CINTA Quran Foundation (CQF) memperluas kontribusinya dalam bidang sosial dan keumatan melalui pengembangan Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) berbasis wakaf. Program ini menjadi langkah lanjutan CQF setelah menjalankan berbagai inisiatif di bidang pendidikan, pembangunan masjid, dan dakwah sosial.
Founder Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, mengatakan pengembangan rumah sakit berbasis wakaf merupakan upaya memperluas manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin penting.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Press Conference & Soft Launching Program Rumah Sakit Wakaf di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Fatih menjelaskan, selama ini CQF telah mengembangkan sejumlah program pendidikan, salah satunya kawasan pendidikan di Shintakura Center yang menjadi kampus bagi para dai. Saat ini, program tersebut telah menampung sekitar 500 santri dari angkatan pertama hingga keenam yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan beasiswa penuh.
Selain itu, CQF juga membangun sekolah gratis bagi anak-anak dhuafa di Bogor melalui Sekolah Kolam Anabang serta mengembangkan sejumlah sekolah di berbagai daerah.
Di bidang keagamaan, CQF telah membangun 99 masjid yang tersebar di dalam maupun luar negeri. Pembangunan tersebut menjangkau sejumlah negara, seperti Jepang, Kanada, Amerika Serikat, dan Australia. Salah satu masjid di Yokohama, Jepang, telah selesai dibangun, sementara beberapa proyek lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Setelah menjalankan berbagai program tersebut, CQF melihat sektor kesehatan sebagai bidang berikutnya yang perlu mendapatkan perhatian. Menurut Fatih, kesehatan merupakan kebutuhan mendasar sekaligus nikmat yang tidak dapat digantikan.
“Setelah program pendidikan, pembangunan masjid, dan dakwah sosial berjalan, kami kemudian berpikir mengenai bidang lain yang juga sangat dibutuhkan masyarakat. Qadarullah, ada yang mengingatkan kami bahwa masih ada satu kebutuhan penting, yaitu kesehatan. Padahal, kesehatan merupakan nikmat luar biasa yang tidak bisa dibeli maupun digantikan,” ujar Fatih.
Cinta Quran Foundation Kembangkan Rumah Sakit Wakaf Bersama RSIB
Dari pemikiran tersebut, CQF kemudian menjalin kolaborasi dengan Rumah Sakit Islam Bogor untuk mengembangkan rumah sakit berbasis wakaf. Fatih menyebutkan, RSIB yang berlokasi di Jalan Baru, Bogor, telah beroperasi, tetapi masih membutuhkan dukungan pengembangan agar kapasitas dan kualitas pelayanannya semakin meningkat.
Melalui kerja sama ini, CQF bersama RSIB akan menghimpun dana wakaf dari masyarakat. Dana tersebut direncanakan untuk merenovasi gedung rumah sakit yang sudah ada sekaligus membangun gedung baru guna mendukung pengembangan fasilitas kesehatan.
“Kami bersama Rumah Sakit Islam Bogor akan menggalang dana wakaf dari masyarakat. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk merenovasi gedung yang sudah ada serta membangun gedung baru,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, program Rumah Sakit Wakaf juga dirancang untuk memberikan manfaat sosial melalui hasil pengelolaan dana wakaf. CQF menargetkan program ini dapat menjangkau 10.000 pasien melalui bantuan pelayanan kesehatan gratis serta menyediakan 10.000 beasiswa bagi tenaga pendidik dan tenaga medis di seluruh Indonesia.
Fatih menjelaskan, dana wakaf yang dihimpun dari masyarakat akan dikelola secara profesional. Selanjutnya, hasil pengelolaan tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pelayanan kesehatan dan program sosial bagi masyarakat.
“Konsepnya adalah wakaf berasal dari umat, dananya dikelola secara profesional, kemudian hasil pengelolaannya dikembalikan lagi untuk memberikan manfaat kepada umat. Dengan demikian, manfaat wakaf ini diharapkan dapat terus mengalir secara berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk merealisasikan pengembangan tersebut, CQF menargetkan penghimpunan dana wakaf sekitar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar, terutama melalui momentum Ramadan. Dana yang terkumpul diharapkan dapat mendukung tahapan pembangunan rumah sakit pada periode 2027 hingga 2029.
Menurut Fatih, keberadaan rumah sakit berbasis wakaf ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Program bantuan tersebut juga diharapkan dapat membantu para ulama, tenaga pendidik, dan masyarakat dhuafa yang menghadapi tingginya biaya pelayanan kesehatan.
Ia berharap partisipasi masyarakat dalam program wakaf ini dapat menciptakan manfaat jangka panjang, bahkan ketika para pewakaf telah tiada.
“Harapan kami, rumah sakit ini kelak dapat memberikan manfaat yang abadi. Mungkin suatu saat nanti kita sudah tidak ada, tetapi manfaat dari wakaf yang kita berikan masih terus dirasakan masyarakat. Ada banyak orang yang bisa tersenyum karena mendapatkan kesembuhan, terutama para ulama, pengajar, dan masyarakat dhuafa yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam membiayai pelayanan kesehatan yang semakin mahal,” tutup Fatih. [Din]


