SAAT dunia memperingati Hari Hijab Sedunia pada tanggal 1 Februari 2025, dua wanita Muslim Inggris mendorong percakapan yang lebih mendalam tentang hijab, menantang kesalahpahaman, dan menciptakan ruang aman untuk berdiskusi.
Dikutip dari aboutislam.net, Shreen Mahmood yang menghadapi diskriminasi karena mengenakan jilbab, yakin bahwa diskusi ini tidak bisa ditunda lagi.
Bertekad untuk mengubah kesulitan menjadi tindakan, Mahmood meluncurkan podcast baru, Hijabi Roundtable, untuk menyediakan platform bagi para wanita berhijab untuk berbagi pengalaman mereka.
Ia mengatakan proyek ini sudah lama tertunda, karena banyak wanita terus menghadapi diskriminasi dan stereotip.
Baca juga: Hari Hijab Sedunia Tahun 2025 Bertema Hijab Is Unsilenced
Dua Wanita Muslim Inggris Menantang Kesalahpahaman Terhadap Hijab
Mahmood tidak sendirian dalam misinya. Koki TV Mia Dia yang memandu acara memasak di Islam Channel, juga menghadapi prasangka karena mengenakan jilbab.
Bertekad untuk menantang sikap tersebut, Mahmood dan Dia membawa kampanye mereka ke jalan-jalan Birmingham, mendirikan stan dadakan tempat para pejalan kaki dapat mencoba jilbab dan terlibat dalam diskusi terbuka. Inisiatif ini memicu rasa ingin tahu dan refleksi di antara para peserta.
Barbara, seorang pembeli yang belum pernah mengenakan jilbab sebelumnya, mengakui bahwa awalnya ia merasa agak aneh, tetapi menambahkan, Itu bagus, dan seharusnya tidak hanya berlaku untuk satu komunitas, tetapi untuk semua orang.
Sue, yang cucunya seorang Muslim, sangat terkejut dengan pengalaman itu. “Sangat nyaman dan membuat telinga saya tetap hangat. Apa yang dilakukan para wanita ini luar biasa, cara yang bagus untuk meningkatkan pemahaman.”
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mahmood dan Dia berharap upaya mereka akan mendorong lebih banyak orang untuk mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam dialog yang bermakna.
Hari Hijab Sedunia tahun ini diadakan dengan tema #HijabisUnsilenced dalam seruan untuk memberdayakan wanita berhijab melawan diskriminasi dan prasangka.
Gerakan ini menyoroti jilbab sebagai simbol kekuatan, identitas, dan ketahanan, menantang stereotip dan memperkuat suara wanita Muslim di seluruh dunia. [Din]