MENYAMBUT Ramadan meraih ketinggian derajat disampaikan oleh Iman Santoso, Lc. Dalam surat Al Baqarah ayat 183, Allah subhanahu wa taala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah 183)
Alhamdulillah kita bersyukur dan bergembira dengan akan datangnya bulan Ramadan, karena bulan ini memiliki banyak keberkahan dan keistimewaan yang akan mengangkat umat Islam pada ketinggian derajat, bahkan membuka pintu bagi umat manusia untuk meraih kembali fitrahnya, kembali pada agama Islam.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أتاكم رمضان شهر مبارك فرض الله عز وجل عليكم صيامه تفتح فيه أبواب السماء وتغلق فيه أبواب الجحيم وتغل فيه مردة الشياطين لله فيه ليلة خير من ألف شهر من حرم خيرها فقد حرم
“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan keberkahan, Allah wajibkan berpuasa, dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu para setan. Di bulan Ramadan, Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya, sungguh ia telah terhalang dari segala kebaikan.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa’i)
Ketinggian derajat itu dengan naik tingkat ketakwaan dan kesabaran mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya barang siapa bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik. [Surat Yusuf: 90]
Ayat ini terkait dengan Nabi Yusuf alaihi salam yang telah meraih ketinggian derajat karena ketakwaan dan kesabarannya. Dan keduanya dapat diraih dengan ibadah Ramadan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ
“Puasa adalah separuh dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi)
Baca juga: Persiapkan Keluarga Memasuki Ramadan agar Semakin Memiliki Takwa
Menyambut Ramadan Meraih Ketinggian Derajat
Terkait ketakwaan dan kesabaran, Syaikhul Islam membagi manusia menjadi empat golongan.
Pertama; derajat tertinggi diraih oleh orang yang bertakwa dan bersabar, kedua; orang yang bertakwa tapi kurang bersabar, ketiga; orang yang bersabar tapi tidak bertakwa, dan keempat; orang yang paling merugi adalah tidak bertakwa dan tidak bersabar.
Maka ketakwaan dan kesabaran inilah yang menjadikan orang beriman tetap istiqomah dalam segala kondisi, tidak berhenti beribadah, beramal shalih, berdakwah dan berjihad.
Allah ﷻ berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
“Maka tetaplah engkau istiqamah sebagaimana diperintahkan.”
(QS. Hud: 112)
Para ulama menegaskan bahwa istiqamah di masa sulit lebih utama nilainya dibanding amal besar lainnya. Kesulitan ini terjadi pada hampir seluruh umat Islam di dunia, termasuk umat Islam di Indonesia, yang sedang terkena musibah alam seperti banjir, longsor, kecelakaan lalu lintas dll, ribuan korban berjatuhan baik di Sumatera, Jawa dan tempat lainnya.
Sebagai muslim, kepedulian dan bantuan terhadap sesama adalah bentuk dari kekuatan keimanan dan ketakwaan. Namun demikian, kesulitan yang dialami rakyat Palestina, jauh lebih berat dan lama, Palestina negeri para nabi, kiblat pertama umat Islam adalah satu-satunya negeri yang belum merdeka dan dijajah oleh Zionis Israel bangsa pembunuh dan perusak yang paling bengis dan jahat di dunia, ironisnya penjajahan ini didukung oleh rezim Amerika Serikat dan sebagian bangsa-bangsa di dunia.
Sehingga di antara bentuk ketinggian derajat yang diraih umat Islam di bulan Ramadan adalah ketinggian tanggung jawab terhadap kondisi umat Islam, puncaknya tanggung jawab dan peduli terhadap penderitaan umat Islam di Palestina dengan terus berkontribusi untuk memerdekakan Palestina dengan segala kekuatan yang dapat dipersiapkan dan dilakukan.
Tugas dan tanggung jawab telah dilakukan oleh para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan tabiin yang dipimpin oleh Umar bin Khattab ra yang berhasil membebaskan Palestina. Selanjutnya, pembebasan Palestina oleh umat Islam di abad pertengahan yang dipimpin Shalahuddin Al-Ayyubi.
Giliran sekarang, umat Islam akhir zaman yang harus membebaskan Palestina dari penjajah Zionis Israel dan sekutunya.
Ramadan adalan bulan Tarbiyah bagi umat Islam untuk meraih kekuatan dan ketinggian derajat sehingga mampu memikul tanggung jawab besar itu. Dan perdamaian dunia hanya akan diraih jika umat Islam berhasil membebaskan masjidil Aqsa dan memimpin dunia, karena Islam identik dengan Salam (perdamaian). Wallahu a’lam bis shawab.[ind]




