• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 8 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Bagaimana Kita Mengukur Diri

26/06/2026
in Khazanah, Unggulan
Fikih Malu, Menghiasi Hidup dengan Malu

(foto: pixabay)

106
SHARES
816
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bagaimana kita mengukur diri? Orang yang kaya, pejabat, tokoh atau sekalipun engkau orang yang berpengaruh, atau juga Guru, Ustaz, Ajengan dan bahkan Kyai sekalipun, maka sungguh suatu kesombongan, terlalu mentakjubi diri jika menganggap setiap orang yang datang kepadamu itu memerlukan atau membutuhkanmu. Jangan lakukan itu. Tawadhu’-lah dan muliakan dirimu.

Baca Juga: Mengenali Diri Sendiri Sebelum Menikah?

Oleh: Ustaz Umar Hidayat, M.Ag

Bagaimana Kita Mengukur Diri

Boleh jadi justru sebaliknya. Karena sungguh kita sama sekali tidak tahu siapa di antara kita yang lebih mulia di mata makhluk langit. Apalagi di ‘mata’ Allah Subhanahu wa taala. Umbaran jumawa atau merasa paling hanya akan mengundang bencana dan kesusahan di kemudian hari.

Biarkan orang lain yang menganggap, atau bahkan engkau melarang mereka untuk beranggapan yang berlebihan. Betapa sakit ketika engkau ‘kejlungup’ (baca; jatuh yang tak sengaja) saat engkau merasa di ketinggian.

Maka sebaik engkau adalah orang kaya yang rendah hati dan mau peduli mau berbagi. Sebaik-baiknya engkau adalah menjadi punggawa pejabat yang mencerminkan khadimul ummat.

Sebaiknya engkau menjadi maha guru, ustadz maupun Kyai yang mau mengayomi dan meneduhkan ummat. Maka, sebaik-baiknya engkau menjadi orang yang mau menyapa dan berdoa kepada siapa saja meski tidak dimintanya.

Karena sifat tawadhu adalah sifat hamba Allah (QS. Al-Furqan: 63); sebagaimana Rasulullah Nabi dan hamba terbaik mentauladankan kepada kita.

Baca Juga: 5 Faktor Penghambat Kehidupan Berkeluarga

Sifat Tawadhu adalah Sifat Nabi

Suatu hari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu memasuki pasar bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau kemudian membeli beberapa barang dan Abu Hurairah bergegas ingin membantu Rasulullah, akan tetapi Rasulullah berkata: “Pemilik barang lebih berhak membawa barangnya sendiri”.

Begitulah ketawadhuan baginda Nabi. Semua aktivitas di rumah dilakukannya sendiri dan tidak menyuruh orang lain (dan hanya beberapa hal saja beliau menyuruh orang lain).

Begitupun dulu, saat terjadi peristiwa pembukaan Kota Makkah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama tentara muslim berjumlah puluhan ribu, Beliau masuk ke dalamnya dalam keadaan menundukkan kepalanya yang mulia hingga hampir jenggot beliau menyentuh pelana kendaraan.

Rasulullah tidak pernah berbusung dada atau berbangga diri meski dirinya seorang pemimpin pasukan bahkan pemimpin umat ini. Beliau memasuki Kota Makkah dalam keadaan tawadhu’ kepada pemiliknya Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhan semesta Alam.

Bagaimana dengan kita?[ind]

 

Tags: bagaimana kita mengukur diri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dzu Al-Bijadain, Sahabat yang Meninggalkan Segalanya Demi Islam

Next Post

LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

Next Post
LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

Mengenal A'shim bin Tsabit, Syuhada yang Dijaga Allah Setelah Wafat

Mengenal A'shim bin Tsabit, Syuhada yang Dijaga Allah Setelah Wafat

Rahasia Membuat Cireng Renyah di Luar dan Kenyal di Dalam

Rahasia Membuat Cireng Renyah di Luar dan Kenyal di Dalam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9495 shares
    Share 3798 Tweet 2374
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4290 shares
    Share 1716 Tweet 1073
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2454 shares
    Share 982 Tweet 614
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11828 shares
    Share 4731 Tweet 2957
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4851 shares
    Share 1940 Tweet 1213
  • Doa setelah Shalat sesuai Sunnah Nabi

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1344 shares
    Share 538 Tweet 336
  • Kopi Alam Bekasi, Menikmati Kopi dan Suasana Asri di Tengah Kota

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2397 shares
    Share 959 Tweet 599
  • Demo Besar Pelajar di Prancis kian Tak Terkendali

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga