• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 1 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Hidup di Australia Itu

17/06/2025
in Jendela Hati, Unggulan
Hidup di Australia Itu

FB Fifi Proklawati Jubilea

82
SHARES
630
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HIDUP di Australia itu buat aku, yang sudah tua gini .. yaa termasuk murah lahir batin.

Daging murah dan bermutu, sebab sapi di sini makannya juga diurus negara bahkan makan roti.
Dua kilo daging bisa untuk 3 hari.

Sawi tumis dan ikan mackerel goreng adalah menu favorit. Anak juga enggak minta uang jajan, enggak ada tukang jajanan.

Pulang sekolah langsung ke rumah paling main bola di taman, lalu kalau haus air keran juga gratis bahkan enak dingin dan mengandung penguat gigi. Mengandung kalsium. Rata-rata orang sini usia 95-110 tahun, dan giginya kuat kuat. Jadi air keran lebih bagus sebetulnya daripada air kemasan.

Bensin juga murah menurutku apalagi aku pakai diesel (solar) yaah isi bensin cuma seminggu sekali. Beli mobil second sama teman anakku orang Afghan yang sudah jadi citizen di sini. Dia punya showroom mobil jadi dikasih nyicil mobil pribadinya, bayar 10 kali.

Harga mobil sekitar 1/3 harga mobil di Jakarta dengan spec yang sama. Cuma Hyundai saja bukan yang Alphard atau Lexus.

Quality life, udara segar dan no polution, langit cerah.

Juga hidup lebih teratur,
Tidur cepat pukul 21.00 malam sudah kriyep kriyep suasana sepi, habis Isya sebagian orang malah pada tidur. Bangun bangun pukul 2.00 ke toilet sekalian wudhu dan sholat malam, dzikir tak lama ngantuk – mungkin karena banyak malaikat .. lalu .. tidur lagi sampai menjelang subuh. Siap-siap ke masjid sebab badan sudah sangat segar.

Sebelum ke mesjid sempatkan diri ke dapur, nyiapkan bahan makanan sambil teriak-teriakin anak-anak untuk segera jalan ke mobil menuju masjid.

Anak-anak jarang makan terlalu pagi, sekolah di sini masuk pukul 8.30 ~ biasanya baru pukul 7.00 sepulang dari masjid mereka minta dibuatkan nasi goreng atau mie goreng, atau nasi putih dan lauk semalam.

Apa saja tapi mereka enggak suka roti.
Kadang simple banget cuma cereal n susu. Murah meriah dan mudah.

Ini yang namanya rezeqi
Setelah anak-anak berangkat kerja atau sekolah, akupun sibuk meeting online, memberikan pengarahan, mendengarkan laporan n mengawasi sekolahan dan meneruskan bikin modul. Zaman sudah kayak gini, ter-computerized. Lalu tawakal ilallah dan tetap kerja maksimal seakan-akan hidup 1000 tahun lamanya. Hehe.

Pencapaian kualitas pendidikan harus tetap diutamakan. Laporan leaders sekolahanku nilainya besar, 20 % gaji.

Yaa dengan 40 orang leaders dan 15 staf manajemen utama, Alhamdulillah sekolah Jisc tetap terkawal. Bahkan pencapaian terakhir mencapai 97 anak masuk PTN favorit lewat jalur manapun, ada yang FK UI, FKG UI, Tekno Kimia ITB, dll ~ sementara yang 43 siswa lagi akan ikuti beberapa jalur yang masih buka sampai bulan Juli.

Nampaknya sih 100 % masuk PTN yang daftar yaa

Sebab ada juga anak yang tidak daftar PTN tapi langsung cuzz keluar negeri. Ada yang ke China, ke Amerika, banyakan sih Australia ya, entah Sydney atau Melbourne. Enggak ada yang ke Perth.

Malas ketemu aku lagi kali haha. Takut disuruh nyanyi ..
Hehe.

Jadi, hidup itu dilalui saja. Karena suatu saat akan berakhir.

Penting bagi kita untuk merangkul semuanya dan meyakinkan bahwa semua baik-baik saja. Yang penting satu; Jangan sampai Allah marah pada kita sehingga kita enggak ada pertolongan dan kasih sayangnya lagi.

Oh yaa di sini banyak juga toko barang branded, yaa harganya lebih murah dari Indonesia. Kadang discount sampai 70% terutama menjelang tahun baru. Tapi aku enggak beli, sebab tak punya teman dan miliu yang faham barang branded.

Ok deh, sekilas cerita.
Kapan aku kembali ke Indonesia
Biar gimana pasti akan kembali laah, training guru, atur ini itu, waktunya? Rahasia.

Slow-slow saja. Jarak juga dekat hanya 4 hours flight. 

Lalui saja semua hal dengan maksimal dan profesional sesuai surat wal ashri (amanu wa amilu solihati)- beramallah dengan sungguh-sungguh.

Yang jelas, kalau mau sekolah lagi atau butuh tempat buat kerja misal bikin skripsi atau bikin buku, di sinilah tempatnya.

Baca juga: Tinggal di Perth Itu

Hidup di Australia Itu

Latihan juga untuk introvert. Sebab di kuburan khan enggak bisa extrovert. Dan tinggal di kuburan itu adalah pasti.

Latihan hidup sendiri dan enggak ada yang kepo dan ngepo.

# nanti aku cerita lagi yaa. Sambil ngemong cucu. Kebetulan si cucu nii type yang affection- suka dipeluk dan di sentuh dan menyentuh. Semoga selalu dijaga Allah di manapun dia berada. Juga anak-anak kalian yaa para pembaca yang budiman ..

Tags: Hidup di Australia Itu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kesabaran Orang Tua Siap Diuji

Next Post

Komisi XI DPR FPKS Anis Byarwati Usulkan Pemerintah Perlu Revisi Garis Kemiskinan Nasional

Next Post
Komisi XI DPR FPKS Anis Byarwati Usulkan Pemerintah Perlu Revisi Garis Kemiskinan Nasional

Komisi XI DPR FPKS Anis Byarwati Usulkan Pemerintah Perlu Revisi Garis Kemiskinan Nasional

Trump Tolak Rencana Israel untuk Membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Konflik Kian Memanas

Trump Tolak Rencana Israel untuk Membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Konflik Kian Memanas

Ustaz Farid Nu'man Imbau Dai Seperti Dokter Spesialis yang Menentramkan

Hati-hati, Tindik Hidung Berujung Transplantasi Hati

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    382 shares
    Share 153 Tweet 96
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9441 shares
    Share 3776 Tweet 2360
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11803 shares
    Share 4721 Tweet 2951
  • ParagonCorp Ajak Founder Brand Kecantikan Lokal Wujudkan Industri Beauty yang Berkelanjutan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2434 shares
    Share 974 Tweet 609
  • Mama Dedeh Ajak Keluarga Saling Menguatkan dalam Kajian di Masjid At-Taqwa

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4838 shares
    Share 1935 Tweet 1210
  • Industri Kecantikan dan Tantangan Keberlanjutan, ParagonCorp Dorong Perubahan dari Hulu

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Makna Pernikahan dalam Kajian Keluarga Dibahas dalam Kajian bersama Mama Dedeh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2501 shares
    Share 1000 Tweet 625
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga