• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Khutbah Jumat Tentang Menjadikan Setiap Amalan Bernilai Ibadah

17/01/2026
in Khazanah
Khutbah Jumat tentang menjadikan amalan bernilai ibadah

Foto: Pixabay/12019

92
SHARES
707
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Drs. KH. Anwar Sadat, M.Ag. menyampaikan khutbah Jumat tentang menjadikan setiap amalan bernilai ibadah. Jamaah Jumat rahimakumullah. Alhamdulillah. Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wata’ala yang dengan nikmat dan hidayahnya kita bisa berkumpul di tempat yang mulia ini untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Baca Juga: Khutbah Jumat Tentang Merenungkan Masa Lalu untuk Menatap Masa Depan

Khutbah Jumat Tentang Menjadikan Setiap Amalan Bernilai Ibadah

Shalawat dan salam marilah selalu kita sampaikan kepada nabi yang agung, nabi yang mulia yakni baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang jika bukan karenanya tidaklah dunia dan isinya tercipta, jika bukan karenanya tidaklah umat manusia akan masuk surga.

اللهـم صلى على سيدنا محمد و على اله واصحا به وسلم

Mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaatnya dihari kiamat nanti. Amiin.

Kemudian pada kesempatan ini, khatib berpesan marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Ketakwaan yang tidak hanya diucapkan pada lisan namun juga ditunjukkan dengan perbuatan. Ketakwaan yang akan menjadikan kita mulia disisi Allah.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

… اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ …

Artinya : “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa” (QS. al-Hujurat: 13).

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Bertambahnya tahun, bertambahnya usia, maka pada hakikatnya semakin bertambah dekat pula kita dengan kematian. Sudah siapkah kita menghadapi kematian? Sudah cukupkah bekal kita untuk menghadap Allah? Maka dari itu, perbanyaklah amal ibadah, perbanyaklah berbuat kebaikan, jauhi segala dosa dan maksiat sebagai bekal nantinya kita menghadap Allah.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyar: 18).

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Untuk mempersiapkan bekal menghadapi kematian kita harus memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Baik itu amalan yang sifatnya wajib maupun sunnah, amalan yang dikerjakan harian, mingguan, bulanan maupun tahunan tanpa melihat besar dan kecilnya amalan tersebut selama kita telah mukallaf, masih sehat dan tidak memiliki udzur maka amalan tersebut harus kita kerjakan.

Namun amalan yang kita kerjakan janganlah sampai sia-sia. Sungguh rugi jika kita telah mengorbankan waktu, tenaga bahkan biaya namun amalan yang dikerjakan sia-sia tanpa bernilai ibadah dan tanpa pahala.

Untuk itu, agar amalan yang kita kerjakan tetap terhitung sebagai ibadah dan bernilai pahala maka ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan.

Niat

Niat adalah sesuatu yang kita maksudkan dari apa yang kita kerjakan yang terlintas dan tertanam didalam hati kemudian terwujud dalam bentuk perbuatan. Niat menjadi dasar utama atas perbuatan kita. Begitu pentingnya peran niat sehingga satu amalan yang sama bisa menjadi besar atau kecil, bernilai ibadah atau tidak, menghasilkan pahala atau sia-sia tergantung pada niat orang yang melakukannya.

اِنَّمَا الأ عمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِگُلِّ امريءٍ ما نَوَى

Artinya : “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niat dan setiap orang akan mendapatkan seperti apa yang dia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, agar semua amalan yang kita kerjakan bernilai ibadah disisi Allah serta mendapatkan pahala maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memperbaiki niat. Niat yang baik tentu akan menjadikannya bernilai ibadah namun sebaliknya niat yang buruk justru akan merusak nilai dari amalan tersebut.

Sebagai contoh: orang yang shalat dengan niat menjalankan kewajiban dan melaksanakan perintah Allah maka amal nya akan dianggap sebagai ibadah namun sebaliknya jika ia shalat dengan niat riya untuk diperlihatkan kepada orang lain bahwa ia orang yang rajin shalat maka niat itu akan merusak amalnya.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Adapun yang kedua yang harus kita perhatikan adalah keikhlasan dalam mengerjakan segala amalan. Niat memang penting karena menajadi dasar dalam berbuat namun dalam pelaksanaanya haruslah dibarengi dengan keikhlasan. Ikhlas adalah dimana saat kita mengerjakan sesuatu semata-mata karena Allah, tanpa paksaan, tanpa tekanan dan tanpa mengharapkan balasan dari orang lain kecuali balasan dari Allah subhanahu wata’ala.

 وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۗ كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَۗ ٢٩ …

Artinya : “Dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan.” (QS. al-A’raf: 29)

Niat dan ikhlas adalah dua perbuatan hati yang orang lain tidak akan tahu kecuali kita sendiri. Kita sendirilah yang bisa menentukan apakah niat kita baik atau buruk, apakah kita ikhlas atau tidak.

Maka jangan berkecil hati dengan ibadah yang kita lakukan. Ketika kita miskin, jangan berkecil hati jika tidak mampu bersedekah sebanyak orang kaya. Ketika kita hanya orang biasa, jangan berkecil hati jika ibadah kita tidak sebanyak orang alim. Perbaiki saja niat dan keikhlasan dalam beramal maka hanya Allah lah yang tahu yang menentukan balasan kepada hamba-Nya.

Imam Al-Ghazali pernah menceritakan didalam kitabnya Ihya Ulumuddin:

Pada suatu masa terdapat kaum yang mentuhankan pepohonan, mereka menyembah dan memujinya. Diantara kaum tersebut ada seorang ahli ibadah yang rajin beribadah kepada Allah. Maka pada suatu hari dengan perasaan marah atas perbuatan kaumnya ia hendak menebang pohon yang menjadi sesembahan tersebut.

Di tengah perjalanan ia di hadang oleh iblis yang menjelma menjadi seorang lelaki tua. Iblis itu pun menggodanya untuk tidak menebang pohon tersebut bahkan iblis menantang walaupun ia menebang pohon itu maka kaumnya tetap akan mencari pepohonan yang lain.

Mendengar omongan iblis tersebut, ahli ibadah itupun marah dan memukul iblis hingga jatuh tersungkur. Namun iblis tidak menyerah, ia tetap menggoda dengan bujuk rayunya. Iblis berkata. Wahai ahli ibadah, engkau bukan seorang nabi dan engkau hidup dalam kemiskinan, tinggalkan sajalah niatmu untuk menebang pohon pasti nanti akan ada orang lain yang menebangnya.

Aku menjamin jika engkau tetap beribadah maka akan ada uang yang datang kepadamu. Ahli ibadah itu pun tergoda. Akhirnya ia pulang dan beribadah kepada Allah dan sesuai janji iblis pada paginya ia menemukan uang dua dinar didepan rumahnya.

Hal ini terjadi selama dua hari namun pada hari yang ketiga iblis tidak lagi menepati janji. Ia tidak lagi menemukan uang di depan rumahnya. Hal ini membuat ia marah dan kembali pergi untuk menebang pohon sesembahan.

Seperti sebelumnya kali ini pun ia dihadang oleh iblis dan dengan perasaan marah ia memukul iblis tersebut namun yang terjadi sungguh diluar dugaan ternyata malah ia yang kesakitan dan jatuh tersungkur.

Ahli ibadah itu keheranan dan ia bertanya mengapa kemarin dia menang sedangkan hari ini justru ia yang kalah. Iblis berkata, kemarin engkau menang karena niatmu benar dan ikhlas untuk menegakkan agama Allah.

Namun, hari ini niatmu sudah rusak karena kemarahanmu muncul setelah tidak lagi mendapatkan uang dariku.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Begitulah, betapa pentingnya niat dan keihlasan kita dalam beramal. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang taat dalam menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dengan niat yang baik serta penuh keikhlasan. Aamiin. [Cms/Sdz]

Sumber: Istiqlal.or.id

Tags: khutbah jumat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

10 Kampus Terbaik Indonesia Versi Webometrics Tahun 2026

Next Post

Tadabbur Al Kahfi di Momen Isra Mi’raj

Next Post
Tadabbur Al Kahfi di Momen Isra Mi'raj

Tadabbur Al Kahfi di Momen Isra Mi'raj

Rekomendasi Outfit Hijab Ngopi di Cafe

Rekomendasi Outfit Hijab Ngopi di Cafe

3 Cara Mengatur Keuangan Bagi Single

3 Cara Mengatur Keuangan Bagi Single

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3438 shares
    Share 1375 Tweet 860
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7903 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6707 shares
    Share 2683 Tweet 1677
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4099 shares
    Share 1640 Tweet 1025
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    402 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5270 shares
    Share 2108 Tweet 1318
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga