• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 17 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Bagaimana Kita Mengukur Diri

26/06/2026
in Khazanah, Unggulan
Fikih Malu, Menghiasi Hidup dengan Malu

(foto: pixabay)

105
SHARES
808
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bagaimana kita mengukur diri? Orang yang kaya, pejabat, tokoh atau sekalipun engkau orang yang berpengaruh, atau juga Guru, Ustaz, Ajengan dan bahkan Kyai sekalipun, maka sungguh suatu kesombongan, terlalu mentakjubi diri jika menganggap setiap orang yang datang kepadamu itu memerlukan atau membutuhkanmu. Jangan lakukan itu. Tawadhu’-lah dan muliakan dirimu.

Baca Juga: Mengenali Diri Sendiri Sebelum Menikah?

Oleh: Ustaz Umar Hidayat, M.Ag

Bagaimana Kita Mengukur Diri

Boleh jadi justru sebaliknya. Karena sungguh kita sama sekali tidak tahu siapa di antara kita yang lebih mulia di mata makhluk langit. Apalagi di ‘mata’ Allah Subhanahu wa taala. Umbaran jumawa atau merasa paling hanya akan mengundang bencana dan kesusahan di kemudian hari.

Biarkan orang lain yang menganggap, atau bahkan engkau melarang mereka untuk beranggapan yang berlebihan. Betapa sakit ketika engkau ‘kejlungup’ (baca; jatuh yang tak sengaja) saat engkau merasa di ketinggian.

Maka sebaik engkau adalah orang kaya yang rendah hati dan mau peduli mau berbagi. Sebaik-baiknya engkau adalah menjadi punggawa pejabat yang mencerminkan khadimul ummat.

Sebaiknya engkau menjadi maha guru, ustadz maupun Kyai yang mau mengayomi dan meneduhkan ummat. Maka, sebaik-baiknya engkau menjadi orang yang mau menyapa dan berdoa kepada siapa saja meski tidak dimintanya.

Karena sifat tawadhu adalah sifat hamba Allah (QS. Al-Furqan: 63); sebagaimana Rasulullah Nabi dan hamba terbaik mentauladankan kepada kita.

Baca Juga: 5 Faktor Penghambat Kehidupan Berkeluarga

Sifat Tawadhu adalah Sifat Nabi

Suatu hari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu memasuki pasar bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau kemudian membeli beberapa barang dan Abu Hurairah bergegas ingin membantu Rasulullah, akan tetapi Rasulullah berkata: “Pemilik barang lebih berhak membawa barangnya sendiri”.

Begitulah ketawadhuan baginda Nabi. Semua aktivitas di rumah dilakukannya sendiri dan tidak menyuruh orang lain (dan hanya beberapa hal saja beliau menyuruh orang lain).

Begitupun dulu, saat terjadi peristiwa pembukaan Kota Makkah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama tentara muslim berjumlah puluhan ribu, Beliau masuk ke dalamnya dalam keadaan menundukkan kepalanya yang mulia hingga hampir jenggot beliau menyentuh pelana kendaraan.

Rasulullah tidak pernah berbusung dada atau berbangga diri meski dirinya seorang pemimpin pasukan bahkan pemimpin umat ini. Beliau memasuki Kota Makkah dalam keadaan tawadhu’ kepada pemiliknya Allah ‘Azza wa Jalla, Tuhan semesta Alam.

Bagaimana dengan kita?[ind]

 

Tags: bagaimana kita mengukur diri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dzu Al-Bijadain, Sahabat yang Meninggalkan Segalanya Demi Islam

Next Post

LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

Next Post
LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

LPPOM Sambut Antusiasme Masyarakat dalam Kampanye Wajib Halal Oktober 2026

Mengenal A'shim bin Tsabit, Syuhada yang Dijaga Allah Setelah Wafat

Mengenal A'shim bin Tsabit, Syuhada yang Dijaga Allah Setelah Wafat

Rahasia Membuat Cireng Renyah di Luar dan Kenyal di Dalam

Rahasia Membuat Cireng Renyah di Luar dan Kenyal di Dalam

  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • 5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta Utara yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8892 shares
    Share 3557 Tweet 2223
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4007 shares
    Share 1603 Tweet 1002
  • Hukum Mengumumkan Kematian di Masjid

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11586 shares
    Share 4634 Tweet 2897
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3473 shares
    Share 1389 Tweet 868
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2362 shares
    Share 945 Tweet 591
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga