MENGUPAS buah sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Alasannya sederhana, kulit dianggap kurang enak, keras, atau hanya bagian yang harus dibuang. Padahal, pada beberapa jenis buah, kulitnya justru menyimpan sejumlah zat gizi dan senyawa tanaman yang sayang jika langsung masuk tempat sampah.
Bukan berarti semua buah harus dimakan bersama kulit. Ada buah yang kulitnya memang tidak lazim atau tidak nyaman dikonsumsi. Namun, untuk beberapa buah berikut, mempertahankan kulitnya bisa menjadi pilihan selama buah dicuci dengan benar.
Baca Juga: Vitamin D Bisa Memperlambat Proses Penuaan Biologis pada Manusia
Jangan Cepat Dibuang, Ini Buah yang Lebih Baik Dimakan dengan Kulitnya!
1. Apel
Apel menjadi salah satu buah yang paling mudah dimakan bersama kulit. Kulit apel mengandung serat dan berbagai senyawa polifenol. Data USDA juga menunjukkan perbedaan komposisi zat gizi pada apel yang dikonsumsi dengan kulit dibandingkan bagian yang sudah dikupas.
Serat dalam buah membantu mendukung kesehatan pencernaan. Jadi, daripada mengupas apel, cukup cuci bersih kemudian langsung nikmati bersama kulitnya.
2. Pir
Kulit pir juga dapat dimakan. Penelitian yang dipublikasikan melalui USDA Agricultural Research Service menemukan berbagai senyawa flavonoid dan fenolik pada kulit pir.
Tekstur kulitnya memang sedikit lebih kasar dibandingkan daging buah, tetapi masih cukup nyaman disantap. Pir juga merupakan sumber serat sehingga cocok dijadikan camilan.
3. Anggur
Tidak seperti beberapa buah yang perlu dikupas, anggur justru umumnya dimakan bersama kulitnya. Bagian kulit memberikan tekstur dan mengandung berbagai senyawa tanaman.
Agar lebih aman, anggur sebaiknya dicuci di bawah air mengalir sebelum dimakan. Tidak perlu menggunakan sabun atau deterjen untuk membersihkan buah.
4. Plum
Plum juga termasuk buah yang kulitnya bisa dimakan. Kulitnya memberikan warna dan rasa khas, sementara buah secara keseluruhan menyediakan serat dan berbagai vitamin serta mineral. Data gizi FDA menunjukkan plum termasuk sumber serat dan kalium.
5. Persik
Kulit persik memang memiliki tekstur berbulu sehingga tidak semua orang menyukainya. Namun, kulitnya tetap dapat dikonsumsi setelah dicuci dengan baik. Persik sendiri mengandung serat, vitamin, dan mineral.
6. Kiwi
Bagi sebagian orang, kulit kiwi terasa aneh karena teksturnya berbulu. Padahal, kulit kiwi dapat dimakan jika buah dicuci bersih. Jika tidak terbiasa dengan teksturnya, kiwi bisa digosok perlahan terlebih dahulu untuk mengurangi bulu pada permukaannya.
Meski demikian, makan buah bersama kulit bukan berarti kulit buah selalu lebih sehat daripada daging buah. Keduanya memiliki kandungan gizi yang berbeda dan sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Mencuci buah dapat membantu mengurangi kotoran dan bakteri di permukaannya. Sabun atau deterjen tidak dianjurkan untuk mencuci buah karena dapat terserap ke dalam bahan pangan.
Jadi, lain kali jangan buru-buru mengambil pisau untuk mengupas apel, pir, plum, atau buah lain yang kulitnya memang aman dimakan. Selama sudah dicuci dengan baik dan teksturnya nyaman bagi Anda, kulit buah bisa ikut menjadi bagian dari makanan yang memberikan tambahan serat dan senyawa alami.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Yang terpenting bukan sekadar memakan kulitnya, tetapi membiasakan diri mengonsumsi buah secara utuh dan bervariasi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. [DW]





