• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 20 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Seperti Labirin

08/02/2022
in Nasihat, Unggulan
Ya Allah, Tunjuki Kami Jalan yang Lurus

Ilustrasi, foto: depositphotos.com

90
SHARES
691
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Seorang anak tertarik dengan permainan labirin besar di sebuah taman. Ia ingin mencoba apakah mampu melalui labirin yang dibentuk dari pepohonan itu hingga sampai tujuan.

Mulailah ia melalui jalan-jalan bercabang. Ia harus berani mengambil satu jalan dari dua pilihan. Padahal, ia tidak yakin apakah jalan yang diambilnya sudah benar.

Ketika jalan yang diambilnya salah, ia balik lagi ke arah di mana ia datang. Setelah itu, ia coba lagi dengan pilihan satunya.

Makin kedalam labirin ia lalui, pilihannya tidak lagi hanya dua. Tapi sudah ada tiga. Artinya, kalau ia salah memilih, masih ada satu lagi di antara dua pilihan yang sisa itu yang kemungkinannya salah.

Pada situasi itu, ia bukan hanya memiliki tiga pilihan jalan yang harus diambil. Tapi juga memiliki pilihan jalan kembali yang lebih dari satu. Bayangkan kalau jalan kembali yang ia ambil salah, maka ia hanya akan berputar-putar di pilihan jalan yang salah.

Begitu seterusnya, akhirnya sang anak tidak mampu lagi meneruskan permainan labirin itu. Ia terduduk lemas. Ia menyerah.

Bukan sekadar lemas karena fisik, melainkan juga karena pikiran dan perasaan yang tidak karuan. Dan keadaan itulah yang membuatnya menjadi kian tak berdaya.

Beruntung ada jalan keluar darurat. Ia cukup mengibarkan bendera putih yang ia bawa sejak awal permainan. Maka, petugas akan menjemputnya di tempat ia berada.

Satu hal yang membuatnya tersadar: kenapa petugas bisa dengan begitu mudah menemukannya padahal jalan yang dilalui petugas sama dengan dengan yang ia lalui.

“Anakku, aku bisa cepat menemukan keberadaanmu karena aku sudah sering dan terbiasa melalui rute labirin ini,” jelas sang petugas ketika hal itu ditanyakan.

“Saran kami, lain kali sebelum memasuki arena labirin, pahami dulu peta yang sudah kami sediakan,” pungkas sang petugas.

**

Menelusuri dinamika hidup ini boleh jadi seperti berada di tengah labirin. Kita sudah mencoba pilihan jalan ini, tapi hasilnya selalu mentok. Coba lagi yang lain, hasilnya juga tak jauh berbeda.

Persoalannya, jalan di labirin bisa kembali lagi untuk mengulang berbagai pilihan jalan yang ada. Sementara di jalan hidup tak ada pilihan ulangan.

Dan di labirin yang hanya sekadar permainan, kita bisa mengangkat bendera putih untuk minta pertolongan. Lalu, bagaimana dalam dinamika hidup?

Nasihat dari sang petugas menarik untuk dicermati: pahami peta yang telah kami sediakan. Dan peta kehidupan ini adalah pedoman hidup yang telah disediakan: Al-Qur’an dan Sunnah.

Dan, bersabarlah ketika pilihan jalan yang diambil selalu mentok. Karena boleh jadi, cara itulah yang membuat kita menjadi terbiasa.

Pahami peta itu, dan kalau akhirnya mentok juga, jangan sungkan untuk meminta pertolongan dari Yang Maha Sayang: Allah subhanahu wata’ala. Ud’uunii astajib lakum. [Mh]

Tags: Seperti Labirin
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Warga Maroko, “Rayan adalah Putra Kita Semua”

Next Post

Peran Kemenag RI Terhadap Budaya Literasi Islam

Next Post
Peran Kemenag Terhadap Budaya Literasi di Indonesia

Peran Kemenag RI Terhadap Budaya Literasi Islam

Anak Tiba-Tiba Terbangun dan Menangis Histeris Tengah Malam

Anak Tiba-Tiba Terbangun dan Menangis Histeris Tengah Malam

Kisah Ibu dan Anak yang Terjun di Medan Perang Melindungi Rasulullah

Kisah Ibu dan Anak yang Terjun di Medan Perang Melindungi Rasulullah

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    176 shares
    Share 70 Tweet 44
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9144 shares
    Share 3658 Tweet 2286
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1217 shares
    Share 487 Tweet 304
  • Panduan Memilih Eyeliner untuk Berbagai Tipe Mata

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4138 shares
    Share 1655 Tweet 1035
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2361 shares
    Share 944 Tweet 590
  • 5 Tips Perawatan Tas Kulit agar Tidak Mudah Mengelupas

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga