SIMAK satu alasan Jakarta Islamic School (JISc) memilih Pearson Edexcel sebagai bagian dari sistem pendidikan internasional yang diterapkannya.
Menyiapkan siswa agar mampu bersaing di tingkat global membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berbahasa asing.
Penguasaan akademik, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi hingga kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi internasional menjadi bagian penting dari pendidikan masa kini.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Jakarta Islamic School (JISc) memilih Pearson Edexcel sebagai bagian dari sistem pendidikan internasional yang diterapkannya.
Pilihan tersebut bukan semata-mata karena Edexcel berasal dari Inggris, tetapi karena kualifikasinya dirancang untuk peserta didik internasional dan memiliki orientasi pada kesinambungan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
Pearson Edexcel International GCSE merupakan kualifikasi internasional yang dapat menjadi jalur persiapan menuju A Level, International A Level, perguruan tinggi maupun dunia kerja.
Pearson menyebutkan bahwa International GCSE dipelajari di lebih dari 80 negara dan diterima oleh universitas secara global.
Baca juga: Usianya Paling Muda, Prestasinya Mendunia! Jeja JISc Tembus HIPPO Olympiad London
Rahasia JISc Menyiapkan Siswa Go Global, Mengapa Kurikulum Edexcel Jadi Pilihan?
Karakter tersebut sejalan dengan visi pendidikan yang ingin membekali siswa dengan perspektif lebih luas.
Bagi JISc, pendidikan internasional dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan siswa pada standar akademik dan pola pembelajaran yang memiliki orientasi global, sembari tetap membawa nilai-nilai pendidikan Islam sebagai bagian dari identitas sekolah.
Salah satu daya tarik Edexcel adalah perhatian terhadap transferable skills atau keterampilan yang dapat digunakan siswa dalam berbagai situasi.
Dalam International GCSE, Pearson mengintegrasikan kemampuan seperti problem solving, critical thinking, leadership, dan collaboration. Keterampilan tersebut dinilai penting untuk membantu siswa menghadapi pendidikan tingkat lanjut dan dunia kerja.
Dengan pendekatan ini, keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari kemampuan mengingat materi pelajaran. Siswa juga diarahkan untuk mampu menganalisis informasi, menyusun argumentasi, mencari solusi, bekerja sama dan mengambil keputusan.
Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan ketika siswa nantinya berhadapan dengan lingkungan pendidikan tinggi yang lebih kompetitif dan multikultural.
Salah satu tujuan pendidikan go global adalah membuka sebanyak mungkin pilihan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Pearson menyatakan bahwa International GCSE dirancang untuk mendukung keberlanjutan pendidikan siswa menuju A Level, International A Level, universitas dan dunia kerja.
Bahkan, International GCSE merupakan bagian dari rangkaian Pearson Edexcel iProgress, yang mencakup jenjang iPrimary, iLowerSecondary, International GCSE hingga International Advanced Level.
Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan kesinambungan perjalanan pendidikan bagi siswa sekolah internasional.
Bagi JISc, kesinambungan seperti ini menjadi salah satu aspek penting dalam menyiapkan siswa untuk memiliki pilihan pendidikan yang lebih luas setelah lulus sekolah.
Edexcel juga menawarkan sistem asesmen yang terstruktur. International GCSE menggunakan skala nilai 9–1, sementara sejumlah mata pelajaran menyediakan pilihan asesmen berbasis kertas maupun layar.
Menurut Pearson, desain asesmennya dikembangkan dengan melibatkan pakar mata pelajaran, guru dan profesor universitas untuk memastikan konten serta metode penilaian mendukung keberlanjutan pendidikan siswa.
Artinya, proses belajar tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas. Siswa juga dipersiapkan menghadapi sistem evaluasi akademik yang dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju pendidikan tinggi.
Keseriusan JISc dalam menjalankan sistem Edexcel juga terlihat dari statusnya sebagai Edexcel Approved Centre.
Berdasarkan sertifikat Pearson Edexcel yang ditampilkan pada laman Pusat Ujian Edexcel JISc, Jakarta Islamic School tercatat disetujui untuk menawarkan Edexcel Academic Qualifications dengan Centre Number 91873.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Status tersebut memperkuat posisi JISc dalam penyelenggaraan kualifikasi Edexcel, bukan sekadar menjadikan kurikulum internasional sebagai bagian dari materi promosi sekolah.
Menjadi sekolah berorientasi global tidak berarti siswa harus meninggalkan identitas dan nilai yang mereka miliki.
Justru, tantangan pendidikan modern adalah bagaimana siswa mampu memahami dunia yang semakin terbuka sekaligus memiliki karakter dan nilai yang kuat sebagai bekal dalam berinteraksi di lingkungan internasional.
Karena itu, kombinasi antara pendidikan Islam, standar akademik internasional dan pengembangan keterampilan abad ke-21 menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mempersiapkan generasi yang lebih siap menghadapi perubahan.
Pada akhirnya, rahasia JISc menyiapkan siswa untuk go global bukan hanya terletak pada penggunaan kurikulum internasional, tetapi pada bagaimana kurikulum tersebut dimanfaatkan untuk membangun kemampuan akademik, keterampilan berpikir, kemandirian dan kesiapan siswa menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Pilihan Edexcel menjadi salah satu instrumen JISc untuk menghadirkan jalur tersebut, membawa siswa mengenal standar global, tanpa harus kehilangan nilai dan identitas yang menjadi bagian dari pendidikan mereka. [Din]


