• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 18 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Sukses Membawa ASI Perah di Pesawat, Simak Tipnya

18/07/2016
in Berita
81
SHARES
621
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
Foto: meetdoctor
Foto: meetdoctor

Chanelmuslim.com–
Fifi Alvianto, seorang family blogger, pernah punya pengalaman membawa ASI perah sebanyak 2,3 liter dalam perjalanan dari Singapura ke Jakarta. Fifi sebelumnya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya agar aktivitas membawa ASI dalam pesawat tetap aman.

Masih memberikan air susu ibu (ASI) untuk si kecil, namun harus meninggalkan anak selama beberapa hari karena alasan tertentu? Untuk tetap bisa memberikan asupan bagi si kecil, memerah ASI adalah cara terbaik. Lantas bagaimana jika harus membawa ASI di dalam pesawat terbang?

Fifi Alvianto, seorang family blogger, pernah punya pengalaman membawa ASI perah sebanyak 2,3 liter dalam perjalanan dari Singapura ke Jakarta. Fifi sebelumnya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya agar aktivitas membawa ASI dalam pesawat tetap aman.

Menurut informasi yang dikumpulkannya, dalam penerbangan internasional memang terdapat aturan membatasi penumpang membawa cairan, di mana tidak boleh lebih dari sekitar 90 ml. Akan tetapi untuk ASI, ada aturan yang berbeda.

Amerika Serikat melalui Badan Keamanan Transportasi mengeluarkan aturan di mana ASI maupun susu formula dengan jumlah lebih dari 90 ml bisa dibawa oleh ibu yang terbang dengan maupun tidak bersama anaknya. Nah, ASI ataupun susu formula bisa dibawa di tas jinjing dan akan tetap melewati prosedur pemeriksaan barang, yaitu melalui pemeriksaan sinar-X, pabean dan boleh dibawa ke kabin.

Selain itu, ada pula peraturan Dirjen Perhubungan Udara nomor SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol dan Gel yang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara pada penerbangan internasional. Di pasal 3 ayat 1 disebutkan aturan tentang cairan, aerosol dan gel yang dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam bandar udara harus memenuhi persyaratan tertentu seperti harus dimasukkan ke satu kantong plastik transparan ukuran 30 cm x 40 cm dengan kapasitas cairan maksimum 1.000 ml atau 1 satu liter dan disegel.

Disebutkan juga yang dimaksud dengan cairan, aerosol, dan gel dapat berupa minuman, perlengkapan kosmetik, obat-obatan, keperluan sehari-hari, dan lain-lain.

Namun, di pasal 3 ayat 2 dinyatakan ketentuan tersebut tidak berlaku untuk obat-obatan medis, makanan/minuman/susu bayi dan makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus.

“Jangan lupa melaporkan juga ice pack di dalam cooler box/bag ke petugas pabean saat check-in. Bila ice-pack tidak boleh dibawa, karena kemungkinan akan mencair setelah lewat batas waktu, sampaikan ke petugas pabean atau kru pesawat Anda akan menitipkan ASI perah di lemari pendingin pesawat,” saran Fifi dalam blog-nya, the-alvianto.com

Jika terpaksa harus memompa ASI di bandara, Fifi menyarankan melakukan sebelum boarding. Hal ini untuk menghindari pertanyaan saat pemeriksaan sinar-X di gate sebelum naik pesawat.

“Pengalaman kemarin saya memompa di lounge bandara, masuk ke shower room dan dengan santai bisa memompa tanpa gangguan. Lalu masuk gate hanya mengatakan isi cooler bag adalah breastmilk,” tutur Fifi.

Untuk ASI yang berhasil diperah Fifi selama di Singapura, sesaat sebelum ke Jakarta, dimasukkan ke cooler box. Selanjutnya, pinggiran tutup cooler box dilakban dengan kuat, dan dimasukan ke dalam koper. “Koper masuk ke bagasi pesawat,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Nia Umar, Wakil ketua umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), menyarankan untuk mencetak ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi ibu menyusui di pesawat. Hal tersebut dapat membantu Anda agar memastikan maskapai yang melarang membawa ASI ke dalam pesawat.

“Seringkali maskapai berkelit tidak mengizinkan membawa ASI perah ini, bila bayi tidak ikut dalam penerbangan,” terang Nia.

Menurut Nia, keberhasilan ibu menyusui buah hati sangat tergantung dari berbagai pihak termasuk dari maskapai penerbangan, ketentuan bandara udara, dan perlindungan pemerintah. Hal tersebut untuk memenuhi hak ibu dan bayi untuk menyusu dan menyusui.(ind/dethealth)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Resep Membuat Roti Simit Spesial Khas Turki

Next Post

MTQ Nasional Siap Digelar 28 Juli di Islamic Center NTB

Next Post

MTQ Nasional Siap Digelar 28 Juli di Islamic Center NTB

Ini Cerita Amel Carla Mendengar Langsung Ledakan Kudeta Turki

Aceh Harus Prioritaskan Mutu Guru 

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9554 shares
    Share 3822 Tweet 2389
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Tangis Para Sahabat Nabi

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Mazhab: Jalan Menuju Cahaya, Bukan Tembok Pemisah

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Keajaiban Doa

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Model Halima Aden Berhenti dari Peragaan Busana karena Keyakinan Agama

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • China akan Promosikan Arab Saudi Sebagai Tujuan Wisata

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1370 shares
    Share 548 Tweet 343
  • Louvre Abu Dhabi Tampilkan Hubungan Bersejarah Antara China dengan Dunia Islam

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga