• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Suriah Kembali ke Penguasa Sunni

09/12/2024
in Berita
Suriah Kembali ke Penguasa Sunni

Ilustrasi, foto: prophetpbuh.com

93
SHARES
712
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SURIAH mengalami perubahan radikal. Rezim otoriter Basyar Al-Assad terguling dan melarikan diri ke Rusia. Kepemimpinan kini dipegang kelompok perubahan.

Tak ada yang menyangka kalau Suriah berubah mendadak. Rezim dinasti Al-Assad yang berkuasa sejak 1971 akhirnya tumbang pada 8 Desember lalu.

Presiden Basyar Al-Assad sebelumnya berkuasa sejak tahun 2000. Ia memperoleh kursi presiden setelah menggantikan ayahnya Hafiz Al-Assad yang meninggal dunia.

Syiah dan Sunni di Suriah

Sebenarnya 80 persen penduduk Suriah merupakan Sunni. Negeri yang berpenduduk 23 juta jiwa ini merupakan gudang para mujahid dan ulama. Salah satunya adalah Shalahuddin Al-Ayyubi yang dimakamkan di Damaskus, ibukota Suriah. Begitu pun dengan ulama Ibnul Qayyim Al-Jauziah.

Namun, terjadi kudeta pada tahun 1970 yang dilakukan militer yang dipimpin Hafiz Al-Assad. Hafiz beraliran Syiah dan bernaung dalam Partai Baath. Warna aliran inilah yang akhirnya dominan dalam pemerintahan Suriah selama kurun 50 tahun ini.

Padahal, jumlah Syiah dan Baath di Suriah tidak sampai 10 persen dari total penduduk.

Pemberontakan di Suriah

Pemberontakan di Suriah terjadi sejak tahun 2011. Sejumlah kelompok pergerakan mengangkat senjata melawan dinasti Al-Assad.

Salah satu kelompok itu bernama Jabhah An-Nusra, yang artinya pasukan pembebasan. Jabhah An-Nusra terkait dengan kelompok Al-Qaidah dan ISIS.

Namun pada tahun 2015 atau 4 tahun setelah perjuangan itu, Jabhah An-Nusra yang dipimpin Abu Muhammad Al-Julani melepas keterkaitan mereka dengan Al-Qaidah. Nama gerakannya pun berganti menjadi Hayat Tahrir As-Sham atau HTS, yang artinya gerakan pembebasan negeri Syam.

HTS dan Turki

Hayat Tahrir As-Sham (HTS) mengawali perlawanan dari wilayah utara Suriah. Wilayah utara Suriah berbatasan langsung dengan Turki.

Sebelumnya, Turki memang sudah lama membangun basis militer di wilayah itu. Hal itu dengan alasan untuk membendung suku Kurdi yang dianggap menjadi ancaman Turki.

Di wilayah utara itu ada kota terbesar kedua di Suriah setelah Damaskus, yaitu Idlib. Pergerakan HTS dari utara terus menguasai Idlib, Hama di selatan, dan akhirnya Damaskus.

Pengambilalihan itu tergolong sangat cepat. Hanya butuh 12 hari. Selain karena militansi yang luar biasa, HTS juga didukung oleh sarana militer yang sangat mumpuni.

Siapa Mensponsori HTS

Sebenarnya di Suriah ada “cinta segitiga” antara Rusia, Iran, dan Turki. Tiga negara inilah yang mewarnai rezim Al-Assad selama ini. Meskipun, peran Turki jauh lebih kecil dari dua koleganya itu.

Pertanyaannya, kenapa rezim Al-Assad begitu mudah tumbang? Kenapa Rusia dan Iran seolah seperti diam saja.

Jawaban ini perlu dianalisis lebih mendalam. Hal ini karena kepentingan tiga negara itu terhadap bertahan atau bubarnya dinasti Al-Assad.

Ada kemungkinan ‘barter’ antara Rusia dan Amerika di konflik Suriah ini. Hal ini terjadi pasca terpilihnya Trump menjadi bos Amerika dan sekaligus Israel.

Seolah-olah fakta ini menunjukkan bahwa Rusia akan dapat wilayah Ukraina dan Amerika dapat wilayah Suriah. Entah Iran dapat apa.

Tapi, penguasaan Amerika di Suriah tidak sekuat Rusia terhadap Ukraina. Bisa dibilang, kepentingan Amerika tidak seberapa dibanding kepentingan Israel terhadap Suriah.

Hal ini karena Suriah menjadi ‘jembatan’ paling strategis yang menghubungkan Lebanon dengan Iran. Selama ini, Lebanon melalui Hizbullah nyaris meluluhlantakkan kota-kota di Israel melalui serangan rudalnya.

Tidak heran setelah tumbangnya Basyar Al-Assad di Suriah, Israel langsung mengambil peran di fasilitas senjata berat Suriah yang ditinggalkan Basyar. Seluruh persenjataan itu dimusnahkan Israel, langsung di lokasi.

HTS dan Ketakutan Israel

Bisa dibilang, untuk sementara ini negara yang paling diuntungkan langsung dari tumbangnya Al-Assad adalah Israel. Hal itu karena Suriah tidak lagi dianggap sebagai pendukung Iran dan Lebanon dalam perang melawan Israel.

Namun, Israel tetap tidak percaya seratus persen terhadap rezim baru di Suriah yang dipimpin HTS. Peralihan itu hanya seperti nafas sesaat Israel dari serangan mematikan Iran dan Lebanon selama ini.

Israel sepertinya memahami betul bahwa gerakan jihad Islam tetap membahayakan dirinya. Boleh jadi, potensi jihad oleh HTS terhadap Israel kelak akan lebih besar daripada Hizbullah selama ini.

Dunia sepertinya masih meraba seperti apa arah kekuasaan baru Suriah yang baru berusia satu hari ini. Yang jelas, dunia terpana dengan kecepatan dan suasana damainya.

Tidak ada acara bakar membakar. Tidak ada aksi balas dendam. Bahkan, HTS memperingatkan pasukannya untuk menghindari sarana-sarana publik agar pelayanan tetap berjalan normal.

Kemanakah arah HTS berikutnya? Sepertinya dunia akan tergiring pada ‘panggung’ akhir zaman yang berpusat di Palestina dan sekitarnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda bahwa umat Islam akan berada di tiga basis militer yang kuat. Pasukan di Sham, di Yaman, dan di Irak.

Rasulullah juga menjelaskan kepada para sahabat bahwa front di Sham yang meliputi Suriah, Palestina, Lebanon, dan Yordania merupakan yang paling kuat dan hebat. Karena Allah mengumpulkan orang-orang terbaik di wilayah itu.

Apakah HTS sebagai pertanda terbentuknya front terbaik di Sham saat ini? Wallahu a’lam. Waktu juga yang akan membuktikannya.

Tapi yang jelas, ‘panggung’ konflik akhir zaman sudah semakin dekat dan terlihat. [Mh]

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Suriah Kembali ke Penguasa Sunni
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wabah Kolera di Sudan Selatan Meningkat dengan Cepat

Next Post

Menggapai Makna Belahan Jiwa

Next Post
Menggapai Makna Belahan Jiwa

Menggapai Makna Belahan Jiwa

Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

Mengejar Ilmu Para Ulama

5 Kebiasaan untuk Meningkatkan Kecerdasan

Self-Efficacy dan Aplikasi No Thanks: Dukungan Digital untuk Palestina

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1910 shares
    Share 764 Tweet 478
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    260 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3567 shares
    Share 1427 Tweet 892
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8064 shares
    Share 3226 Tweet 2016
  • Kolaborasi BAZNAS dan LAZ Dorong Optimalisasi Zakat Jadi Solusi Menguatkan Indonesia dari Kemiskinan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1830 shares
    Share 732 Tweet 458
  • Kenali Ciri-ciri Lesbian dan Gay

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga