KETUA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan zakat merupakan instrumen strategis dalam memperkuat Indonesia, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan mendasar bangsa.
Hal tersebut disampaikan Kiai Noor dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS RI yang dirangkaikan dengan tasyakuran dan doa bersama bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Menurut Kiai Noor, zakat memiliki peran besar dalam mengatasi kemiskinan, kebencanaan, kebodohan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
“Jika zakat yang kita kumpulkan semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin luas. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Ia mengungkapkan, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun.
Apabila potensi tersebut dapat dihimpun meski hanya setengahnya, Kiai Noor meyakini persoalan umat dapat diselesaikan dan Indonesia akan menjadi bangsa yang sangat kuat.
Saat ini, capaian penghimpunan zakat nasional melalui BAZNAS telah menembus puluhan triliun rupiah dan terus menunjukkan tren peningkatan.
Noor Achmad: Zakat Kunci Penguatan Indonesia di Usia 25 Tahun BAZNAS
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam menegaskan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dimensi sosial dan kemanusiaan.
“Zakat adalah ikhtiar langit dan bumi. Karena itu, kita harus memastikan zakat tidak hanya terkumpul, tetapi juga ter-deliver dengan baik hingga mampu mentransformasikan mustahik menjadi muzaki,” ujar Asrorun Niam.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., menilai 25 tahun perjalanan BAZNAS menjadi bukti bahwa lembaga ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Baca juga: HUT ke-25, BAZNAS RI Syiarkan “Zakat Menguatkan Indonesia”
“Terima kasih kepada BAZNAS dan seluruh LAZ yang telah hadir di tengah masyarakat, melakukan pendampingan, serta memperkuat advokasi zakat,” katanya.
Kiai Noor menambahkan, meski kinerja BAZNAS terus meningkat dan telah meraih lebih dari 70 penghargaan nasional maupun internasional, kekuatan zakat belum sepenuhnya optimal.
Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar enam juta orang.
Pada momentum HUT ke-25 ini, Kiai Noor mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama.
Dengan sinergi BAZNAS, LAZ, dan seluruh elemen umat, serta pengelolaan yang aman secara syariah dan regulasi, zakat diyakini mampu menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.[Sdz]





