• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Hati yang Terselimuti Cahaya

20/05/2025
in Khazanah
Hati yang Terselimuti Cahaya

(foto: pixabay)

75
SHARES
576
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HATI yang terselimuti cahaya ditulis oleh Djoko P. Abdullah. Sebutannya Dzun Nun al-Mishri. Nama lengkapnya Abu Al-Fayd Tauban bin Ibrahim bin Muhammad Al-Anshari. Seorang Sufi besar, Wali Allah generasi awal, sangat kharismatik.

Beliau dikenal mendakwahkan materi hadits-hadits dari Imam Malik, karena beliau belajar langsung karyanya yang masyhur, Al-Muwathatha.

Dzun Nun mempunyai banyak murid. Salah satunya kelak menjadi sufi besar yang terkenal. Pertama, Yusuf bin Al-Husain dari Persia, seorang sufi yang terkenal dengan keikhlasannya dan sering mengungkapkan pengalamannya. Kedua adalah Sahl al-Tustari salah satu guru Mansur Al-Hallaj.

Di antara Nasihat Emas Dzun Nun al-Mishri: “Hendaklah engkau bergaul dengan orang yang melihatnya saja mengingatkanmu kepada Allah, kharismanya berkesan dalam hatimu, perkataannya menambah ilmumu, dan perilakunya menjadikanmu Zuhud kepada dunia dan apa yang di tangan
manusia. Ia tidak berani sedikit pun bermaksiat kepada Allah selama engkau berada di dekatnya. Ia mengajarimu dengan lisan dan perbuatannya, dan tidak dengan lisan perkataannya.”

Baca juga: Tidak Ada Kemuliaan bagi Orang yang Tidak Memiliki Ilmu

Hati yang Terselimuti Cahaya

Dzun Nun melanjutkan: “Orang cerdas bukanlah mereka yang ahli dalam urusan dunianya, tetapi bodoh dalam urusan akhiratnya. Bukan orang yang buruk pekertinya ketika harus bermurah hati, dan juga bukan orang yang bersikap arogan ketika harus merendahkan hati.” (tawadhu’)

Jangan menjadi orang yang mengoleksi ilmu dan gelar dengan maksud terkenal. Tetapi kehidupannya didominasi oleh kebusukan hati dan berbagai jenis syahwat.”

Adapun nasihat Imam bin Hambal, Allah mewahyukan kepada Isa Alaihissaalam, “jika kau seorang diri jagalah hatimu, jika kau bersama orang jagalah lisanmu, jika kau di meja makan jagalah perutmu, dan jika kau berada di jalan jagalah pandanganmu.”

أَخي لَن تَنالَ العِلمَ إِلّا بِسِتَّةٍ
سَأُنبيكَ عَن تَفصيلِها بِبَيانِ
ذَكاءٌ وَحِرصٌ وَاِجتِهادٌ وَبُلغَةٌ
وَصُحبَةُ أُستاذٍ وَطولُ زَمانِ

Saudaraku, kalian tidak akan pernah mendapatkan ilmu kecuali dengan enam (6) hal. Aku akan beritahukan kepadamu dengan rinci yakni, dzakaun (kecerdasan), hirsun (semangat tinggi), ijtihadun (cita- cita yang tinggi), bulghatun (persiapan), suhbatul ustadz (bersahabat dengan guru), tuuluzaman (waktu yang panjang).

Mungkin Imam Malik adalah salah satu ulama yang berbeda dalam life style. Ketika sebagian ulama lainnya memilih hidup yang bersahaja atau bahkan miskin, tapi justru Imam Malik hidup dalam ‘kemewahan’.

ما أحب لامرئ أنعم الله عليه ألا يرى أثر نعمته

“Aku paling tidak suka dengan seseorang yang sudah diberi nikmat-Nya, tapi nikmat itu seakan tidak kelihatan.”

Bukan maksudnya untuk bermewah- mewahan semata, tapi di balik itu Imam Malik ingin mengajarkan kepada kita bagaimana hidup dalam status yang tinggi serta mulia, sehingga tidak dipandang remeh oleh semua orang juga penguasa.

Tidak heran jika penguasa Makkah dan Madinah pada waktu itu segan dengan Imam Malik. Tidak mudah bagi mereka untuk bertemu dengan beliau. Imam Malik bukan seperti ulama lainnya yang langsung bisa diperintah oleh penguasa. Mereka ta’zhim dengan keilmuannya, juga respect dengan penampilannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mahdi berkata: “Seorang laki-laki bertanya kepada Imam Malik tentang suatu masalah. Imam Malik menjawab, ‘La uhsinuha’ (aku tidak mengerti masalah ini dengan baik). Kemudian laki-laki itu berkata: “(Tolonglah) aku telah melakukan perjalanan jauh agar bisa bertanya kepadamu tentang masalah ini.”

Imam Malik berkata kepadanya: Ketika kau kembali ke tempat tinggalmu, kabarkan pada masyarakat di sana bahwa aku berkata kepadamu: ‘La uhsinuha’.”

Dalam kisah ini, Imam Malik tidak malu mengatakan dirinya tidak tahu. Ia tidak takut orang-orang menganggapnya bodoh. Ia tidak takut dianggap acuh tak acuh dengan membiarkan laki-laki itu pulang dengan tangan hampa meski telah melakukan perjalanan jauh. Imam Malik ingin mengkonfirmasi bahwa pengalaman agama harus dibangun dengan pengetahuan dan rasa takut kepada Allah. Imam Malik mengatakan

ليس العلم بكثرة الرواية وإنما هو نور يضعه الله في القلب

“Ilmu itu bukanlah banyaknya riwayat, melainkan cahaya yang diletakkan Allah dalam hati.”[ind]

Tags: Hati yang Terselimuti Cahaya
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tavi dan Earth Love Life Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat “Heal Our Bumi”

Next Post

Penjual Pentol di Ngawi Berhasil Wujudkan Impiannya Berangkat Ibadah Haji

Next Post
Penjual Pentol di Ngawi Berhasil Wujudkan Impiannya Berangkat Ibadah Haji

Penjual Pentol di Ngawi Berhasil Wujudkan Impiannya Berangkat Ibadah Haji

RISKA Menteng Resmikan Hunian dan Sanitasi di Rumah Qur’an Miftahul Huda

RISKA Menteng Resmikan Hunian dan Sanitasi di Rumah Qur’an Miftahul Huda

Buat Kamu yang Masih Mencari Jawaban Hidup

Buat Kamu yang Masih Mencari Jawaban Hidup

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    271 shares
    Share 108 Tweet 68
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Resep Singkong Keju Goreng

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7820 shares
    Share 3128 Tweet 1955
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Gelar Majelis Taklim di Pendopo, Fery Farhati Berpesan Agar Semangat Mendatangi Majelis Ilmu

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga