ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20 Safar 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
KHAZANAH

HUT Jakarta, Sudah Tahu Asal-usul Nama Daerah di Jakarta? Yuk, Cari Tahu Sejarahnya

20 June 2019 21:47:20
HUT Jakarta, Sudah Tahu Asal-usul Nama Daerah di Jakarta? Yuk, Cari Tahu Sejarahnya, sejarah Jakarta, Jakarta tempo dulu, sejarah nama-nama jalan di Jakarta,
Wilayah Tanah Abang tempo dulu (foto: Phinemo)

ChanelMuslim.com--Ibukota Indonesia, DKI Jakarta kembali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pada 22 Juni. Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan ini, mungkin sebagian besar di antara kita belum banyak yang mengetahui asal-usul nama daerah yang berada di Jakarta. Yuk, cari tahu sejarahnya.

1. Glodok

Asalnya dari kata Grojok yang merupakan sebutan dari bunyi Air yang jatuh pada Pancuran Air.

Di tempat itu, dahulu kala, ada semacam Waduk penampungan Air Kali Ciliwung.

Orang Tionghoa dan keturunannya menyebut Grojok dengan Glodok.

Karena Orang Tionghoa sulit mengucap kata Grojok seperti layaknya Orang Pribumi.

2. Kwitang

Dulu di wilayah tersebut sebagian Tanah dikuasai dan dimiliki oleh Tuan Tanah yang sangat kaya raya bernama Kwik Tang Kiam.

Orang Betawi zaman dulu menyebut daerah itu sebagai Kampung si Kwi Tang dan akhirnya lama-lama tempat tersebut dinamai Kwitang.

3. Senayan

Dulu daerah Senayan adalah milik seorang yang bernama Wangsanayan yang berasal dari Bali.

Tanah tersebut disebut orang-orang dengan sebutan Wangsanayan yang berarti Tanah tempat tinggal atau Tanah milik Wangsanayan.

Lambat laun akhirnya orang menyingkat nama Wangsanayan menjadi Senayan.

4. Menteng

Daerah Menteng Jakarta Pusat pada zaman dahulu kala merupakan Hutan yang banyak pohon dan buah-buahan.

Karena banyak Pohon Buah Menteng, orang menyebut wilayah tersebut dengan nama Kampung Menteng.

Setelah tanah itu dibeli oleh Pemerintah Belanda tahun 1912 sebagai lokasi perumahan Pegawai Pemerintah Hindia Belanda, daerah itu disebut Menteng.

5. Jalan Jaksa

Jalan yang berada di daerah Jakarta Pusat ini menjadi pusatnya Orang Asing yang tinggal di Jakarta.

Tapi dahulu kala, tempat ini banyak kos-kosan yang ditempati oleh Pelajar-pelajar Indonesia yang sekolah Hukum Belanda.

6. Matraman

Dahulu kala Matraman merupakan home basenya Sultan Agung yang mau menyerang Batavia.

Karena Sultan Agung dari Mataram, tempat tersebut dikenal dengan Mataraman dan lama-lama sebutan tersebut menjadi Matraman.

7. Karet Tengsin

Dahulu, tempat ini adalah Perkebunan Karet milik etnis Tionghoa bernama Tieng Shin.

Karena Orang Pribumi susah menyebut Tieng Shin jadi dilafalkan Tengsin.

8. Kuningan

Dulunya adalah tempat menetapnya seorang Pangeran dari Cirebon bernama Pangeran Koeningan.

9. Buncit

Dahulu di Jalan Buncit Raya ada seorang Pedagang kelontong etnis Tionghoa berperut gendut (buncit) yang sangat terkenal.

10. Bangka

Daerah ini dahulu banyak ditemukan mayat (bangke/bangkai) orang yang dibuang ke Kali Krukut.

11. Cilandak

Konon di tempat ini pernah ditemukan seekor Landak raksasa.

12. Tegal Parang

Di daerah ini dahulu banyak ditemukan Alang-alang Tinggi (Tegalan) yang dipotong dengan Parang (Golok).

13. Blok A/M/S

Dulunya sekitar itu tempat pembukaan perumahan baru yang ditandai dengan blok mulai abjad A-S. Sayang yang tersisa hanya 3 blok saja.

14. Pasar Rumput

Daerah ini merupakan tempat berkumpulnya Tukang Rumput yang menjual rumput untuk kalangan Meneer Belanda yang tinggal di Kampung Elit Menteng.

15. Kalimalang

Karena Kali atau Sungai yang mengalir di sepanjang jalan tersebut tidak mengarah ke Laut (Utara), melainkan ke arah Barat (silang atau malang).

16. Lebak Bulus

Dahulu kala di daerah ini merupakan sentral penjual Penyu atau Kura-kura yang dijajakan di kolam-kolam.

Lebak artinya kolam.

Bulus artinya Penyu atau Kura-kura.

17. Boplo

Berlokasi di belakang Stasiun Gondangdia, Menteng. Dahulu kala tempat ini adalah Tanah Perusahaan Kontraktor Belanda NV De Bouwploeg.

18. Kampung Ambon

Berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur nama Kampung Ambon sudah ada sejak tahun 1619.

Pada waktu itu, JP Coen sebagai Gubernur Jendral VOC menghadapi persaingan dagang dengan Inggris.

Untuk memperkuat Angkatan Perang VOC, Coen pergi ke Ambon lalu merekrut masyarakat Ambon untuk dijadikan Tentara.

Pasukan dari Ambon yang dibawa Coen itu kemudian diberikan pemukiman di daerah Rawamangun, Jakarta Timur. Sejak itulah pemukiman tersebut dinamakan Kampung Ambon.

19. Sunda Kelapa

Sunda Kelapa merupakan sebutan sebuah Pelabuhan di Teluk Jakarta.

Nama Kelapa diambil dari berita yang terdapat dalam tulisan perjalanan Tome Pires pada tahun 1513 yang berjudul Suma Oriental.

Dalam buku tersebut disebutkan bahwa nama Pelabuhan itu adalah Kelapa.

Karena pada waktu itu wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda maka kemudian Pelabuhan ini disebut Sunda Kelapa.

20. Pondok Gede

Sekitar tahun 1775, lokasi ini merupakan lahan Pertanian dan Peternakan yang disebut Onderneming.

Di sana terdapat sebuah Landhuis atau tumah besar tempat tinggal sekaligus tempat mengurus Usaha Pertanian dan Peternakan milik Johannes Hoojiman.

Karena merupakan satu-satunya bangunan besar yang ada di lokasi tersebut Masyarakat pribumi menyebutnya Pondok Gede.

21. Pasar Senen

Pasar Senen pertama kali dibangun oleh Justinus Vinck. Orang-orang Belanda menyebut pasar ini dengan sebutan Vinckpasser (Pasar Vinck). Akan tetapi, karena pada awalnya Vinckpasser dibuka hanya pada hari Senin, pasar itu disebut juga Pasar Senen (disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang yang lebih sering menyebut Senen ketimbang Senin).

Namun, seiring kemajuan dan pasar Senen semakin ramai, maka sejak tahun 1766 pasar ini pun buka pada hari-hari lain.

22. Kebayoran

Kebayoran berasal dari kata Kebayuran yang artinya: tempat penimbunan Kayu Bayur.

Kayu Bayur yang sangat baik untuk dijadikan kayu bangunan karena kekuatannya serta tahan terhadap Rayap.

23. Kebagusan

Nama Kebagusan, daerah yang menjadi tempat hunian mantan Presiden Megawati berasal dari nama seorang gadis jelita, Tubagus Letak Lenang.

Konon kecantikan gadis keturunan Kesultanan Banten ini membuat banyak pemuda ingin meminangnya.

Agar tidak mengecewakan hati para pemuda itu, ia akhirnya memilih bunuh diri.

Sampai sekarang makam itu masih ada dan dikenal dengan nama Ibu Bagus.

24. Ragunan

Berasal dari Wiraguna yaitu gelar yang disandang Tuan Tanah Pertama kawasan tersebut bernama Hendrik Lucaasz Cardeel yang diperolehnya dari Sultan Banten Abunasar Abdul Qahar, Putra Sultan Ageng Tirtayasa.

25. Pal Meriam

Asal usul nama daerah yang berada di perempatan Matraman dengan Jatinegara ini berasal dari suatu peristiwa sejarah yang terjadi sekitar tahun 1813.

Pada waktu itu, Pasukan Altileri Meriam Inggris yang akan menyerang Batavia mengambil daerah itu untuk meletakkan meriam yang sudah siap ditembakkan.

Peristiwa tersebut sangat mengesankan bagi masyarakat sekitar dan menyebut nama daerah ini Paal Meriam (tempat meriam dipersiapkan).

26. Cawang

Dahulu kala ketika Belanda berkuasa ada seorang Letnan Melayu yang mengabdi pada Kompeni bernama Ence Awang.

Letnan ini bersama anak buahnya bermukim di kawasan yang tak jauh dari Jatinegara.

Lama kelamaan sebutan Ence Awang berubah menjadi Cawang.

27. Batu Ampar dan Bale Kambang di Condet

Dahulu ada sepasang suami istri bernama Pangeran Geger dan Nyai Polong.

Mereka memiliki beberapa orang anak.

Salah satu anak perempuannya diberi nama Siti Maemunah yang terkenal sangat cantik.

Pangeran Astawana, anak Pangeran Tenggara atau Tonggara asal Makassar pun tertarik melamarnya.

Siti Maemunah meminta dibangunkan sebuah rumah dan tempat peristirahatan di atas empang, dekat Kali Ciliwung yang harus selesai dalam satu malam.

Permintaan itu disanggupi dan menurut legenda, esok harinya sudah tersedia rumah dan sebuah bale di pinggir Kali Ciliwung.

Untuk menghubungkan rumah itu dengan kediaman keluarga Pangeran Tenggara dibuatlah jalan yang diampari (dilapisi) batu.

Demikian menurut cerita, tempat yang dilalui jalan yang diampari batu disebut Batu Ampar dan Bale (balai) peristirahatan yang seolah-olah mengambang di atas Air itu disebut Balekambang.

28. Depok

Dahulu tempat ini sebagai Depo Kereta Api (garasi)

29. Bintaro

Perumahan Bintaro dan sekitarnya banyak ditumbuhi pepohonan yang bernama Bintaro dan buahnya sering dikonsumsi masyarakat setempat.

30. Taman Anggrek

Daerah ini berawal dari keinginan Ibu Tien untuk mengambil kebun Anggrek milik Juragan Tanah Sunda bernama H. Rasman.

Dia memiliki tanah berhektar-hektar di Cipete.

Bu Tien mengambil bunga-bunga Anggrek tersebut dengan niat membeli (namun tidak dibayar) yang akhirnya dipindahkan ke daerah Jakarta Barat, sekarang jadi Mall Taman Anggrek.

31. Petamburan

Pada suatu waktu terjadi peristiwa yang melatarbelakangi penamaan daerah ini.

Peristiwa itu meninggalnya seorang penabuh tambur daerah di daerah ini dan dimakamkan di bawah Pohon Jati sehingga nama kampung ini sebenarnya Jati Petamburan.

32. Gondangdia

Ada beberapa versi asal penamaan Gondangdia.

Versi pertama, Gondangdia berasal dari nama pengembang yang ditunjuk Belanda untuk membangun kawasan Menteng, yaitu NV Gondangdia.

-Versi kedua, berasal dari nama Kakek yang terkenal dan disegani di kampung tersebut.

Kakek tersebut sering disebut Kyai Kondang.

Karena terkenal, nama Kyai itu sering disebut-sebut dan dikaitkan dengan nama daerah tersebut.

Akhirnya nama tersebut dikenal Gondangdia (Kakek dia yang tersohor).

33. Petojo

Berasal dari nama seorang Pimpinan Orang-orang Bugis, yang pada tahun 1663 diberi Hak Pakai kawasan tersebut bernama Aru Petuju. Oleh orang Betawi, Petuju diucapkan Petojo.

34. Krukut

Asal usul nama Krukut mempunyai beberapa versi.

Versi pertama, Krukut berasal dari dindiran yang diberikan pada orang yang hidupnya sangat hemat atau pelit (Krokot).

Orang Betawi menyebut orang-orang Arab yang banyak tinggal di kampung tersebut dengan Krukut, mengubah kata Krokot menjadi Krukut.

Versi kedua, berasal dari bahasa Belanda Kerkhof yang berarti Kuburan.

Pada masa lalu, kampung tersebut merupakan tempat kuburan orang-orang Betawi.

35. Pinangsia

Nama jalan di dekat pertokoan Glodok ini berasal dari bahasa Belanda Financien yang artinya Keuangan.

Ada juga yang mengatakan tempat ini dahulu ada Department van Financien alias Departemen Keuangan.

Oleh lidah orang Betawi, kata Financien berubah menjadi Pinangsia.

36. Kali Angke

Kata Angke berasal dari bahasa Cina.

Ang = Darah

Ke = Sungai.

Kata ini didasarkan pada peristiwa pembantaian orang-orang etnis Cina oleh Belanda di tahun 1740.

Mayat orang-orang Cina yang bergelimpangan dihanyutkan di Kali yang ada di dekat peristiwa itu sehingga kali yang penuh dengan mayat itu berganti nama dengan Kali Angke.

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, kampung tersebut bernama Kampung Bebek, hal ini karena orang Cina yang tinggal di kawasan tersebut banyak yang beternak Bebek.

37. Pluit

Sekitar tahun 1660 di Pantai sebelah Timur Muara Kali Angke diletakkan sebuah Fluitschip (Kapal panjang ramping) bernama Het Witte Paert yang tidak layak melaut.

Kapal ini digunakan menjadi kubu pertahanan untuk membantu Benteng Vijhoek yang terletak di pinggir Kali Grogol, sebelah timur Kali Angke, dalam menanggulangi serangan-serangan sporadik yang dilakukan oleh Pasukan bersenjata Kesultanan Banten. Kubu tersebut dikenal dengan sebutan De Fluit.

38. Marunda

Marunda berasal dari kata merendah.

Menurut cerita turun temurun, sifat penduduk asli di daerah ini memang baik hati, menjauhi sifat sombong yang dilarang agama.

39. Tanjung Priok

Nama Tanjung Priok diambil dari nama seorang penyebar agama Islam dari Palembang dengan sebutan Mbah Periuk yang membawa Periuk Nasi sisa perjalanan dari Palembang.

Itulah asal-usul nama daerah di Jakarta. Tak kenal maka tak sayang, dengan mengenal sejarah penamaan daerah tersebut semoga Sobat ChanelMuslim.com bisa lebih mencintai dan menjaga kota Jakarta. [ind/sindonews]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
hut jakarta
sudah tahu asal-usul nama daerah di jakarta? yuk
cari tahu sejarahnya
sejarah jakarta
jakarta tempo dulu
sejarah nama-nama jalan di jakarta
 
BERITA LAINNYA
 
 
KHAZANAH
19 June 2018 09:15:40

Nasihat Nabi tentang Memuliakan Tetangga

 
KHAZANAH
23 March 2019 22:36:04

Tentang Para Imigran

 
KHAZANAH
16 August 2019 05:30:02

Doa untuk Orang yang Pulang Haji

 
KHAZANAH
21 September 2017 07:03:34

Dua Makna Hijrah

The Power Of Love 2 Hayya
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284