• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 3 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Bendera Putih untuk PJJ

29/07/2020
in Editorial
74
SHARES
571
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Sejumlah pihak terutama para orang tua sepertinya tidak lagi tahan dengan proses Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ. Sejumlah kendala kian bertumpuk. Mulai dari tidak tersedianya alat, mahalnya biaya pulsa, hingga kekhawatiran dampak fisik dan psikologis anak di masa PJJ.

Melalui pesan elektronik yang disebarkan melalui media sosial, sejumlah orang tua mengungkapkan kesumpekannya terhadap PJJ untuk anak-anak mereka. Ungkapan keprihatinan itu juga disalurkan sebagai kegelisahan bersama para orang tua, baik yang tinggal di perkotaan terlebih lagi di pedesaan, baik yang mampu dan terlebih lagi yang selama ini sudah terhimpit ekonomi di masa pandemi.

Sejak pemberlakuan masa PSBB, sudah 5 bulan anak-anak mengikuti PJJ. Hingga kini pun, belum ada kepastian kapan PJJ akan diakhiri. Sementara, tumpukan kendala baik dari siswa maupun orang tua, kian besar. Tumpukan ini dikhawatirkan akan memunculkan ledakan masalah, yang bukan hanya dari sisi siswa dan orang tua, melainkan juga dari kelumpuhan kecerdasan generasi di masa depan.

Dari data menunjukkan bahwa sekitar 57 persen, tenaga pendidik tidak siap melaksanakan PJJ. Mulai dari kendala alat, skill, dan kurikulum. Data lain juga menunjukkan, selama 5 bulan bergulirnya PJJ, terjadi jurang serapan pendidikan antara yang tinggal di perkotaan dengan di pedesaan. Hal ini karena PJJ tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan ponsel pintar atau laptop. Plus, pulsa yang masih tergolong barang mahal.

Di sisi lain, pihak pemerintah dinilai belum melakukan langkah terobosan apa pun untuk memecah masalah yang menumpuk selama 5 bulan PJJ ini. Mulai dari penyederhanaan kurikulum, hingga penyediaan alat, setidaknya jaringan internet yang murah dan memadai di lingkungan pelajar.

Sementara, pihak pemerintah melalui Kemendikbud berdalih bahwa tidak semua kendala itu di bawah wewenangnya. Seperti penyediaan jaringan internet yang merupakan wewenang kementerian lain.

Begitu pun soal anggaran pendidikan yang dianggap rakyat sangat besar: 20 persen APBN. Kenyataannya, Kemendikbud memiliki anggaran hanya berkisar 70-an triliun, seperti halnya kementerian lain seperti Kemenkes. Dan itu pun sudah habis untuk biaya rutin seperti pembayaran honor sertifikasi guru non ASN.

Keadaan buntu ini akhirnya menyentak sejumlah pihak melakukan terobosan. Antara lain, pihak sekolah yang melakukan kreativitas agar PJJ lebih menarik meskipun tanpa panduan pemerintah. Langkah lain, sejumlah kepala daerah mulai membuka pembelajaran tatap muka khususnya di wilayah zona hijau. Meskipun, pihak sekolah merasakan bahwa membuka sekolah di masa pandemi tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini karena adanya sejumlah tuntutan protokol kesehatan yang berdampak pada pembengkakan anggaran. Duit dari mana?

Secara global, masalah pendidikan di masa pandemi ini tampaknya kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Contoh yang paling sederhana, Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 hanya berkutat pada dua hal: ekonomi dan kesehatan. Sementara, tentang pendidikannya nyaris tak terdengar.

Jika keadaan ini terus berlanjut tanpa ada jalan keluar, bukan tidak mungkin, negeri ini akan kian kehilangan generasi unggul untuk waktu yang akan datang. Tanpa pandemi saja, mutu pendidikan nasional seperti berjalan di tempat. Sebuah jurnal internasional pernah menyebut bahwa target pencapaian pendidikan Indonesia untuk tahun 2021 baru bisa tercapai di tahun 2031.

Sejatinya, kapasitas Mas Menteri yang berlatar belakang keilmuan IT, sudah sangat pas untuk menghadapi problematika PJJ ini. Tapi sayangnya, justru masalah dan masalah yang kian bertumpuk dihadapi orang tua, siswa, dan sekolah.

Jangan heran jika setelah 5 bulan PJJ ini, orang tua hanya melihat awan gelap di atas ruang pendidikan anak-anak mereka. Sementara, belum ada satu pihak pun yang bisa memberikan kepastian kapan hal ini akan berakhir.

Sepertinya, tak ada lagi yang bisa dilakukan para orang tua, selain mengangkat bendera putih, sebagai tanda bahwa mereka sudah menyerah. Jangan-jangan, bendera putih pula yang akan dikibarkan pihak pemerintah.(Mh)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sambut Idul Adha, CIMB Niaga Syariah Fasilitasi Pembayaran Qurban Secara Digital

Next Post

Viral tentang Klepon, Ini Referensi Mudah Membuat Kue Klepon untuk Para Milenial

Next Post

Viral tentang Klepon, Ini Referensi Mudah Membuat Kue Klepon untuk Para Milenial

BMH Jatim Salurkan Bantuan di Desa Krisis Air Bersih

BMH Jawa Timur Salurkan Bantuan di Desa Krisis Air Bersih

Kisah Bolen Bu Nita Tembus Akses Permodalan lewat Program Pemberdayaan UMKM

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1815 shares
    Share 726 Tweet 454
  • SD Jakarta Islamic School JISc Satu-satunya Sekolah Islam di Jakarta Timur yang Ditunjuk sebagai Sekolah Model AI

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Salimah Kudus Gelar Seminar Silaturahmi Pecinta Al-Qur’an ke-9 dan Wisuda Tahfidz Baitul Qur’an Salimah ke-4

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kemenag Ajak Umat Islam Laksanakan Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan Total

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Indonesia pada 3 Maret 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berikut Daftar Minyak Goreng Bebas Afiliasi, Jangan Sampai Salah Pilih

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga