PERNAHKAH kita menunda shalat karena merasa pekerjaan belum selesai, penghasilan belum mencukupi, atau urusan dunia masih menumpuk? Terkadang, kita begitu sibuk mengejar rezeki sampai lupa bahwa ada kewajiban yang seharusnya tetap menjadi prioritas. Kita berharap hidup segera membaik, usaha semakin lancar, dan kebutuhan terpenuhi. Namun, tanpa sadar, justru shalat yang sering kali kita kesampingkan.
Padahal, Allah SWT telah memberikan pengingat dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Taha ayat 132:
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.”
Baca Juga: Jarang Diketahui Ini 5 Manfaat Daun Suji Selain untuk Pewarna Makanan
Jaga Shalatmu dan Biarkan Allah Mengatur Rezekimu
Ayat ini mengajarkan bahwa rezeki merupakan urusan Allah, sedangkan kewajiban kita adalah beribadah dan menjalani kehidupan sesuai petunjuk-Nya. Bukan berarti kita cukup berdiam diri lalu menunggu rezeki datang. Kita tetap harus bekerja, berusaha, belajar, dan mencari nafkah melalui jalan yang halal. Namun, semua kesibukan itu jangan sampai membuat kita melupakan shalat.
Sering kali manusia berpikir bahwa setelah rezekinya lancar, barulah ia bisa lebih rajin beribadah. Ketika penghasilan meningkat, utang terlunasi, atau pekerjaan menjadi lebih stabil, ia berjanji akan memperbaiki shalatnya. Sayangnya, janji itu terkadang terus tertunda karena selalu ada target baru yang ingin dicapai.
Padahal, hidup tidak pernah benar-benar bebas dari ujian. Ketika satu masalah selesai, mungkin akan datang persoalan lain. Jika kita menunggu kehidupan sempurna untuk mendekat kepada Allah, kapan kita akan memulainya?
Shalat memang tidak menjamin semua keinginan langsung terkabul atau seluruh masalah seketika menghilang. Namun, shalat dapat menjadi ruang bagi kita untuk mengadu, memohon pertolongan, menenangkan hati, dan mengingat kembali tujuan hidup. Di hadapan Allah, kita belajar bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan dan tidak semua jawaban datang sesuai waktu yang kita inginkan.
Jangan sampai kita begitu takut kehilangan pekerjaan, tetapi tidak takut meninggalkan kewajiban kepada Allah. Jangan sampai kita rela mengorbankan waktu ibadah demi mengejar sesuatu yang belum tentu menjadi milik kita selamanya.
Mulailah menjaga shalat dari sekarang, bukan nanti ketika hidup sudah mapan. Ajarkan pula keluarga untuk mencintai shalat dengan keteladanan dan kesabaran. Tetaplah berusaha mencari rezeki, tetapi jangan lupakan Dzat yang memberi rezeki.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah melapangkan hati kita, memudahkan urusan, mencukupkan kebutuhan, dan menjadikan shalat sebagai kebutuhan jiwa. Sebab, yang kita perlukan bukan hanya rezeki yang berlimpah, melainkan juga keberkahan dan ketenangan dalam menjalani kehidupan. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





