• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 15 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Kurban di Kala Pandemi Buktikan Ketakwaan dan Keikhlasan

05/06/2020
in Berita
75
SHARES
574
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Iduladha merupakan salah satu event akbar umat Islam yang dirayakan umat muslim sedunia selain Idulfitri. Dalam merayakan momen istimewa ini, umat Islam bisa berbagi kebahagian kepada saudara seiman. Dan yang paling berkesan dalam merayakan Iduladha adalah perintah untuk berkurban. Banyak ulama yang menerangkan bahwa berkurban di Iduladha memiliki nilai yang utama, bahkan bila nilai sedekahnya lebih besar dari harga hewan kurban.

Berawal dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, dalam membuktikan ketakwaannya kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Seperti yang dikisahkan dalam banyak siroh, Nabi Ibrahim merupakan seorang hamba yang sangat patuh kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, termasuk ketika diperintahkan untuk menyembelih Nabi Ismail, anaknya. Padahal beliau telah menantikan kehadiran buah hati sejak lama. Begitu mendengar bahwa yang memerintahkan adalah Rabbul’alamin, Nabi Ismail tidak menolak dan tidak gentar sedikitpun. Berkat ketaatan dan kesabaran Nabi Ibrahim serta anaknya, Allah melepaskan cobaan kepada mereka dan menggantikan Ismail dengan seekor domba yang besar.

Selain memantuhi perintah Allah, berkurban menjadi pembuktian cinta pada pencipta. Jika ditelisik lebih dalam, ada banyak keteladanan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah. Dalam meraih takwa, bukan hanya menyembelih hewan kurban saja tetapi ketakwaan hamba dalam kesabaran demi meraih ridhoNya. Betapa banyak umat muslim yang enggan kurban terlebih di saat krisis akibat pandemi Covid-19.
Poin keikhlasan menjadi landasan perintah berkurban terkait dengan kondisi pandemi saat ini karena masyarakat sedang dalam ekonomi ambruk, nafkah kian sulit dicari, kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi. Namun bila mengambil pelajaran dari ketauhidan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Allah selalu memberikan hikmah bagi yang mematuhi syariatNya.

Bisa jadi, kurban menjadi kunci pembuka untuk lebih mengenal agama Islam dimana kita bisa mengukur skala prioritas dalam hidup. Bukan berarti mengabaikan kebutuhan dunia, tetapi menempatkan prioritas agama harus ada dalam paradigma seorang muslim. Bila ibadah telah dijadikan prioritas tertinggi, maka menunaikan kurban tidak menjadi hal yang memberatkan.

Meski demikian, tidak semua umat muslim rela menyisihkan harta terbaik yang dimilikinya untuk berkurban. Berbagai sebab menjadi alasan sebabnya, entah karena lupa batas akhir berkurban, pengalihan alokasi dana untuk kebutuhan lain, hingga keraguan dan kekhawatiran yang datang. Namun dari semua alasan tersebut, sebenarnya muara ada pada kurangnya kesungguhan dalam menunaikan kurban.

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Dari ayat tersebut, tekad berkurban sejatinya lebih bulat karena Allah akan membuka pintu rejeki lain bagi yang menunaikan kurban dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan. Meskipun kurban bukan ibadah yang wajib, namun sangat disayangkan apabila umat muslim melewatkan ibadah kurban yang merupakan rangkaian ibadah setelah Ramadan.

Selain ibadah untuk diri sendiri, Iduladha juga bisa menjadi momen bagi para muslim untuk berbagi rejeki dengan saudara seiman yang lebih tidak berdaya. Lewat daging yang dikurbankan, pekurban bisa memberikan daging bagi fakir miskin yang mungkin tidak punya apapun untuk dimakan. Tidaklah rugi bagi kaum muslimin untuk menyenangkan orang lain. Apalagi, mencintai saudara sesama muslim termasuk kesempurnaan iman.
Sesuai hadist Rasullah shalallahu alaihi wasallam, “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Berkurban kian diandalkan menuju jalan takwa untuk terus berbagi kepada mereka yang membutuhkan di masa-masa sulit seperti sekarang ini. Era normal yang baru bukan momen berputus asa, namun bisa jadi kunci keberkahan. Dengan kondisi serba terbatas, maka berkurban adalah cara menjadi bentuk nyata rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Ketika banyak saudara di-PHK, para pengusaha gulung tikar, petani peternak bermuram durja maka kurban dapat menjadi bukti keimanan.

Misalnya, berkurban melalui Global Qurban – ACT nantinya akan memberikan multibenefit karena akan menyebarkan manfaat mulai dari peternak, penjual, hingga sampai ke penerima manfaat. Sehingga, jika satu individu yang berkolaborasi dalam program kurban ini, individu lain juga akan ikut merasakan manfaatnya.

Sungguh sebuah hal yang sangat nikmat apabila kita bisa meresapi keteladanan Nabi Ibrahim dan menerapkan dalam keseharian kita. Bersungguh-sungguh mengejar keridhaan Allah adalah pembeda di antara miliaran hambaNya. Untuk itu, diperlukan keseriusan untuk melakukan kebaikan yang menyebabkan lurusnya iman. Mudah-mudahan (keikhlasan) kita semua diterima oleh Allah dalam kurban yang akan kita laksanakan nanti. Semoga Allah berkahi kita semua. Yuk! Berkurban di www.GlobalQurban.com
[Wnd/rls]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bersinergi Perangi COVID-19, Grup BCA Salurkan Donasi ke PERSI

Next Post

Wisata Alam Diprediksi Jadi Destinasi Terpopuler di Era Normal Baru

Next Post

Wisata Alam Diprediksi Jadi Destinasi Terpopuler di Era Normal Baru

Sajian Pagi Cita Rasa Ndeso, Kupat Tahu ala Astrie

Lima Belas Bentuk Kehangatan Ibu pada Anak

Lima Belas Bentuk Kehangatan Ibu pada Anak

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    387 shares
    Share 155 Tweet 97
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9109 shares
    Share 3644 Tweet 2277
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4124 shares
    Share 1650 Tweet 1031
  • Hukum Primbon dalam Islam

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4399 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Garuda Indonesia Tawarkan Penerbangan Domestik Gratis bagi Wisatawan Asing

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2422 shares
    Share 969 Tweet 606
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga