• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 27 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

New Normal atau New Disaster

27/05/2020
in Editorial
82
SHARES
630
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Setelah tiga bulan masa “serba di rumah” berlalu sejak awal Maret, pemerintah mulai menggemakan “new normal” sebagai geliat baru dinamika masyarakat Indonesia. Hal itu ditandai dengan kemunculan sosok Presiden Jokowi di stasiun MRT bersama Gubernur DKI, Anies Rasyid Baswedan, dan kehadirannya di pembukaan Mal Summarecon Bekasi bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (26/5).

Dua momen di atas bisa dikatakan sebagai “gong” dimulainya new normal life atau hidup nomal baru. Hal ini juga dirasakan masyarakat Indonesia sebagai angin surga setelah hidup tiga bulan dalam kebuntuan harapan.

Namun, sejumlah pakar masih ragu dengan dasar kalkulasi pemerintah untuk menetapkan momen new normal ini. Apakah dasarnya memang seperti yang distandarkan WHO atau semata-mata kreasi khas elit Indonesia yang berada di bawah bayang-bayang kekuatan pengusaha besar.

Kalau merujuk pada standar WHO, new normal pada sebuah negara bisa diterapkan jika data penyebaran corona menunjukkan penurunan. Atau setidaknya berada pada tren grafik landai. Hal itulah yang ditunjukkan oleh beberapa negara seperti Cina, Vietnam, Jerman, Selandia Baru, dan lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Data resmi yang bisa dibaca di Gugus Tugas Covid-19 menunjukkan bahwa kenaikan penyebarannya masih tinggi. Berkisar antara 400 hingga 600 per hari. Padahal, data itu diambil pada saat penerapan PSBB.

Kedua, penentuan zona merah dan hijau di suatu daerah masih diragukan sejumlah pakar. Pasalnya, zona-zona itu diambil dari berapa banyak warga yang terinfeksi pada situasi alami. Artinya, zona-zona itu bukan diambil dari kesimpulan setelah dilakukannya pemeriksaan massal terhadap warga setempat.

Dengan kata lain, zona-zona ini bisa sangat menipu manakala menelisik karakter penularan Covid-19 yang menunjukkan bahwa tidak semua yang terinfeksi menunjukkan gejala alami seperti demam, batuk, sesak nafas dan lainnya.

Angka di Jakarta mungkin bisa menjadi contoh. Warga yang positif terinfeksi memang berkisar di angka 6 ribuan. Tapi, yang OTG alias orang tanpa gejala bisa tiga kali lipat dari angka itu. Posisi OTG ini baru bisa terdeteksi jika dilakukan tes massal yang berskala besar di semua daerah.

Ketiga, ada perbedaan mendasar dari karakter orang Indonesia dibandingkan dengan masyarakat Eropa misalnya. Orang Indonesia dikenal ramah, dan menyatu dengan kebersamaan. Atau dengan bahasa lain, orang Indonesia senang berkerumun dan betah dengan keramaian.

Di masa PSBB yang relatif ketat saja, kerumunan normal masih banyak terjadi. Apalagi jika dilakukan pelonggaran. Dan sangat sulit membuat aturan apa pun untuk mengurangi kerumunan di tengah pelonggaran ini.

Tidak ada di negeri mana pun yang perayaan Idul Fitrinya bisa satu bulan selain di Indonesia. Tidak ada di negara mana pun yang semangat belanja Lebaran dan mudiknya melampaui orang Indonesia. Dan hanya di Indonesia ketika satu atau dua orang yang berangkat menunaikan ibadah haji tapi ditemani oleh ratusan orang.

Pertanyaannya, sanggupkah semua “basa-basi” tentang protokol covid-19 itu benar-benar bisa ditegakkan di tengah kerumunan itu, di tengah kerinduan orang untuk bisa kembali ke mal dan restoran, di tengah keluarga calon mempelai menanti-nanti untuk bisa merayakan pesta pernikahan, di tengah masyarakat yang ingin kembali berhalal-bihalal dan berwisata ria.

Sejatinya, semangat geliat new normal tidak semata-mata mengacu pada angka-angka ekonomi. Karena nyawa warga Indonesia tidak senilai dengan aset ekonomi apa pun.

Jika kalkulasi ekonomi yang selalu dikedepankan untuk menjadi acuan new normal, kita khawatir, bukan new normal yang terjadi. Melainkan, new disaster, atau bencana baru. Semoga ini tidak terjadi. (Mh)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ide Makan Siang Cepat Saji, Chicken Pop Corn

Next Post

Puding Sutra ala Mak Frida, Resep Recommended Usir Bosan #DiRumahAja

Next Post

Puding Sutra ala Mak Frida, Resep Recommended Usir Bosan #DiRumahAja

Kisah di Balik Foto Keluarga

Kenormalan Baru Tidak Signifikan Mendorong Ekonomi

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Nama itu Doa untuk Anak

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9186 shares
    Share 3674 Tweet 2297
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1956 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    298 shares
    Share 119 Tweet 75
  • Sedekah Diam-diam yang Menjadi Naungan di Padang Mahsyar

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga