar kendali. Apa yang telah Allah tuliskan untukmu akan datang pada waktu yang paling tepat. Takdirmu tidak akan tersesat, tidak akan tertukar, dan tidak akan melewatimu. Ia akan menemuimu, di manapun kamu berada, selama Allah telah menetapkannya untukmu. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





