TUMIT yang terasa kasar sering kali baru disadari ketika kulit mulai mengelupas atau retak. Apalagi saat menggunakan sandal atau berjalan tanpa alas kaki, bagian tumit yang pecah-pecah bisa terasa perih dan mengganggu kenyamanan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kulit yang terlalu kering, tekanan dan gesekan berulang, serta kebiasaan merawat kaki yang kurang diperhatikan.
Tidak harus selalu menggunakan perawatan yang rumit. Beberapa bahan yang mudah ditemukan di rumah dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga kelembapan kulit kaki. Namun, bahan alami sebaiknya digunakan sebagai perawatan pendamping, bukan dianggap sebagai obat untuk semua kondisi kulit.
Baca Juga: Ini Dia Penyebab Susah Tidur dan Tips Menghilangkan Insomnia
Tips Perawatan Tumit Kasar dengan Bahan-bahan Alami
Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Oleskan minyak kelapa
Minyak kelapa dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu melembapkan kulit yang kering. Setelah mandi dan kaki dikeringkan, oleskan sedikit minyak kelapa pada tumit sambil dipijat perlahan. Lakukan secara rutin, terutama sebelum tidur.
Jangan mengoleskannya pada luka yang terbuka atau kulit yang sedang mengalami iritasi berat. Bila terasa perih atau muncul kemerahan, hentikan penggunaannya.
2. Gunakan minyak zaitun pada kulit kering
Minyak zaitun juga dapat digunakan pada area kulit yang terasa sangat kering. Cleveland Clinic menyebut minyak zaitun sebagai salah satu bahan alami yang dapat dicoba untuk membantu melembapkan area kulit kering seperti tumit dan siku.
Cukup gunakan tipis-tipis pada tumit setelah mandi. Tidak perlu terlalu banyak karena lapisan minyak yang berlebihan justru membuat kaki terasa licin.
3. Jangan terlalu sering merendam kaki
Merendam kaki dalam waktu lama memang membuat kulit terasa lebih lunak. Namun, terlalu lama terkena air justru dapat mengganggu lapisan pelindung kulit dan membuat kelembapan lebih mudah hilang. Dermatolog menyarankan mandi atau berendam dalam waktu singkat menggunakan air hangat, bukan air yang terlalu panas.
Jika ingin merendam kaki, lakukan sebentar saja. Setelah itu, keringkan dengan lembut dan segera gunakan pelembap.
4. Gosok kulit mati dengan lembut
Tumit yang tebal dan kasar boleh dirawat dengan mengurangi kulit mati secara perlahan. Gunakan batu apung atau alat khusus kaki dengan lembut setelah kulit melunak.
Hindari mengikis tumit terlalu keras atau menggunakan benda tajam untuk memotong kulit. Cara tersebut dapat menyebabkan luka dan memperbesar risiko infeksi. Jangan melakukan pengikisan pada bagian yang sedang merah, meradang atau terluka.
5. Gunakan pelembap setelah mandi
Ini merupakan langkah yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Setelah mandi, jangan menunggu sampai kaki benar-benar kering dan terasa kaku. Oleskan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap agar kelembapannya lebih terjaga.
Jika kulit sangat kering, produk yang mengandung urea, asam alfa hidroksi atau asam salisilat dapat membantu mengatasi tumit pecah-pecah. American Academy of Dermatology juga menyarankan penggunaan petroleum jelly sebelum tidur untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
6. Pakai kaus kaki saat tidur
Setelah mengoleskan pelembap atau sedikit minyak pada tumit, gunakan kaus kaki berbahan nyaman sebelum tidur. Cara ini membantu menjaga bahan pelembap tetap berada di kulit dan mengurangi gesekan selama beraktivitas.
Selain perawatan dari luar, perhatikan pula alas kaki yang digunakan sehari-hari. Sepatu yang terlalu sempit atau alas kaki dengan bagian tumit terbuka dapat meningkatkan tekanan dan gesekan pada tumit.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Jika tumit sudah sangat dalam, berdarah, terasa nyeri, bernanah, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya jangan hanya mengandalkan bahan alami. Tumit pecah-pecah terkadang berkaitan dengan kondisi kulit tertentu atau penyakit seperti diabetes sehingga perlu diperiksa oleh tenaga medis. [DW]



