• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 21 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Luka Lama yang Abadi

30/07/2023
in Khazanah, Unggulan
Luka lama yang abadi

foto: pixabay

73
SHARES
559
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LUKA lama yang abadi. Sekelompok aktivis anti-Islam membakar Alqur’an di depan Kedutaan Besar Mesir dan Turki di Kopenhagen, Denmark.

Aksi ini digelar setelah protes serupa di Denmark dan Swedia dalam beberapa pekan terakhir yang membuat marah umat Islam.

Pemerintah Denmark dan Swedia mengatakan mereka menyesalkan pembakaran kitab suci umat Islam tersebut, namun tidak dapat mencegahnya di bawah peraturan yang melindungi kebebasan berbicara. [Republika, 26/7]

Kebencian Eropa terhadap kitab suci umat Islam itu bukanlah hal baru. Penulis buku Journey to the Light, Uttiek M. Panji Astuti menulis, sejarah panjang berkelindan dengan jatuh-bangunnya relasi Islam dan Eropa selama berabad-abad.

Berawal dari jatuhnya Andalusia, seorang pemuka agama bernama Peter the Venerable merasa perlu menerjemahkan Alqur’an dengan tujuan meyakinkan umat Nasrani di wilayah Andalusia bahwa agama mereka yang lebih baik.

Ia memerintahkan orang Inggris yang fasih berbahasa Arab bernama Robert of Ketton, untuk menerjemahkan Alqur’an dalam bahasa Latin.

Alqur’an terjemahan itu diberi judul “Pseudoprophete Lex Mahumet -Hukum Nabi Palsu Muhammad”. Judul yang sangat tendensius dan melukai perasaan umat Islam.

Baca juga: Abu Bakar Ar-Razi, Guru Besar Kedokteran Muslim di Eropa (Bag.3)

Luka Lama yang Abadi

Lebih menyakitkan lagi, ia menuliskan dalam kata pengantarnya, “[Saya melakukan ini] untuk mengikuti kebiasaan para Bapa yang tidak pernah mendiamkan ajaran sesat apa pun, menolak ajaran sesat dengan segenap kekuatan iman mereka, dan mengungkapkannya sebagai sesuatu yang menjijikkan dan terkutuk dalam tulisan dan argumen mereka.”

Dan secara resmi pada tahun 1309, Paus Clement VI melarang penyebaran Alqur’an di wilayah Andalusia, meski untuk kepentingan akademis.

Eropa sepertinya lupa kalau nenek moyang dan para pemuka agama mereka pun pernah dengan rela hati mempelajari Alqur’an dan bahasa Arab, sebagaimana yang dilakukan Gebert of Aurillac, yang kelak dikenal sebagai Paus Sylvester II.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Ketika Eropa berada di zaman kegelapan dan kebodohan, para bangsawan dan pemuka agama dikirim ke madrasah-madrasah Islam yang menjadi sumber ilmu dan pengetahuan untuk belajar.

Salah satunya adalah Jami Al Qarawiyyin atau Universitas Al Qarawiyyin yang berada di kota Fez, Maroko. Di sana yang dipelajari pertama adalah Alqur’an, baru kemudian ilmu-ilmu lainnya.

Seiring Andalusia jatuh ke tangan Isabel dan Ferdinand, segala bentuk persekusi dan intimidasi dilakukan terhadap umat Islam.

Namun itu semua tak menyiutkan nyali para Mujahid untuk terus menghafal dan menderaskan bacaan Alqur’an secara sembunyi-sembunyi.

Sejarah mencatat, meski segala cara mereka lakukan, namun Alqur’an tak pernah benar-benar bisa mereka lenyapkan dari tanah Eropa, hingga hari ini.[ind]

Tags: luka lama yang abadiuttiek m panji astuti
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Salimah Kabupaten Bogor Gelar Wisata Seru Bersama Yatim Piatu dan Dhuafa

Next Post

Hidup yang Bermanfaat

Next Post
Jangan Takut Rugi untuk Memberi

Hidup yang Bermanfaat

Gemakan Syiar Muharam, Salimah Kalsel Santuni Yatim dan Duafa

Gemakan Syiar Muharam, Salimah Kalsel Santuni Yatim dan Duafa

Mengenal Hayao Miyazaki, Animator Legendaris Jepang

Mengenal Hayao Miyazaki, Animator Legendaris Jepang

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1734 shares
    Share 694 Tweet 434
  • Lebih Enak Mana: Kloter Awal atau Kloter Akhir

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3512 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11170 shares
    Share 4468 Tweet 2793
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    624 shares
    Share 250 Tweet 156
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    386 shares
    Share 154 Tweet 97
  • Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Islam, Tanda Mau Dapat Rezeki?

    1400 shares
    Share 560 Tweet 350
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga