• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 15 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Bayi Diberi MPASI sebelum 6 Bulan, Apa Dampak Buruknya?

06/03/2021
in Berita
Bayi Diberi MPASI sebelum 6 Bulan, Apa Dampak Buruknya?

Foto: Bonnels

151
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
Foto: foodiewithnana
Foto: foodiewithnana

Chanelmuslim.com-Makanan pendamping ASI (MPASI) disarankan diberikan pada bayi berusia 6 bulan ke atas. Namun, tak jarang kita lihat bayi berusia kurang dari 6 bulan sudah diberikan makanan lembek seperti pisang atau pepaya. Apa dampak buruk jika MPASI diberikan sembarangan tanpa anjuran dokter?

Menurut dr Meta Hanindita SpA memang sebetulnya jika anak sudah menunjukkan tanda siap makan, berdasar saran dokter karena indikasi tertentu, MPASI bisa diberikan sejak 4 bulan. Tapi ingat, jika sudah ada tanda siap makan pada anak ya, Bunda.

“Namun, jika MPASI diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan bisa menimbulkan berbagai reaksi seperti diare, sembelit atau konstipasi, dan timbulnya gas,” tutur dr Meta.

Dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini mengungkapkan tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Berbagai enzim seperti amylase atau enzim yang diproduksi pankreas belum cukup ketika bayi belum berusia 6 bulan. Begitu pula dengan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase serta sukrase, dan lipase serta bile salts yang berfungsi untuk mencerna lemak.

Dituturkan dr Meta, ketika nekat memberi bayi makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan tanpa ada indikasi tertentu, ada kondisi paling gawat yang bisa terjadi yaitu invaginasi atau intususepsi. Kondisi ini adalah saat suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.

“Bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Walau penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun hipotesis yang paling kuat karena pemberian MPASI yang terlalu cepat,” tutur dr Meta.

Ia menambahkan, MPASI dini dapat meningkatkan risiko anak alergi dan terkena berbagai penyakit. Sebab, saat bayi menerima asupan lain selain ASI, maka kekebalan yang diterima bayi akan berkurang. Kemudian, pemberian MPASI dini berisiko membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, apalagi jika MPASI yang disajikan tidak higienis.

Menurut dr Meta, banyak penelitian menyatakan pemberian ASI eksklusif mampu melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti penyakit pernapasan, infeksi telinga, dan penyakit saluran pencernaan yang umum diderita anak-anak seperti diare. Untuk itu, memperpanjang pemberian ASI eksklusif ampuh menurunkan angka terjadinya alergi makanan.

“Di usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih ‘terbuka’. Nah, antibodi (sIgA) dari ASI bertugas melapisi organ pencernaan bayi dan memberikan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Sementara, bayi mulai memproduksi antibodi sendiri saat usia 6 bulan. Di usia itu pula penutupan usus terjadi,” pungkas dr Meta.(ind/dethealth)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bank Syariah Bukopin Bukittinggi Tandatangani Kerja sama di iB Vaganza Padang

Next Post

Turuti Nasihat Orang Tua, Pria Ini Selamat dari Insiden EgyptAir

Next Post

Turuti Nasihat Orang Tua, Pria Ini Selamat dari Insiden EgyptAir

Suhu di India Capai Rekor Tertinggi, 51 Derajat Celcius

Kemarau dan Gagal Panen Picu Bunuh Diri 400 Petani di India

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9541 shares
    Share 3816 Tweet 2385
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4309 shares
    Share 1724 Tweet 1077
  • BI Dorong Ekosistem Modest Fashion Terintegrasi agar Produk Indonesia Mendunia

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Gerakan Ibu Negeri Serahkan Bantuan untuk Buni Yani

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Tiga Kiat Sukses Dunia dan Akhirat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mukallaf, Syarat-Syaratnya dan Hukum Taklifi

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4864 shares
    Share 1946 Tweet 1216
  • Meski 96 Persen Muslim, Azerbaijan Larang Siswi dan Guru Berjilbab

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Prof. Euis Sunarti Terus Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1364 shares
    Share 546 Tweet 341
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga