• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 5 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Hasil Ijtima Ulama dan Ujian Berat Arah Koalisi Oposisi

30/07/2018
in Berita
71
SHARES
547
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Ijtima’ Ulama yang berlangsung Jumat hingga Ahad lalu telah menghasilkan rekomendasi kepemimpinan nasional, Ustaz Abdul Somad dan Dr. Habib Salim Segaf Al-Jufri. Bisakah hasil musyawarah ulama ini menjadi kekuatan baru perjuangan oposisi atau hanya akan menguatkan sinyalemen kalau perjuangan oposisi hanya koalisi bakul nasi?
Di tengah kekhawatiran publik tentang sosok calon kepemimpinan nasional yang dibangun koalisi oposisi, ratusan ulama mengambil inisiatif mencari solusi. Hal ini boleh jadi dilakukan para ulama agar perjuangan oposisi tidak sekadar mencari alternatif kepemimpinan nasional. Melainkan juga memberikan nilai plus dari sosok kepemimpinan tersebut.
Dari sini pula, nilai perjuangan yang akan kelak dibangun pihak oposisi pun bisa lebih mengkristal dan mempunya daya dorong yang lebih dahsyat. Yaitu, perjuangan amar ma’ruf dan nahi mungkar, sekaligus meletakkan cita-cita perjuangan untuk Indonesia yang lebih religius. 
Kekuatan daya dorong ini terbukti begitu ampuh di Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu. Pasangan Anies Sandi yang selalu diposisikan nomor bawah oleh pengamat dan lembaga survei mana pun, ternyata bisa memenangkan “pertarungan”. Kesuksesan ini tak bisa disangkal pihak mana pun selain sebagai kekuatan dakwah umat, spirit religus, yang bisa membalikkan logika matematika politik.
Sekularisasi Politik Indonesia
Sejak masa Orde Baru hingga lahirnya Reformasi, Indonesia terkungkung dalam logika politik materialisme. Logika ini menjebak para pemain di dalamnya bahwa kemenangan bergantung pada kekuatan logistik uang. Siapa yang banyak uang, merekalah yang menang. 
Tidak heran jika koalisi yang terbangun dari beberapa kekuatan politik selalu berujung pada bagi-bagi jatah kekuasaan. Dan lagi-lagi, berakhir pada apa yang akan mereka kantongi dari kekuasaan itu. 

Hingga, Pilkada DKI Jakarta telah membongkar paradigma politik materialis seperti itu. Orang lupa bahwa Indonesia mayoritas muslim. Dan setiap muslim sudah memiliki cita-cita mulia dalam sosok yang akan memimpinnya. Yaitu, kepemimpinan amar ma’ruf nahi mungkar, atau dakwah.
Semangat ini kerap dihadang dengan stigma SARA dan sejenisnya. Publik pun kerap dininabobokkan dengan sosok muslim Indonesia yang inklusif, toleran, dan mengutamakan kemajemukan.
Semua jebakan itu disadari atau tidak telah menihilkan cita-cita mulia kemerdekaan Indonesia sebagai berkah rahmat  Allah swt. yang religius, amanah, dan berkeadilan. Semua ini bersatu dalam satu kata kunci: religius.
Gembar-gembor tentang kekuatan program ril masyarakat ternyata tak terbukti di semua rezim yang ada. Pilihan rakyat selalu terbukti salah setelah berlalu pemilihan rezim. Dengan kata lain, gembar-gembor program ril untuk rakyat sebagai pilihan atau jualan politik tak memberikan hasil yang memuaskan. 
Ujian Koalisi Oposisi
Hasil survei lembaga mana pun selalu menunjukkan bahwa dukungan untuk petahana selalu di bawah 50 persen. Hal ini memberikan sinyal bahwa sebagian besar rakya ingin ada pergantian presiden lewat cara yang konstitusional. 
Sayangnya, sistem pemilu yang sudah disahkan DPR mensyaratkan dukungan 20 persen dari perolehan suara di pemilu legislatif periode lalu. Alhasil, hanya dua atau paling banyak tiga calon yang bisa ditampilkan dalam pemilu 2019 mendatang.
Yang sudah jelas memenuhi syarat di pemilu serentak 2019 sebagai calon presiden hanya dua: petahana dan oposisi yang dimotori Gerindra dan PKS. Keduanya murni sebagai oposisi karena tak ikut duduk dalam pemerintahan petahana saat ini.
Kekuatan koalisi oposisi ini kian semarak ketika sejumlah ormas Islam ikut andil membesarkan koalisi ini. Perjuangan oposisi pun tidak lagi menjadi sekadar merebut kekuasaan secara konstitusional. Tapi sebagai nilai religius dakwah yang muncul sebagai harapan terakhir mayoritas umat Islam Indonesia.
Di tengah perjalanan, koalisi oposisi bergerak dinamis. Masukan dari lembagai survei boleh jadi ikut menyetir kemana arah oposisi bergerak. Boleh jadi, di titik ini, nilai-nilai religius tak lagi penting untuk diperhitungkan. 
Di titik ini pula para ulama berperan. Mereka berkumpul dengan mengerahkan segala potensi yang mereka miliki untuk mengembalikan arah perjuangan oposisi kepada rel yang semestinya.
Tentu, perjuangan para ulama ini tidak akan berhenti pada sebuah rekomendasi. Lebih dari itu, jika ini menjadi pilihan arah koalisi oposisi, mereka akan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki sebagai “jihad” untuk kemaslahatan bangsa. 
Namun jika rekomendasi para ulama ini diabaikan, tidak mustahil perjuangan oposisi akan menjadi “kering”, yang hanya akan menjurus kepada arah koalisi bakul nasi. (mh)
 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

80 Travel Muslim Bedah Destinasi Wisata Eropa

Next Post

Peluang Besar Modest Fashion Indonesia di Kancah Internasional

Next Post

Peluang Besar Modest Fashion Indonesia di Kancah Internasional

Menasihati dengan Kelembutan

Dunia adalah Kendaraan Menuju Akhirat

  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    2094 shares
    Share 838 Tweet 524
  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4085 shares
    Share 1634 Tweet 1021
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9036 shares
    Share 3614 Tweet 2259
  • Siswa-Siswi SMA Jakarta Islamic School Berhasil Tembus Universitas Ternama di Berbagai Negara

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4727 shares
    Share 1891 Tweet 1182
  • Bahasa Gaul di Era Digital: Kreativitas Anak Muda atau Ancaman bagi Bahasa Indonesia?

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Saudi Edu Expo 2026 Usai, Antusias Pengunjung Melonjak Lebih Tiga Kali Lipat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Buka Pendaftaran UKPPPG hingga 15 Agustus 2026

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga