SETELAH badai dingin yang membunuh 13 bayi dan dewasa beberapa pekan lalu, kondisi bayi Gaza masih memprihatinkan.
Israel terus membatasi masuknya tenda, selimut, dan tenda layak ke Gaza.
Tak hanya persediaan musim dingin, makananpun terbatas masuk, Israel membuat akses pangan jadi begitu ketat.
Lebih dari 100.000 anak dan 37.000 ibu hamil terancam malnutrisi parah sampai April 2026, menurut Integrated Food Security Phase Classification.
Sebagian besar keluarga masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Semua hancur, nyaris tak ada pekerjaan, perputaran ekonomi sangat rendah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Harapan muncul dari bantuan luar yang juga ditahan Israel di Gerbang Rafah.
Hanya ada 100-200 truk yang boleh masuk, padahal kebutuhan ideal dua juta warga dikurung itu butuh setidaknya 600 truk.
Susu formula jadi salah satu kebutuhan urgent yang masih langka.
Kemarin (7/1/2026), Smart 171 telah mendistribusi susu formula di kawasan Deir Balah, area pengungsian yang paling parah dilanda ketidakpastian pangan.
Smart 171 Bagikan Susu Formula ke Wilayah Gaza
Baca juga: SMART171 Salurkan 4.750 Paket Ifthar ke Palestina Sepanjang Ramadan
Tim kami menyalurkan ratusan paket susu formula kepada 1.200 bayi dan balita yang paling membutuhkan, menyediakan nutrisi yang penting di fase golden age.
“Implementasi baby milk ini lumayan lama karena mencari persediaan susu dan birokrasi memasukkannya juga tak mudah” kata Dr. Maimon Herawati saat dimintai keterangan, “Alhamdulillah titipan Bapak Ibu sudah sampai kepada anak-anak kita. Terima kasih Bapak Ibu”
Program implementasi sufor ini bukan sekadar distribusi bahan makanan, ini menjadi intervensi medis gizi strategis untuk mencegah hilangnya nyawa bayi yang tak berdosa, di tengah gempuran genosida, kelaparan, dan musim dingin.[Sdz]





