MEMILIH hijab bukan hanya soal warna, motif, dan jenis bahan. Aksesori kecil seperti peniti juga punya peran penting untuk membuat hijab tetap rapi sepanjang hari. Peniti yang terlalu besar bisa meninggalkan bekas pada kain, sedangkan ujung yang kurang tajam justru berisiko merusak serat hijab. Karena itu, memilih jenis peniti yang sesuai dengan bahan dan model hijab sebaiknya tidak dianggap sepele.
Baca Juga: Benarkah Kopi Americano Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?
3 Jenis Peniti yang Cocok untuk Hijab, Mana yang Paling Nyaman Dipakai?
Bagi perempuan yang sehari-hari mengenakan hijab untuk bekerja, kuliah, menghadiri acara, maupun bepergian, berikut tiga jenis peniti yang bisa menjadi pilihan.
1. Peniti Hijab Mini
Peniti berukuran kecil merupakan salah satu pilihan yang praktis untuk penggunaan sehari-hari. Ukurannya yang mungil membuat peniti tidak terlalu terlihat ketika dipasang pada bagian bawah dagu atau sisi hijab.
Peniti jenis ini cocok digunakan pada bahan hijab yang relatif ringan, seperti voal, katun, atau beberapa jenis polycotton. Karena ukurannya kecil, risiko membuat lubang besar pada kain juga dapat diminimalkan selama penggunaannya dilakukan dengan hati-hati.
Keunggulan lainnya adalah bentuknya yang ringan sehingga tidak membuat bagian hijab tertarik ke bawah. Peniti mini juga mudah disimpan di dalam pouch dan bisa dibawa sebagai cadangan ketika bepergian.
Namun, pastikan peniti memiliki ujung yang tajam dan mekanisme pengunci yang baik. Peniti yang mudah terbuka justru dapat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas.
2. Peniti Pentul atau Jarum Pentul Hijab
Bagi yang menyukai tampilan hijab lebih fleksibel, peniti pentul dapat menjadi pilihan. Jarum ini biasanya digunakan untuk mengatur lipatan atau mempertahankan bentuk hijab tanpa membuat aksesori terlihat terlalu menonjol.
Jarum pentul cocok digunakan ketika ingin menciptakan model hijab tertentu, terutama pada bahan yang mudah dibentuk. Penggunaannya juga memungkinkan seseorang mengatur posisi kain dengan lebih presisi.
Meski praktis, jenis peniti ini membutuhkan perhatian ekstra. Ujung jarum yang terbuka dapat menusuk kulit jika dipasang sembarangan. Sebaiknya gunakan jarum dengan kepala yang mudah dipegang dan simpan kembali di tempat yang aman setelah selesai digunakan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Peniti Jepret Khusus Hijab
Peniti jepret atau snap pin menjadi alternatif bagi perempuan yang tidak ingin terlalu banyak menggunakan jarum tajam. Bentuknya memungkinkan kain dikunci dengan cara ditekan hingga kedua bagian peniti bertemu.
Jenis ini dapat menjadi pilihan untuk penggunaan pada area tertentu yang membutuhkan pegangan lebih kuat. Peniti jepret juga relatif praktis karena tidak membutuhkan teknik menusukkan jarum berulang kali.
Namun, perhatikan ukuran dan kekuatan jepretannya. Jika terlalu kuat, kain tipis dapat berisiko tertarik atau meninggalkan bekas. Sebaliknya, jika terlalu longgar, hijab bisa mudah bergeser.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis peniti yang cocok untuk semua model hijab. Peniti mini lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari, jarum pentul cocok untuk mengatur gaya dan lipatan, sedangkan peniti jepret dapat menjadi pilihan bagi yang mengutamakan kepraktisan.
Hal terpenting adalah menyesuaikan peniti dengan karakter kain. Untuk bahan hijab yang tipis dan mudah rusak, gunakan aksesori berukuran kecil dengan ujung yang halus dan tajam. Hindari menarik kain terlalu kuat ketika memasang peniti.
Dengan pemilihan aksesori yang tepat, hijab bukan hanya terlihat lebih rapi, tetapi juga tetap terjaga kondisinya. Jadi, jangan menganggap remeh peniti karena aksesori kecil ini bisa menentukan kenyamanan dan kerapian penampilan sepanjang hari. [DW]





