• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 10 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Simalakama Isolasi Mandiri

14/07/2021
in Editorial
Simalakama Isolasi Mandiri

Ilustrasi, foto: pelantar.id

72
SHARES
557
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Lonjakan kasus Covid di tanah air berakibat pada krisis kemanusiaan. Rumah sakit penuh, obat mahal dan susah dicari, tabung oksigen langka, dan isolasi mandiri seperti buah simalakama.

Inilah yang terjadi di dua pekan terakhir ini. Lonjakan kasus Covid membuat rakyat sulit mengambil pilihan. Bahkan bisa dibilang, tidak punya pilihan.

Pilihan yang terakhir adalah melakukan isolasi mandiri. Yaitu, mengisolasi diri untuk tetap di rumah. Hal ini dimaksudkan agar penyebaran wabah ke orang lain tidak terjadi.

Aturannya, isolasi mandiri dilakukan oleh pasien yang mengalami positif covid tanpa gejala. Atau, dengan gejalan ringan saja. Cukup dengan istirahat dan asupan vitamin, kondisi tubuh akan pulih lagi.

Namun kini, isolasi mandiri seperti menjadi pilihan terbaik dari yang paling buruk. Warga terpaksa memilih isolasi mandiri karena rumah sakit “luber”.

Isolasi mandiri pun menjadi beda istilah dari aturan umumnya. Isolasi mandiri kini berarti merawat dan mengobati sakit sendiri. Cari obat sendiri, cari tabung oksigen sendiri, dan lainnya.

Sementara tenaga kesehatan terdekat seperti Puskesmas sangat kewalahan menangani para pasien isolasi mandiri ini. Akibatnya pun fatal.

Banyak pasien yang tidak tertangani karena tenaga kesehatan setempat memang jauh dari memadai. Hal ini karena jumlah mereka tidak seimbang dengan pasien yang harus ditangani.

Seperti di Kota Bogor, media mencatat bahwa jumlah pasien isolasi mandiri sebanyak 6 ribu orang. Mereka tersebar di enam kecamatan. Tentu pemantauan jangkauan titik-titik lokasi pasien tidak mudah, karena para nakes pun harus merawat pasien yang ada di puskesmas.

Belum lagi dengan nakes yang juga terinfeksi covid dan menjalani perawatan, ketersediaan nakes menjadi berkurang. Tidak heran jika ada sekitar 40 warga Kota Bogor yang meninggal dunia selama menjalani isolasi mandiri. (Republika.co.id, 14 Juli 2021)

Catatan lainnya, untuk keseluruhan di beberapa tempat, kurang lebih sekitar 400 orang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri. Banyak sebab yang terjadi. Mulai dari ketiadaan obat, oksigen, minimnya pengawasan nakes, dan lainnya.

Dan lebih parah lagi saat dilakukan pemulasaran bagi pasien atau keluarga pasien yang tiba-tiba  meninggal dunia. Tugas para nakes di Puskesmas menjadi bertambah. Hal ini karena warga biasa tidak berani melakukan pemulasaran seperti biasanya.

Soal ketersediaan obat lebih rumit lagi. Dari laporan yang dirangkum media, pasien isolasi mandiri tidak bisa mendapatkan obat karena kategori mereka dianggap sebagai gejala ringan.

Kalau ingin mendapatkan obat dari rumah sakit misalnya, mereka harus dirawat dulu. Sementara untuk bisa masuk rumah sakit, setidaknya menunggu hingga dua pekan.

Inilah mungkin potret buram tentang isolasi mandiri saat ini. Seperti ungkapan, isolasi mandiri seperti buah simalakama: mau ke rumah sakit sudah penuh, mau rawat di rumah sendiri bisa fatal. [Mh]

Tags: simalakama isolasi mandiri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tak Ada yang Aman dari Takdir Allah

Next Post

Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

Next Post
tips sukses

Tips Sukses Memelihara Ikan Koi bagi Pemula

Qurban di Dubai 'Goes Virtual'

Qurban di Dubai 'Goes Virtual'

Adik Asuh RISKA Terima Bantuan Satu Ton Beras dari Nusantara Palestina Center

Adik Asuh RISKA Terima Bantuan Satu Ton Beras dari Nusantara Palestina Center

  • Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    Wisata Minat Khusus di Kulon Progo, Yogyakarta

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8363 shares
    Share 3345 Tweet 2091
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4287 shares
    Share 1715 Tweet 1072
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3771 shares
    Share 1508 Tweet 943
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2240 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Salimah Kalbar Gelar Rakornas dan Pelatihan Kepemimpinan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4591 shares
    Share 1836 Tweet 1148
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11321 shares
    Share 4528 Tweet 2830
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2115 shares
    Share 846 Tweet 529
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga