YAYASAN Rumah Yatim Arrohman Indonesia kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam kegiatan bertema “Membasuh Luka Palestina”, Selasa (27/10/2026). Kali ini, Rumah Yatim menyalurkan bantuan senilai Rp700 juta yang dihimpun dari masyarakat Indonesia, dengan perhatian khusus kepada anak-anak yatim Palestina.
Direktur Utama Yayasan Rumah Yatim Arrohman Indonesia, Nugroho Bejo Wismono, mengatakan perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari fokus utama lembaganya dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Jadi kalau di Rumah Yatim memang karena kami bergerak di bidang anak-anak yatim, memang campaign kita atau kita menawarkan kepada donatur itu untuk khusus anak-anak yatim. Ini merupakan kali keempat yang kita sampaikan bantuan untuk Palestina melalui BAZNAS,” ujar Nugroho dalam sesi doorstop.
Ia menjelaskan, penggalangan bantuan untuk Palestina telah dilakukan sejak sebelum pandemi COVID-19. Namun, proses penyaluran bantuan tidak selalu mudah sehingga Rumah Yatim memilih bekerja sama dengan BAZNAS yang dinilai memiliki jejaring lebih luas untuk mendukung distribusi bantuan.
Baca juga: International Zakat Leader Summit, BAZNAS Tegaskan Peran Strategis ZIS dalam Ekonomi Syariah
Rumah Yatim Percayakan Penyaluran Bantuan Anak Yatim Palestina kepada BAZNAS RI
“Pengumpulan ini sudah cukup lama, dari sebelum covid campaign ini sudah dilakukan. Namun untuk penyalurannya memang tidak mudah. Ada beberapa tahap yang perlu dilalui, oleh karena itu kami meyakini bahwa BAZNAS memiliki jejaring yang jauh lebih luas,” katanya.
Menurut Nugroho, kebutuhan masyarakat Palestina sangat beragam, mulai dari layanan kesehatan, kebutuhan dasar, hingga pendidikan. Karena itu, Rumah Yatim menyerahkan penentuan prioritas penyaluran kepada BAZNAS berdasarkan hasil asesmen kebutuhan penerima manfaat.
“Untuk bantuannya sendiri kami tidak bisa merinci satu-satu, karena dari pihak BAZNAS yang akan melakukan asesmen, kebutuhan apa yang paling mendesak yang bisa disampaikan ke mereka. Oleh karena itu, dari Rumah Yatim menyerahkan sepenuhnya kepada BAZNAS untuk penyalurannya. Jadi nanti kalau memang ada keperluan untuk kesehatan, kebutuhan dasar, pendidikan, itu semua kan relatif ya,” jelasnya.
Nugroho menambahkan, kondisi Palestina yang masih jauh dari normal dan sulitnya akses masuk bantuan kemanusiaan menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung masyarakat terdampak konflik. Kolaborasi dengan BAZNAS diharapkan dapat membantu memastikan bantuan dari masyarakat Indonesia menjangkau mereka yang membutuhkan.
Dalam penyaluran kali ini, Rumah Yatim menyerahkan bantuan senilai Rp700 juta dan berkomitmen melanjutkan penghimpunan donasi untuk Palestina. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Rumah Yatim dalam mendukung anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Melalui tema “Membasuh Luka Palestina”, kolaborasi Rumah Yatim dan BAZNAS RI diharapkan memperkuat solidaritas masyarakat Indonesia sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan kemanusiaan bagi warga Palestina, terutama anak-anak yatim yang terdampak konflik. [Din]





